4
Peziarah @eae18
1. Jadi begini ya. Kenapa kita harus menulis Allah, Kalbu, Salat, Bukan Alloh, Qolbu dan Sholat. Ini terkait soal lafaz dan transliterasi
Peziarah @eae18
2. Kaidah bahasa Arab, lafaz itu suara yang terdiri dari beberapa huruf abjad Arab (asshoutul musytamilu ‘ala ba’dhil hurufil hijaiyyah).
Peziarah @eae18
3. Artinya lafaz itu suara, bukan aksara atau huruf. Jadi kalau Anda bilang Alloh itu masuk dalam kategori pelafazzan bukan penulisan
Peziarah @eae18
4. Tentu jika kita bicara itu ikuti pelafaazan. Misalnya kita menulis salat tapi diucapkan sholat. Allah kita bilang Alloh.
Peziarah @eae18
5. Huruf Arab itu, vokal (o) diperlihatkan dg huruf ‘Wau’. Vokal (a) dG huruf ‘Alif’ atau syakal Fathah (gurat di atas huruf).
Peziarah @eae18
6. Nah tulisan Allah ditulis dg syakal Fathah. Jika ditransliterasikan ke dalam aksara Latin, maka harus ditulis Allah. Gitu loh.
Peziarah @eae18
7. Kalau Anda mau tulis Alloh itu terjadi jika setelah huruf Lam diikuti huruf Wau. Tapi bacanya harus Allouh. Nah luh, bingung, bingung deh
Peziarah @eae18
8. Maka ada beberapa orang yg marah ke saya dan mendoakan saya mati gara-gara tulis kalbu bukan qolbu, itu ya harus belajar bahasa dulu
Peziarah @eae18
9. kalbu الكلب kalau kita menulis dalam Bahasa Arab, artinya anjing. Tp Anda menulis dlm kaidah Bahasa Indonesia, ya kalbu dong. Paham kan?
Peziarah @eae18
10. Masih bnyk contoh lain. Kata berlafal (o) pakai syakal fathah. Contoh thaharah (toharoh), hurairah (hurairoh),shadaqah (sodakoh)
Peziarah @eae18
11. Jadi kalau evaluasi tulisan orang, kita harus punya arsenal soal perbendahaan kata dan asal usul huruf. Tanya lbh baik daripada marah2

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.