Semu...

Puisi cinta yang semu dan random yang tidak karuan karangan seorang amatir
0
Alo! πŸ’ @mhuseinali
Jika Tuhan menentukan kita bersama, maka kita akan bersama walau harus ada goretan ketidakbersamaan ditengah cerita kita
Alo! πŸ’ @mhuseinali
Kita saling tidak mengenal, kita dipertemukan Tuhan agar bisa saling menggambar warna sejati pada diri, konsep lahiriah cinta ini bersemi
Alo! πŸ’ @mhuseinali
Aku tak mampu menggambar warna dirimu. Kau banyak warna, kau gradasi yang tak pernah aku temui. Kau berseri, bercahaya, hilang kegelapan
Alo! πŸ’ @mhuseinali
Bukan sulit untuk mengenalmu, butuh waktu untuk mengetahui indahnya Tuhan menggambarmu dengan warna ruh yang ditempatkannya pada jasadmu
Alo! πŸ’ @mhuseinali
Sejatinya aku disini mencari warna sejatimu, transparan namun jelas. Gradasi berkilau menutup kegelapan. Maaf, belum kudapat warnamu
Alo! πŸ’ @mhuseinali
Kini kau tertidur, aku mulai melantur. Terbentur pada keinginanku bercerita denganmu, bergempur dengan rasa cintaku padamu. Janganlah kabur!
Alo! πŸ’ @mhuseinali
Ku sebut namamu, aku bingung. Lalu ku panggil dirimu, kau canggung. Bukan maksudku menuntutmu, aku hanya menggerutu bahwa aku cinta padamu
Alo! πŸ’ @mhuseinali
Tidak, ini bukan gombal. Ini sedang membual. Jangan anggap aku puitis. Aku ini dogmatis. Ini cerita pikiran, yang diaransemen dari hati
Alo! πŸ’ @mhuseinali
Aku ini orang bodoh yang tak kunjung pandai. Kalaupun pandai, aku malu menunjukan kepandaian. Santai, aku hanya ingin berdamai
Alo! πŸ’ @mhuseinali
Cinta itu bagaikan musim. Awalnya bersemi, Kadang dingin, kadang panas, tapi yang paling ditakuti adalah gugur...

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.