3
Ryu Hasan @ryuhasan
Setelah tembakau (nikotin) dan alkohol, obat nomer 3 yang paling sering disalah gunakan adalah mariyuana alias ganja
Ryu Hasan @ryuhasan
Mariyuana (ganja) adalah nama yg lazim diberikan kpd daun dan bunga yg dikeringkan dari tanaman Canabis sativa, semacam pohon rami.
Ryu Hasan @ryuhasan
Kurang lebih 2 juta orang amrik mengonsumsi mariyuana setiap bulannya. Mode umumnya mengisap daunnya dlm bentuk lintingan.
Ryu Hasan @ryuhasan
Tapi mariyuana sebetulnya juga efektif bila dimakan, sebagai tambahan sayur atau minyaknya dipakai dalam kue brownies coklat dsb.
Ryu Hasan @ryuhasan
Efek psikoaktif mariyuana utamanya karena THC (delta-9-tetrahydrocannabunol). Tapi ada sekitar 80 bahan lain di daun ganja yg befek sama.
Ryu Hasan @ryuhasan
Praktek merokok daun Cannabis sativa dan kata "marijuana" dikenalkan ke AS bagian selatan pada awal abad ke 20.
Ryu Hasan @ryuhasan
Mariyuana makin lama makin populer di amrik terutama pada kelompok2 terententu, pemusik misalnya. Dan mitos horor tentang daun ini dimulai.
Ryu Hasan @ryuhasan
Mitos horor bermula pada sebuah artikel di koran New Orleans, yg memaparkan "ancaman mariyuana" yg dengan cepat diikuti koran2 amrik yg lain
Ryu Hasan @ryuhasan
Di koran2 seantero amrik saat itu menceritakan mariyuana bisa membuat orang menjadi kriminal dan bahkan jadi gila. Tanpa dasar bukti apapun.
Ryu Hasan @ryuhasan
Di banyak negara bagian AS, mariyuana scr hukum diklasifikasikan sbg narkotika (opiat). Padahal mariyuana sama sekali berbeda dg narkotika
Ryu Hasan @ryuhasan
Hasil representasi yg keliru terhadap mariyuana akibat kelatahan media masa amrik saat itu adalah diloloskannya UU anti maryuana.
Ryu Hasan @ryuhasan
Mengklasifikasikan UU mariyuana sebagai narkotik sama artinya meloloskan UU bahwa hijau adalah merah, tapi UU itu masih berlaku sampai skrg.
Ryu Hasan @ryuhasan
Apa bahaya mariyuana bagi kesehatan? Ini yg sulit dijawab. Krn klaim2 meyakinkan atas bahaya mariyuana sejauh ini jumlahnya sgt terbatas
Ryu Hasan @ryuhasan
Potensi kecanduan mariyuana memang riil, tapi sangat rendah. Kebanyakan org menggunakannya sewaktu masih muda dan berhenti saat usia 40an
Ryu Hasan @ryuhasan
Tetapi para ahli sepakat: penggunaan mariyuana secara berat dan jangka panjang pun efeknya jauh lebih ringan ketimbang tembakau dan alkohol!
Ryu Hasan @ryuhasan
Dan, meskipun alkohol dan (apa lagi) tembakau jauh lebih berbahaya secara kesehatan ketimbang mariyuana, kedua barang itu justru dilegalkan
Ryu Hasan @ryuhasan
Sebenarnya bahan aktif THC itu sendiri memiliki efek terapeutik, memberikan manfaat sebagai pengobatan medis.
Ryu Hasan @ryuhasan
Mariyuana juga diketahui sebagai pemblokir kejang yang sangat efektif terutama pada penderita epilepsi, melebarkan bronkus penderita asma...
Ryu Hasan @ryuhasan
Mariyuana bisa mengurangi keparahan glaucoma, mengurangi kecemasan, menaikkan nilai ambang reseptor nyeri sehingga efektif mengurangi nyeri
Ryu Hasan @ryuhasan
Sejak awal 1990an,THC sdh digunakan secara luas untuk menekan mual dan muntah pada penderita kanker & merangsang nafsu makan penderita AIDS.
Ryu Hasan @ryuhasan
Cara pandang dunia medis tentang mariyuana berubah total pada awal 1990an ketika ditemukannya 2 reseptor THC di otak: CB1 dan CB2.
Ryu Hasan @ryuhasan
Timbul pertanyaan: mengapa ada reseptor THC di otak? Hampir tidak mungkin otak kita ini berevolusi untuk memediasi efek2 menghisap mariyuana
Ryu Hasan @ryuhasan
Teka teki itu dalam waktu yg tidak terlalu lama terjawab dengan ditemukannya sebuah golongan neurotransmiter canabinoid endogen tahun 2004
Ryu Hasan @ryuhasan
Neurotransmiter endocannabinoid pertama yg diisolasi diberi nama "anandamide" yang berarti "internal bliss" alias "kebahagiaan batin"
Ryu Hasan @ryuhasan
CB1 merupakan reseptor terkait protein-G yg paling menonjol di otak. CB2 ditemukan di batang otak dan sel2 sistem imunitas kita!
Load Remaining (4)

Comment

Login and hide ads.