KEGAGALAN KB UNTUNGKAN KAPITALIS ROKOK

Sudah banyak para ahli yang menulis ttg perlunya negara berpenduduk banyak spt Indonesia melakukan pengendalian penduduk, melalui KB. Kisah sukses KB dimulai di era Soeharto, dimana melalui mesin propagandanya, Departemen Penerangan, KB sempat membangun habitus baru: 'dua anak cukup', dari semula 'banyak anak banyak rejeki'. Read More
0
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Pertumbuhan Penduduk Dunia Lampaui Prediksi http://t.co/h3YXvlyORl <- para kapitalis rokok sdh berhitung potensi pasar dari sini
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Boleh dikata, kapitalis rokok itu anti KB, krn akan mengurangi pangsa pasar konsumen, terutama anak2 muda.
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Tdk hanya itu, makin tinggi jumlah dan kepadatan penduduk, tingkat kemiskinan makin meningkat, krn resource scarcity.
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Ini pengaruh kpd pendidikan yg bisa diakses oleh penduduk miskin.Krn pendidikan rendah, penduduk miskin hanya bisa kerja dgn keahlian dasar.
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Baca jg Opini di Kompas bbrp hari yg lalu dgn judul "Liberalisasi Jasa di ASEAN". Sektor jasa dgn keahlian rendah cukup disuplai lulusan SD.
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Mnrt opini tsb, maaf lupa penulisnya, RI "unggul" di sektor ini: perburuhan, sektor jasa informal, dan sejenisnya. Miris ya? Enggak?
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Smtr di sektor jasa keahlian, RI sedikit bersaing dgn neg2 ASEAN lain, yakni di jasa kedokteran dan akuntan, krn RI kekurangan tenaga ini.
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Utk nguber ketertinggalan td, penulis sarankan 2 hal, yakni kerjasama pendidikan dgn neg2 ASEAN yg sdh maju pendidikannya.
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Yg kedua, RI bikin semacam pembatasan profesi yg boleh dan tdk boleh diliberalisasi. Utk profesi2 dimn RI unggul, boleh diliberalisasi.
Ganyang HTI! @rizieqdivist
RI unggul di sektor keahlian dasar yg didominasi buruh dgn level pendidikan rendah, tapi UU perburuhan membuat investor mikir2 mau invest.
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Smtr ekonomi ASEAN bergerak menuju kgtn yg butuh keahlian/pendidikan tinggi, tapi pendidikan RI tdk fokus kpd penguasaan sains/teknologi.
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Ditambah lemahnya kepastian hukum di RI, maka makin sempurna sudah penderitaan neg ini dlm menghadapi persaingan di area ASEAN saja.
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Di kolom yg sama bulan April lalu, Anwar Nasution, jg sdh mensinyalir kelemahan2 RI. Tulisannya berjudul "Kalah Bersaing di ACFTA"
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Tdk jelasnya keberpihakan politik ekonomi RI jd biang yg semakin memperpuruk dan melahirkan defisit perdagangan, mis: dibukanya keran impor.
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Dibukanya keran impor diduga krn upaya2 makelar ekonomi-politik yg berperan aktif pengaruhi kebijakan misalnya pangan di RI. #sapi #mbako
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Dgn terbukanya kasus makelar #sapi, rakyat jd makin tahu bgmn import dilakukan bkn krn analisis data yg benar, tp data yg disuplai makelar.
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Intinya, permainan dagang politik ini bisa mempengaruhi suplai dan demand rakyat thd suatu komoditas, bkn krn itung2an kebutuhan yg benar.
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Kembali ke topik. Jumlah penduduk RI yg sdh tinggi ini,jk tdk dikendalikan bs berakibat fatal. Bayangkan mslh2 spt perumahan, pendidikan,dll
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Guru2 dituntut profesional,tapi terkendala dgn jumlah murid yg tdk sebanding dg jumlah guru. Muridnya terlalu banyak,krn ortunya gak mau KB.
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Akses penduduk ke pekerjaan/sekolah semakin jauh, krn harga rumah yg deket dgn kantor/sekolah makin tdk terjangkau.
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Akibatnya, perumahan merambah lahan produktif spt sawah, kebun, dll. Dlm jk panjang dpt menimbulkan rawan pangan (justifikasi impor).
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Masy jd semakin tdk nyaman, krn muncul kerawanan sosial. Stress memicu peningkatan konsumsi rokok, krn rokok memberikan sensasi escapisme.
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Ledakan penduduk yg tdk terkontrol akan membebani keuangan neg, khususnya kesehatan selain sandang-pangan-papan.
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Dgn 'keterbatasan' pendidikan, mayoritas penduduk akan isi segmen2 produksi yg bersifat labor-intensive. Pabrik rokok lagi2 menawarkan itu.
Ganyang HTI! @rizieqdivist
Pabrik rokok menawarkan pekerjaan labor intensive/low-skill: buruh linting di pabrik, pertanian di lahan kebun tembakau, agen di distribusi
Load Remaining (26)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.