0
Peziarah @eae18
jangan rendahkan diri sendiri hanya untuk merayakan kekaguman
Peziarah @eae18
orang yg cepat kagum, bisa jadi ia tak pnh mau belajar serius. Ia hny asyik mengutip org lain. Pdhal org yg dikutip, mengutip jg dr yg lain
Peziarah @eae18
kicauan yang lahir dari kutip mengutip, itu terlihat tak lahir dari kalbu. Ia hanya menyuarakan pernyataan orang lain. Maka merenunglah
Peziarah @eae18
maka mengembaralah dalam hutan belantara bahasa agar kita mampu meramu hidup dari dasar kalbu dan bukan dari pernyataan abu-abu
Peziarah @eae18
pernyataan dan kenyataan itu bersumbur pada nyata. tapi dua pilar itu sering berdiri dan berjalan berseberangan
Peziarah @eae18
tak semua pernyataan berdiri tegak lurus dengan kenyataan. dan sebaliknya, kenyataan seringkali menginkari pernyataan
Peziarah @eae18
dialoglah dengan Quran jika menjadikan Quran sbg pedoman hidup. Jika tidak, kita akan mengamini kicauan yang seolah-olah merayakan kebenaran
Peziarah @eae18
setiap kicauan itu tolok ukurnya pengembaraan pribadi terhadap hutan belantara bahasa. Dan sejauh mana ia hidup dalam dunia rimba itu
Peziarah @eae18
kata-kata yang lahir dari proses pribadi yang berdarah-darah, vibrasinya sangat terasa dan berbeda dr kata-kata yang lahir dari dunia buku
Peziarah @eae18
kata-kata akan menyihirmu bahkan membunuhmu, jika kamu tak punya arsenal bahasa yang baik. maka masuklah ke dalam ruang bahasa
Peziarah @eae18
maka, dianjurkan belajar sejak kecil tentang dunia kata. pada tepi inilah, ayat pertama soal membaca, menemukan padanannya
Peziarah @eae18
berapa usiamu? sudah membaca buku berapa? sudah berbuat apa tentang kata dan bahasa? sudah sejauh mana menjalankan firman soal BACALAH!
Peziarah @eae18
JIKA usiamu sudah 25 tahun dan belum membaca seribu judul buku, amatlah merugi hidup ini. Maka wajar jika kita cepat kagum trhdap teks orang
Peziarah @eae18
Jika kau seorang ibu, sdh sejauh mana membimbing anak-anak dan menjadi pendamping suamimu? Tidakkah kau lihat, banyak kerapuhan dlm dirimu?
Peziarah @eae18
jika kau seorang ayah, sudah sejauh mana merayakan tanggungjawab sebagai imam? Kenapa terus menguar ego n menjadikan festival ketidakjujuran
Peziarah @eae18
kepalamu tegak tapi kalbumu tertutup. Itulah detak dan jejak orang yang selalu mengagungkan jasad dan mengabaikan rohani
Peziarah @eae18
inilah kata-kataku, dan tahukah kau, kata-kataku akan jadi peluru yang menembus kalbumu. memorak-porandakan jati dirimu yang limbung
Peziarah @eae18
Allah Maha Hadir. Hadirkanlah dalam setiap gerak hidup. di setiap jengkal ruang dan waktu. Masuklah ke dasar kalbu
Peziarah @eae18
setiap pagi jika hendak beraktivitas, luangkan waktu untuk dialog dg Quran. Minta petunjuk apa yang harus dilakukan hari ini.
Peziarah @eae18
Quran itu hidup dan sejatinya ia KALAM ALLAH yang mampu menjadi pemandu segala gerak
Peziarah @eae18
bergeraklah seperti ombak. merenunglah seperti gunung. Kelak engkau akan menemukan Cahaya di Atas Cahaya
Peziarah @eae18
membaca itu logikanya ada teks yang dibaca. Terus apa yang dibaca Kanjeng Nabi ketika disuruh iqra? mari kita renungkan
Peziarah @eae18
bersaksi itu logika dasarnya ada yang disaksikan. terus ketika bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, apa yang disaksikan?
Peziarah @eae18
silakan membaca dan renungkan. waktunya berbenah.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.