0
jal sabajab @dajjalsdiary
Hari ini, kita akan cracking soal film anak-anak yang sebenernya udah lawas dan udah gak tayang lagi, yakni : Teletubbies. Who's join in?
jal sabajab @dajjalsdiary
Jarang-jarang kan cracking pagi. Oke here we go. Judulnya : Kaitan Teletubbies dengan teori dan isu Homoseksual.
jal sabajab @dajjalsdiary
Sekedar ngingetin. Tweet berikut, adalah "KAITAN TEORI". Jadi silahkan di filter sendiri.
jal sabajab @dajjalsdiary
Teletubbies, adl singkatan "Television in the tummy of the babies", yang berarti televisi di perut anak-anak kecil. http://t.co/SB5ZdvaLCD
Expand pic
jal sabajab @dajjalsdiary
Film yang menampilkan 4 tokoh boneka gendut berwarna (tubby) bernama Tinky-Winky, Dipsy, Laa-Laa, dan Po.
jal sabajab @dajjalsdiary
Di setiap karakter tersebut, ada sebuah antenna di atas kepala mereka. Seperti merepresentasikan bahwa televisi memang lekat sama anak".
jal sabajab @dajjalsdiary
Rumah mereka disebut Teletubbyland. Rumahnya segede/mirip lapangan golf. Lengkap dengan kincir angin, pancuran air & matahari bermuka bayi.
jal sabajab @dajjalsdiary
Gue pun termasuk generasi anak-anak yang suka sama Teletubbies. Apalagi ketika mereka nubrukin perut satu sama lain, gemes banget!
jal sabajab @dajjalsdiary
Cuman, satu yang bingung adalah, gue gak pernah bisa membedakan jenis kelamin mereka. Dan yang paling kentara adalah Tinky Winky.
jal sabajab @dajjalsdiary
Sampe katanya ada anak SD bilang: "Tinky-Winky itu laki-laki, tapi tingkahnya kayak cewek. Suka bawa tas dan bunga. Kayak banci."
jal sabajab @dajjalsdiary
Dan sering rebutan rok sama Po juga......
jal sabajab @dajjalsdiary
Yang menarik, Tingky Winky warnanya ungu, dan antena-nya berbentuk segitiga terbalik, yang kabarnya adalah simbol kebanggan dari kaum gay.
jal sabajab @dajjalsdiary
Rohaniwan Kristen menilai, indoktrinasi thdp anak batita lewat Teletubbies bisa bikin anak sulit membedakan mana laki-laki mana perempuan.
jal sabajab @dajjalsdiary
"Dengan cerita berbahasa bayi, digambarkan bahwa perilaku homo dan biseks adalah wajar", begitu katanya.
jal sabajab @dajjalsdiary
Personally, yang bahaya itu justru karena anak-anak dibentuk utk menjadikan televisi sebagai dunia mereka. Seperti yg udah terjadi sekarang.
jal sabajab @dajjalsdiary
Banyak yang nentang tentang teori Tinky-Winky ini, termasuk dari kalangan gay dan pihak Ragdoll Production, rumah produksi Teletubbies.
jal sabajab @dajjalsdiary
Terlepas dari itu semua, sebenernya logis aja. Kalo kita perhatiin, gelagat Tinky Winky memang paling nggak normal diantara Tubby lain.
jal sabajab @dajjalsdiary
Dia suka bunga, membawa dompet warna merah, gerak tariannya dan nada nyanyiannya. Sebuah kebiasaan orang perempuan.
jal sabajab @dajjalsdiary
Yang paling gue inget, ketika si Ungu berebutan rok sama Po. Terus si matahari, "Dewa"-nya Teletubbies itu mengatur para Tubby biar gantian.
jal sabajab @dajjalsdiary
Dewa bayi yang berwujud matahari itu seolah menjadi ‘tuhan’ yang menganjurkan perilaku seks menyimpang. Weird stuff.
jal sabajab @dajjalsdiary
Cara bicara tokoh Teletubbies yang cedal pun banyak diprotes kalangan ibu-ibu di Inggris. Misalnya pelafalan kata ‘Halo’ menjadi ‘Ee-o/ A-oo
jal sabajab @dajjalsdiary
Bagi negeri yang peduli terhadap anak-anak, Teletubbies dilarang. Di Singapura, serial Tinky-Winky dan kawan-kawan ini dilarang ditayangkan.
jal sabajab @dajjalsdiary
Sementara di Indo, Teletubbies laku keras. Bahkan di pasar yang paling kampung sekalipun, pernak-pernik Teletubbies lengkap dijual.
jal sabajab @dajjalsdiary
Dulu pun adik gue merengek minta dibeliin boneka Po, akhirnya dibeliin. Cuman bedanya, si boneka kita pake buat main bola :))
jal sabajab @dajjalsdiary
Terus, cerita Teletubbies itu sebenernya ngebahas apa sih?
Load Remaining (20)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.