0
M Alfan Alfian @alfanalfian
1. Di Harian KOMPAS hal. 6 edisi hari ini, ada tulisan saya "Intelektualisasi Politisi". Akan saya tweet-kan satu per satu...
M Alfan Alfian @alfanalfian
2. Experience without theory is blind, but theory without experience is mere intellectual play (Immanuel Kant)
M Alfan Alfian @alfanalfian
3 Tidak terlampau berlebihan manakala banyak yang merasakan bahwa krisis intelektualitas terasa sekali dalam dunia politik kita dewasa ini
M Alfan Alfian @alfanalfian
4. Proses, dinamika, hingga produk-produk politik yang ada banyak yang jauh dari semangat dan nilai intelektualitas.
M Alfan Alfian @alfanalfian
5. Elite berkuasa (the rulling elites) skrg memang tdk didominasi kaum intelektual, betapapun intelektualitas bukan monopoli kaum intelktual
M Alfan Alfian @alfanalfian
6. Dalam konteks inilah, intelektualisasi politisi dipandang mendasar.
M Alfan Alfian @alfanalfian
7. Indonesia pernah mengalami masa dimana dunia politik nasional didominasi politisi-intelektual.
M Alfan Alfian @alfanalfian
8. Pada masa itu lalulintas perdebatan intelektual yang ingar bingar.
M Alfan Alfian @alfanalfian
9. Presiden Republik Indonesia pertama kali, Bung Karno adalah prototipe politisi intelektual.
M Alfan Alfian @alfanalfian
10. Sebelum kemerdekaan, Bung Karno banyak menuliskan gagasannya tentang bangsa, kemanusiaan, anti-penjajahan, hingga martabat perempuan.
M Alfan Alfian @alfanalfian
11. Politisi pada zaman itu, genealoginya intelektual terdidik.
M Alfan Alfian @alfanalfian
12. Generasi kita di zaman sekarang, dengan mudah menelusuri rekam jejak pemikiran politik mereka.
M Alfan Alfian @alfanalfian
12. Misalnya, Bung Karno menulis “Di Bawah Bendera Revolusi”, Bung Hatta “Demokrasi Kita”, Sjahrir “Perjuangan Kita”, Tan Malaka “Madilog”.
M Alfan Alfian @alfanalfian
13. Pak Natsir “Capita Selekta”, AH Nasution “Memenuhi Panggilan Tugas”, T.B. Simatupang “Laporan dari Banaran”.
M Alfan Alfian @alfanalfian
14. Hampir semuanya menulis, secara otentik. Pandangan dan sikap politiknya jelas. Itulah cermin generasi politisi intelektual terdidik.
M Alfan Alfian @alfanalfian
15. Di zaman kita, hal itu tidak terjadi lagi.
M Alfan Alfian @alfanalfian
16. Definisi kaum intelektual lebih cair, tidak semata yang berpendidikan tinggi.
M Alfan Alfian @alfanalfian
17. Fragmentasi ideologis tidak setajam masa lalu.
M Alfan Alfian @alfanalfian
18. Karenanya, kebutuhan mereka untuk berdebat secara argumentatif ideologis dan berpolemik di media massa dipandang kurang relevan.
M Alfan Alfian @alfanalfian
19. Yang semarak adalah “talk show” di televisi yang durasinya singkat dan para politisi dituntut bisa atraktif.
M Alfan Alfian @alfanalfian
20. Atau setidaknya tuntutan intelektualitas penyusunan visi-misi ketika mereka hendak maju sebagai pejabat politik.
M Alfan Alfian @alfanalfian
21. Tradisi menulis buku juga tergolong langka, kecuali buku-buku semi-biografi yang dimaksudkan untuk kepentingan politik-pragmatis.
M Alfan Alfian @alfanalfian
22. Kita sudah melalui fase perdebatan di Badan Konstituante dll dan masuk keOrde Baru, di mana tradisinya: bkn ideologis tapi teknokratis.
M Alfan Alfian @alfanalfian
23. Para politisi di masa Orde Baru dihadapkan pada pola pikir baku pembangunanisme.
Load Remaining (35)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.