1
A. Syukron Amin @syukronamin
1) Sdh menjadi ciri khas, di negara berpenduduk muslim terbesar ini selalu saja ada perbedaan penetapan Ramadan & Idul Fitri.
A. Syukron Amin @syukronamin
2) Adanya perbedaan penetapan awal Ramadan ini berpangkal dari adanya kebebasan bersikap dlm Islam. Hal ini dikenal dg Ijtihad.
A. Syukron Amin @syukronamin
3) Ijtihad yg merupakan keharusan utk berimprovisasi sendiri sdh muncul sejak Rasul msh hidup. Tepatnya dilakukan sahabat Muad bin Jabal
Arie Agung @devils4dvocate
@syukronamin "you can have your own opinion, but you cannot have your own fact" posisi bulan itu ilmu pasti, bukan opini.
A. Syukron Amin @syukronamin
4) Artinya, ijtihad adalah salah satu bukti bhw Islam tdk membolehkan pensakralan pendapat. Ayat & Hadis saja perlu ditafsiri.
A. Syukron Amin @syukronamin
5) Nah, terkait dg perbedaan penetapan awal Ramadan, lagi2 faktornya adalah krn adanya perbedaan perspektif dlm memahami Hadis.
A. Syukron Amin @syukronamin
6) Andaikan cara penetapan awal Ramadan sudah diatur dlm Quran pun, perbedaan tetap akan muncul. Umat lah yg berimprovisasi.
A. Syukron Amin @syukronamin
7) Di antara faktor yg melahirkan perbedaan penetapan awal Ramadan ialah bermula dr Ijtihad dlm memahami Hadis ttg Hilal/Hisab.
A. Syukron Amin @syukronamin
8) Era Rasul, perbedaan penetapan awal Ramadan tdk ada. Krn saat itu hanya ada satu komando. Caranya pun hanya satu yaitu dg ru'yah.
A. Syukron Amin @syukronamin
9) Selama ini, perbedaan dlm memahami/menafsiri Hadis ttg penetapan awal Ramadan & Syawal sepertinya tdk dicari titik temunya.
mahsina se @mahsina_se1
@syukronamin An Nisa 59 hrsnya pakem yg perlu ditaati oleh umat maupun golongan !
A. Syukron Amin @syukronamin
10) Alih2 mencari benang merah antara metode hisab-ru'yah, yg ada di negara kita justru muncul ijtihad2 baru yg lemah dalilnya.
A. Syukron Amin @syukronamin
11) Akibatnya, sejauh ini di Indonesia setidaknya ada 6 metode dlm penetapan awal Ramadan. Yg aslinya hanya 2 ditambah 4 bid'ah.
mahsina se @mahsina_se1
@DedenMD @syukronamin @farisbq krn dari persoalan yg dianggap sepele ini bs dijadikan alat ukur gol.pengikut utk PEMETAAN politik kekuasaan
A. Syukron Amin @syukronamin
14) IMHO, perbedaan metode penetapan awal Ramadan itu sebenarnya bisa dicarikan titik temunya jika semua pihak tdk fanatik.
A. Syukron Amin @syukronamin
15) Titik temu yg bisa ditawarkan utk mengatasi problem klasik tsb ialah kita dpt mencontoh negara2 Arab dlm penentuan awal Ramadan.
A. Syukron Amin @syukronamin
16) Di Timteng, Ormas tdk berhak menentukan penetapan awal Ramadan. Ulil-amri (pemerintah) lah yg berwenang memutuskan. Ini mutlak.
mahsina se @mahsina_se1
AnNisa 59"@syukronamin: 16)Ormas tdk berhak tentukan penetapan awal Ramadan. Ulil-amri (pemerintah) lah yg berwenang memutuskan. Ini mutlak.
mahsina se @mahsina_se1
An Nisa 59 "@arfibambani: @syukronamin Yakin, Mas? Jangan karena NU yang berkuasa lho. Zaman Soeharto, NU yang protes melulu. Hehehe..."
mahsina se @mahsina_se1
"@syukronamin: 17) Dgn mencontoh negara2 Arab dlm penetapan awal Ramadan ini bukan soal Arabisasi, tp demi kemaslahatan dan ukhuwah."
A. Syukron Amin @syukronamin
18) Acuan dasar mentaati pemerintah (Badan Hisab & Rukyah Kemenag) dlm hal penetapan awal Ramadhan ini qath'i (fixed).
mahsina se @mahsina_se1
Biasanya tidak ( >͡ .̮ Ơ̴͡ ) "@ChristianSHIP: @syukronamin MU entar hadir di sidang isbat tdk ya tadz?"
A. Syukron Amin @syukronamin
19) Era Rasul hingga Tabi'-tabi'in, kelompok masyarakat (kabilah) tdk berhak memutuskan awal Ramadan. Jadi ini soal manajerial.
mahsina se @mahsina_se1
"@syukronamin: 20) Namun demikian, jika ada pihak2 yg memilih utk tdk mengikuti isbat (ketetapan) pemerintah, sebaiknya tetap kita hormati."
Load Remaining (13)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.