0
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
1.Tidur menjadi sesuatu yang esensi dalam kehidupan kita. Karena dengan tidur, kita menjadi segar kembali.
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
2.Tubuh yang lelah, urat-urat yang mengerut, dan otot-otot yang dipakai beraktivitas seharian, bisa meremaja lagi dengan melakukan tidur.
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
3.Dalam Islam, semua perbuatan bisa menjadi ibadah. Begitu pula tidur, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
4.Namun, ternyata ada dua waktu tidur yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk tidak dilakukan.
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
5.Pertama, Tidur di Pagi Hari Setelah Shalat Shubuh
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
6.Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
7.”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya”
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
8.(HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih).
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
9.Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata :
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
10.“Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu orang shalih – adalah tidur antara shalat shubuh dengan terbitnya matahari,
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
11.karena waktu itu adalah waktu yang sangat berharga sekali.
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
12.Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung sekali mengenai pemanfaatan waktu tersebut dari orang-orang shalih,
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
13. sampai-sampai walaupun mereka berjalan sepanjang malam mereka tdk toleransi untuk istirahat pada waktu tersebut hingga matahari terbit.
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
14.Karena ia adalah awal hari dan sekaligus sebagai kuncinya. Ia merupakan waktu turunnya rizki, adanya pembagian, turunnya keberkahan,
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
15.dan darinya hari itu bergulir dan mengembalikan segala kejadian hari itu atas kejadian saat yang mahal tersebut.
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
16.Maka seyogyanya tidurnya pada saat seperti itu seperti tidurnya orang yang terpaksa” (Madaarijus-Saalikiin 1/459).
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
17.Kedua, Tidur Sebelum Shalat Isya’
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
18.Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu ‘anhu : ”
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
19.Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya” (HR. Bukhari - Muslim)
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
20.Mayoritas hadits-hadits Nabi menerangkan makruhnya tidur sebelum shalat isya’. Oleh sebab itu At-Tirmidzi (1/314) mengatakan :
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
21.“Mayoritas ahli ilmu menyatakan makruh hukumnya tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya.
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
22.Dan sebagian ulama’ lainnya memberi keringanan dalam masalah ini. Abdullah bin Mubarak mengatakan :
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
23.“Kebanyakan hadits-hadits Nabi melarangnya, sebagian ulama membolehkan tidur sebelum shalat isya’ khusus di bulan Ramadlan saja.”
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
24.Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul-Baari (2/49) :
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
25. “Di antara para ulama melihat adanya keringanan (yaitu) mengecualikan bila ada orang yang akan membangunkannya untuk shalat,
Load Remaining (3)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.