2
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
1. Beberapa kali dalam kultwitku aku membahas suatu topik sembari menyebut kata "Mayoritas".
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
2. Semisal suara mayoritas (voice majority, Jumhur) kala membahas madzhab fiqih, atau kelompok mayoritas (assawad al-a'dzom) soal tasawwuf
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
3. Yg membuatku sedikit terkejut adalah pernyataan bahwa "mayoritas belum tentu benar", atau "suara mayoritas tidak mewakili kebenaran".
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
4. Kalimat ini, bisa jadi benar. Namun bagi pemerhati bahasa,kalimat ini masih sangat nisbi sekali,jadi harus dijelaskan mayoritas yg gmana?
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
5. Sebelumnya yg harus tweep ketahui, jika aku sebut kata mayoritas (yg aku nukilkan dari referensi2 valid), maka harus dipaham bahwa...
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
6. ...mayoritas di sini adalah mayoritas ummat ini secara global sedunia, bukan mayoritas di suatu negara saja, atau mayoritas ummat lain.
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
7. Maka kata "mayoritas belum tentu benar", atau "suara mayoritas (ummat islam sedunia) belum tentu benar", jika digunakan sbagai argumen..
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
8. ... Untuk menyalahkan mayoritas dalam ummat ini (secara global), maka tentu saja salah dan tidak benar.
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
9. Karena suara mayoritas ummat ini telah mendapatkan jaminan perlindungan dari syariat (hasonah/ishmah syar'iyyah)
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
10. Dan itu terdapat dalam Qur'an 4:115 dan hadits Nabi yg berbunyi "laa tajtami'u ummati ala dholalah". (HR. Tirmidzy).
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
11. Bahwa mayoritas ummatku tidak akan berkumpul dalam kesesatan. Di hadits lain ada tambahan, Yadullah ma'al jamaah..
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
12. Bahwa perlindungan dan rahmat Allah terdapat dalam kebersamaan. Makanya di hadits lain Nabi bilang "alaikum bis sawad al-a'dzom".
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
13. Arti bebasnya, ikut kelompok mayoritas dalam ummat ini, jangan yg minoritas, dilempar ke neraka nanti (man syaddza syuddza fin nar)
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
14. Maka jika ada kelompok minoritas (yg kecenderungannya selalu membuat pecah, suka geger, suka menyalahkan), apapun jenis minoritas itu..
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
15. ..menggunakan argumen "mayoritas belum tentu benar", untuk menyalahkan kelompok mayoritas dalam ummat ini...
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
16. ...artinya dia melakukan kesalahan dalam beberapa hal sekaligus; pertama dia menabrak ayat dan hadits yg menjamin suara mayoritas ummat
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
17. Kedua, jelas sekali bahwa banyak hadits2 dan ayat penting yg tidak dipahami dg baik olehnya (gitu ngajaknya kembali ke qur'an & sunnah)
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
18. Ketiga, sangat jelas dia tidak paham Ushul fiqh (khususnya bab Ijma'), dan jelas sekali dia tidak paham ilmu Fiqh Tahawwulat
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
19. Maka tentu saja jika argumen itu digunakan untuk menjegal dalil2 mayoritas, sejak awal telah tertolak secara ilmiah.
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
20. Sayangnya argumen2 palsu ini (termasuk argumen "ini tidak dilakukan Nabi") begitu gencar diracunkan pada tatacara berpikir ummat.
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
21. Akhirnya tentu yg timbul adalah perpecahan dan kekacauan, belum lagi dalil salah tempat yg mereka pakai semisal hadits "Ghuroba' "..
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
22. Gimana tweeps? Sangat teknis sekali ya? Tapi ini harus dipahami dg baik sebab banyak hal2 pemicu keraguan yg saat ini ditebar di mana2
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
23. Maka perisai dan senjata ilmu adalah segalanya. Atau kalau tidak punya, ikuti saja ulama2/kyai tua di tempatmu..
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
24. Mereka itu dari generasi yg masih belum ada kekacaubalauan informasi seperti saat ini. Meski dibilang jadul, paling selamat ikut mereka.
Awy' A. Qolawun @awyyyyy
25. Moga mencerahkan... Selamat malam..

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.