0
apoteker peduli @apotecare
apakah @dr_tjiptaning berkenan untuk menyuruh Kementrian Kesehatan bicara ke publik soal INA-CBGs? publik sudah jauh mispersepsi
apoteker peduli @apotecare
Apakah Pak @poempida berkenan untuk mengingatkan Kemetrian Kesehatan bicara ke publik soal INA-CBGs? publik sudah terlanjur mispersepsi Pak
apoteker peduli @apotecare
1. Saya coba jelaskan beberapa hal tentang INA-#CBGs walaupun yang seharusnya paling bertanggungjawab menjelaskan ini adalah @puskomdepkes
apoteker peduli @apotecare
2. #CBGs (Casemix Base Groups) adalah pola pembayaran fasilitas kesehatan yang mengacu pada DRG (diagnostic-related groups)
apoteker peduli @apotecare
3. #CBGs adalah sistem pembayaran prospektif (di muka), dimana nilai bayaran ditentukan dari awal pasien ditegakkan diagnosa
apoteker peduli @apotecare
4. Jadi, ketika pasien sudah ditentukan penyakitnya apa maka saat itulah nilai pembayarannya dipastikan #CBGs
apoteker peduli @apotecare
5. Contoh, seseorang masuk RS, kemudian dokter mendiagnosa sbg Infeksi Thypoid, mk didapat nilai bayaran fix Rp. 1,5 juta (misalnya) #CBGs
apoteker peduli @apotecare
6. Rp 1,5 juta itu sdh tmsuk semua biaya yg harus dikeluarkan (obat, jasa medis, akomodasi RS, bahan habis pakai, penunjg diag..dsb) #CBGs
apoteker peduli @apotecare
7. Rumah sakit dan tim medis harus memikirkan agar uang Rp 1,5 juta itu cukup untuk pengobatan pasien thypoid tsb #CBGs
apoteker peduli @apotecare
8. Cukup atau tidaknya alokasi biaya yg ditetapkan menentukan besar atau kecil-nya insentif medis yg akan diterima #CBGs
apoteker peduli @apotecare
9. Apa dasar Rp 1,5 juta tersebut? Data itu diolah secara statistika dengan mengacu pada pola pengobatan yg ikuti clinical pathway #CBGs
apoteker peduli @apotecare
10. Selama pengobatan mengacu pengobatan berlangsung sesuai clinical pathway, maka uang tersebut PASTI cukup, tmsk utk insentif medis #CBGs
apoteker peduli @apotecare
11. Nah, sekarang mengapa RS provider #KJS menganggap #CBGs itu membayar murah? Kita akan bahas @dokter_prima @abang_jamal @drMetiMetiani
apoteker peduli @apotecare
12. Pangkal masalahnya adlh RS tsbt belum bisa mengubah mindset dari sebelumnya pembayaran fee for services mjd pembayaran prospektif #CBGs
apoteker peduli @apotecare
13. Selama ini RS terlalu dininabobokkan dg pola pembayaran fee for services (FFS), bayaran ditentukan banyak/berat tindakan #CBGs
apoteker peduli @apotecare
14. Pada FFS, tidak ada tanggungjawab RS untuk melakukan pengobatan scr efektif dan efisien, karna semua yg dilakukan akan dibayar #CBGs
apoteker peduli @apotecare
15. Pada FFS, makin banyak penggunaan alat diagnostik (laboratorium, radiologi) maka makin cepat investasi RS kembali #CBGs
apoteker peduli @apotecare
16. Kecenderungan memperbanyak pemakaian alat diagnosa di luar kebutuhan ini lazim dlm FFS, karna smua pasti dibayar kan? #CBGs
apoteker peduli @apotecare
17. Fenomena itu dikenal dg supply induce demand, adanya alat kesehatan (diagnosa/terapi) baru maka penggunaannya akan meningkat tjm #CBGs
apoteker peduli @apotecare
18. Juga pada FFS, peresepan obat cenderung tak terkendali, dan yg mengendalikan peresepan adalah perusahaan farmasi. Ini FAKTA! #CBGs
apoteker peduli @apotecare
19. Perusahaan farmasi mll detailment-nya mengendalikan penulis resep untuk meresepkan apa yg mrk mau, bukan apa yg pasien butuh #CBGs
apoteker peduli @apotecare
20. Karenanya banyak obat yg tidak ada bukti klinis masih laku diresepkan di RS2 kita. Itulah hebatnya RS di Indonesia #CBGs
apoteker peduli @apotecare
@inprodic @dr_adjie @PartaiSocmed kemana aja Bro? Sudah ribut nih dengan "Binatang INA-CBGs" yang diributkan Anggota DRPD DKI #CBGs
apoteker peduli @apotecare
@inprodic @dr_adjie @PartaiSocmed kemana aja Bro? Sudah ribut nih dengan "Binatang INA-CBGs" yang diributkan Anggota DRPD DKI #CBGs
Load Remaining (55)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.