Hikmah Isra' Mi'raj, Percaya Pada Berita Allah by @syarifbaraja

Pelajaran penting Isra' Mi'raj: Percaya pada berita Allah meski tak bisa dicerna oleh akal.
0
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
1. Ada satu hikmah isra’ mi’raj yang sering terlewat dari pembahasan kita selama ini.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
2. Sudahkah kita bersemangat menggali hikmah-hikmah Isra’ mi’raj? Atau hanya semangat perayaan dan makan2 saja?
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
3. Pelajaran itu adalah: kita harus percaya pada berita-berita Allah, meski tidak bisa dicerna oleh akal.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
4. Isra’ mi’raj adalah sebuah peristiwa luar biasa yang tidak dapat dicerna oleh akal manusia. Mengapa kita percaya?
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
5. Kita percaya, karena berita tentang isra’ mi’raj datang dari sumber yang valid, yaitu Allah dan RasulNya.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
6. Iman pada Isra dan Mi'raj, simbol ketundukan akal terhadap peristiwa2 luar biasa yg diceritakan oleh syareat.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
7. Kaum Quraisy tidak menerima berita Nabi Muhammad tentang peristiwa isra' dan mi'raj, karena tidak masuk akal.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
8. Menolak berita Allah dg akal, sama dengan perbuatan kaum Quraisy yg menolak isra' mir'aj karena tidak sesuai logika.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
9. Apakah iman kita pada Allah bergantung pada akal dan logika?
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
10. Apakah kita mau percaya pada berita Allah hanya jika sesuai dengan akal kita?
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
11. Jika kita hanya percaya pada berita Allah yang sesuai akal, apakah kita bisa disebut beriman pada Allah?
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
12. Atau kita lebih layak disebut beriman pada akal? Karena kita jadikan akal sebagai ukuran.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
13. Orang yang beriman pada Allah tidak menjadikan akal sebagai ukuran untuk menerima atau menolak berita wahyu.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
14. Yang menjadi ukuran untuk menerima dan menolak adalah: apakah itu benar dari wahyu?
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
15. Jika benar dari wahyu, maka orang beriman akan menerima. Meski tak masuk akal.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
16. Seperti Abubakar As Shiddiq yang langsung percaya cerita isra’ mi’raj. Langsung percaya, tanpa berpikir & bertanya.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
17. Kata Abubakar: Jika dia (Nabi) telah mengatakannya, maka dia telah berkata benar. -Allahumma Shalli wasallim-
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
18. Abubakar mengajarkan kepada kita sebuah kaedah: jika benar itu dari wahyu, maka kita harus percaya.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
19. Mengapa akal tidak bisa jadi ukuran bagi hal-hal ghaib?
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
20. Akal adalah menerima informasi dari indera kita. Dari penglihatan, pendengaran, peraba dan perasa, dan penciuman
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
21. Apakah akal bisa mencerna yang tidak pernah ditangkap oleh indera kita?
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
22. Apakah manusia bisa menggambar sesuatu yang benar-benar baru, yang belum pernah dilihat sebelumnya?
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
23. Takkan pernah bisa, manusia hanya bisa menggambar sesuatu yang pernah dilihatnya. Dari situ membuat modifikasi.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
24. Sedangkan hal yang ghaib disebut ghaib, karena tidak bisa dilihat oleh manusia.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
25. Kaum Quraisy tidak pernah melihat orang bepergian jauh dalam waktu yang singkat. Maka mereka menolak isra' mi'raj.
Load Remaining (44)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.