Seputar Jalur Alas Roban

Kisah "jalur tengkorak" Alas Roban yang di-tweet pagi ini oleh @HaloPantura
alas pantura roban
0
Halo Pantura @HaloPantura
...maka kini sdh ada jalan alternatif jika jalur di tanjakan Alas Roban macet. Kini jalan di Batang bagian timur itu tidak menakutkan lagi.
Halo Pantura @HaloPantura
Nah, sejak itu pemerintah kembali memikirkan jalan lingkar di Alas Roban sepanjang 7 km..
Halo Pantura @HaloPantura
Ini terjadi karena jalan amat curam. Akhirnya jalan tembus itu tidak boleh digunakan untuk kendaraan berat.
Halo Pantura @HaloPantura
maka sudah puluhan kendaraan meluncur  menabrak rumah atau bangunan karena rem tak bisa menahan laju kendaraan.
Halo Pantura @HaloPantura
Namun, sayang, ketika jalan baru itu digunakan oleh kendaraan berat, khususnya truk dan bus
Halo Pantura @HaloPantura
Dari kenyataan itu, akhirnya Pemerintah membangun jalan tembus.
Halo Pantura @HaloPantura
Kalau sudah macet karena ada kecelakaan, maka kendaraan harus mandek berjam-jam.
Halo Pantura @HaloPantura
Jalan Poncowati dalam perjalanannya dikenal sebagai jalan rawan macet.
Halo Pantura @HaloPantura
Tanjakan Alas Roban, memang memiliki cerita sendiri. Selain terkait dengan Jalan Daendels yang dibangun pada penjajahan Belanda
Halo Pantura @HaloPantura
”Lumayan, sehari bisa mendapatkan uang Rp 20.000. Di sini ada lima orang yang bertugas gantian berdasarkan hari pasaran,”
Halo Pantura @HaloPantura
Mereka, hanya mengandalkan kedermawanan dari pengemudi truk yang melemparkan uang recehan.
Halo Pantura @HaloPantura
Sebaliknya kalau, dari arah berlawanan ada yang menyalip akan memberi aba-aba aman dan tidaknya.
Halo Pantura @HaloPantura
Saat ada truk dari arah timur sedang naik di tanjakan yang menikung dengan gerakan tangan memberi tanda kalau aman.
Halo Pantura @HaloPantura
Mereka adalah, warga Plelen yang bertugas untuk memberi aba-aba di tikungan.
Halo Pantura @HaloPantura
Kini Alas Roban, sudah ramai oleh lalu lalang kendaraan baik mobil maupun motor. Apalagi, ada relawan 24 jam menjaga kawasan itu.
Halo Pantura @HaloPantura
Bbrp penumpang bus jg merasakan keindahan Alas Roban di siang hari. Bahkan, byk yg usul kalau lokasi itu dikemas menjadi tempat istirahat.
Halo Pantura @HaloPantura
”Bagi kami, dulu setelah melewati Alas Roban, rasanya plong. Ibarat minum setelah menahan haus kemudian disodori es teh manis,”
Halo Pantura @HaloPantura
Ujar Sudrajat (55) pengemudi bus jurusan Bandung-Semarang.
Halo Pantura @HaloPantura
...hanya saja, ada jalan yang masih gelap sehingga masih ada kesan seram, padahal kalau pagi hari ternyata indah sekali,”
Halo Pantura @HaloPantura
”Sekarang tidak ada rasa takut malam hari lewat jalan Poncowati. Malam hari pun banyak kendaraan yang lewat, patroli polisi juga rutin...
Halo Pantura @HaloPantura
Bahkan, bus dari Sumatera juga masuk ke kota-kota di Jateng, semakin menghilangkan kesan angker Jalan Alas Roban.
Halo Pantura @HaloPantura
Apalagi banyak perusahaan bus yang mulai membuka trayek jarak jauh seperti dari Semarang-Solo-Yogyakarta dengan tujuan Jakarta.
Halo Pantura @HaloPantura
Seiring meningkatnya jumlah kendaraan serta pengamanan yang dilakukan polisi, lambat laun aksi kejahatan pun mulai berkurang.
Halo Pantura @HaloPantura
”Dulu, truk rata-rata 3.500 hingga 4.000 cc, yok opo mlakune sampeyan ngerti dewe opo maneh dalan munggah yo ngos-ngosan rek,”jelas dia.
Halo Pantura @HaloPantura
Selain itu kondisi kendaraan pada tahun itu juga belum secanggih sekarang.
Load Remaining (31)
Login and hide ads.