Kajian Energi @HMTM_PATRA mengenai Kebijakan Subsidi BBM

Subsidi BBM yang seakan telah meninabobokan masyarakat Indonesia | Berikut tweet temen ane @prsetyoaditya mengenai kajian energi @HMTM_PATRA yang membagi informasi mengenai kebijakan subsidi BBM.
0
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Selamat Malam! Kajian Energi @HMTM_PATRA Ingin sedikit share informasi mengenai Kebijakan Subsidi BBM
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Terlepas dari existing condition tentang APBN, RAPBN-P, atau inflasi yang terjadi. (1) #KEPatra
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Secara fundamental kebijakan ini bisa disebut sdh irrelevant. Kenapa? Mari kita bahas satu-persatu! #KEPatra
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Sebelumnya saya ingin sedikit berbicara mengenai kondisi lifting, konsumsi, dan kontrak pada migas (3) #KEPatra
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Untuk saat ini, Lifting Indonesia sekitar 840 ribu barrel oil per day (selanjutnya disebut BOPD) #KEPatra
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Sedangkan kebutuhan BBM kita sekitar 1,4 Juta Barrel konsekuensi logis kita harus memenuhi sisanya Impor dari Luar Negeri #KEPatra
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Perlu diingat bahwa lifitng kita 840 BOPD blm termasuk pengurangan dr sistem kontrak kita PSC (Production Sharing Contract) (con't) #KEPatra
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Dan juga Cost Recovery, setelah terkena potongan tersebut minyak mentah bersih hasil lifitng kita "hanya" sekitar 600 BOPD #KEPatra
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Oleh karena itu kita harus mengimpor kira2 sebesar 800-900 BOPD. Itulah kenapa ini sangat membebani negara #KEPatra
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Dan ini bagaimana sistem bagi hasil kita menggunaakan PSC #KEPatra http://t.co/Mul21GWEQm
 Expand pic
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Setelah mengetahui basic2 dari sistem lifting, konsumsi, dan kontrak migas di Indonesia. #KEPatra
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Mari kita bahas alasan fundamental mengapa kebijakan subsidi BBM dikatakan sudah irrelevant dan cacat #KEPatra
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Terlepas dari kondisi sekarang tentang APBN dan inflasi #KEPatra
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Pertama, apa benar kebijakan ini lebih berpihak pada rakyat kecil? Ternyata tidak. #KEPatra
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Kebijakan ini justru lebih membantu warga kelompok menengah atas yang sudah berkecukupan karena memiliki kendaraan pribadi #KEPatra
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2010 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan (cont'd) #KEPatra
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Bahwa 40% masyarakat menengah ke bawah hanya mendapatkan manfaat sebesar 13,92% dari subsidi BBM #KEPatra
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Yang paling menikmati manfaat dari subsidi BBM adalah 20% orang paling kaya di Indonesia dengan bagian sebesar 48,44% #KEPatra
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Dapat dikatakan bahwa subsidi BBM yang diberikan tidak tepat sasaran. #KEPatra
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Hasil pemotongan subsidi itu dapat dipakai u/ membiayai berbagai program pengentasan kemiskinan #KEPatra
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Lebih dinikmati oleh rakyat menengah kebawah. Sekadar share proporsi penggunaan BBM hsl SUSENAS 2010 olh BPS #KEPatra http://t.co/qDvmpzOtuh
 Expand pic
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Kedua, Dengan pengurangan subsidi BBM menjadikan masyarakat lebih hemat dan juga ramah untuk lingkungan. #KEPatra
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Harga Premium dan Solar yang jauh lebih murah dari semestinya mendorong orang boros dan ceroboh mengkonsumsi BBM. #KEPatra
Aditya Prasetyo @prsetyoaditya
Subsidi BBM mendorong perilaku konsumtif di masyarakat disamping minyak sebagai fuel energy bukanlah renewable energy. #KEPatra
Load Remaining (55)
Login and hide ads.