#EkonomiSyariah masa Khulafa ar-Rasyidin (1) | @HasanahCentre

Pembahasan soal sektor ekonomi syariah pada masa Khulafa ar-Rasyidin. Yuk, simak!
bakr Bank ekonomi syariah islam tanah harta zakat nabi umar
731 View 0 comments
Add to Favorite
0
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
2. Setelah Rasulullah wafat, Abu Bakar ash-Shiddiq yang bernama lengkap Abdullah ibn Abu Quhafah at-Tamimi menjadi Khalifah Islam pertama.
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
3. Abu Bakar banyak menghadapi persoalan dalam negeri yang berasal dari kelompok murtad, nabi palsu, dan pembangkang zakat.
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
4. Abu Bakar sangat memperhatikan keakuratan penghitungan zakat, sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan pembayarannya.
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
5. Abu Bakar juga melaksanakan pembagian tanah hasil taklukan, sebagian diberikan kepada kaum muslimin, sebagian menjadi tanggungan Negara.
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
6. Abu Bakar mengambil alih tanah-tanah dari orang murtad untuk kemudian dimanfaatkan demi kepentingan umat Islam secara keseluruhan.
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
7. Dalam distribusi harta Baitul Mal, Abu Bakar menerapkan prinsip kesamarataan: memberikan jumlah yg sama kepada semua sahabat Rasulullah.
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
8. Menurut Abu Bakar, dalam keutamaan iman, Allah lebih tahu. Dalam kebutuhan hidup, prinsip kesamaan lebih baik daripada prinsip keutamaan.
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
9. Abu Bakar tidak pernah menumpuk harta di Baitul Mal dalam waktu lama karena langsung didistribusikan kepada seluruh kaum muslimin.
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
10. Kebijakan Abu Bakar meningkatkan aggregate demand & aggregate supply yg menaikkan pendapatan nasional, memperkecil kesenjangan sosial.
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
11. Khalifah berikutnya adalah Umar ibn al-Khattab yang dikenal dengan Amir al-Mu’minin (Komandan Orang-Orang Yang Beriman).
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
12. Umar mengatur administrasi negara menjadi delapan wilayah propinsi: Mekah, Madinah, Syiria, Jazirah, Basrah, Kufah, Palestina, & Mesir.
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
13. Pada masa Umar, harta di Baitul Mal dikeluarkan bertahap sesuai kebutuhan yang ada, bahkan di antaranya disediakan dana cadangan.
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
14. Pembangunan Baitul Mal dilatarbelakangi kedatangan Abu Hurairah (Gubernur Bahrain) yang membawa harta hasil kharaj 500.000 dirham.
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
15. Harta tersebut disimpan di Baitul Mal sebagai cadangan, untuk keperluan darurat, pembayaran gaji tentara dan kebutuhan ummat lainnya.
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
16. Pasca Syiria, Sawad (Irak) & Mesir takluk, harta Baitul Mal meningkat: kharaj Sawad = seratus juta dinar, kharaj Mesir = dua juta dinar.
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
17. Baitul Mal berfungsi sebagai pelaksana kebijakan fiskal negara Islam dan Khalifah adalah pihak berkuasa penuh terhadap harta Baitul Mal.
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
18. Namun, khalifah tidak boleh menggunakan harta Baitul Mal untuk kepentingan pribadi. Tunjangan Umar sebagai Khalifah pun tidak naik.
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
19. Gaji Umar per tahun: 5000 dirham, dua stel pakaian dan seekor binatang tunggangan untuk menunaikan ibadah haji. #EkonomiSyariah
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
20. Harta Baitul Mal dianggap sebagai harta kaum muslimin, sedangkan Khalifah dan para amil hanya berperan sebagai pemegang amanah.
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
21. Baitul Mal digunakan untuk menyediakan makanan bagi para janda, anak-anak yatim, serta anak-anak terlantar. #EkonomiSyariah
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
22. Baitul Mal digunakan untuk membiayai penguburan orang-orang miskin; membayar utang orang-orang yang bangkrut. #EkonomiSyariah
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
23. Baitul Mal digunakan untuk membayar uang diyat untuk kasus-kasus tertentu, serta memberikan pinjaman tanpa bunga untuk tujuan komersial.
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
24. Khalifah Umar juga membuat ketentuan bahwa pihak eksekutif tidak boleh turut campur dalam mengelola harta Baitul Mal. #EkonomiSyariah
KomunitasBankSyariah @HasanahCentre
25. Di tingkat provinsi, pejabat yang bertanggung jawab terhadap harta umat bukan gubernur dan mereka mempunyai otoritas penuh.
Load Remaining (5)
Login and hide ads.