1
Tweet Militer @tweetmiliter
Charlie akn membwakn kultwit ttng "Penyergapan F/A-18 Hornet Asing oleh Hawk TNI AU dan F/A-18 Hornet Asing terbang rendah di Lanud El Tari"
Tweet Militer @tweetmiliter
Pada 16 September 1999 di Lanud El Tari Kupang, NTT, disiapkan 2 pespur Hawk 209, 1 Hawk 109, & 3 pespur propeler OV-10 Bronco
Tweet Militer @tweetmiliter
Kegiatan berjalan seperti biasa pada hari itu, penerbang Hawk dipersiapkan utk menggelar CAP sbg inti Operasi Pertahanan Udara “Elang Jaya”
Tweet Militer @tweetmiliter
Dalam flight plan, dtentukan Kapten (Pnb) Azhar Aditama sbg tactical lead dgn wing man Mayor (Pnb) Henry Alfiandi & Lettu (Pnb) Anton Mengko
Tweet Militer @tweetmiliter
Azhar akan menerbangkan Hawk-209 TT-1207. Sedangkan Henry dan Anton menggunakan Hawk-100 versi tandem TL-0501
Tweet Militer @tweetmiliter
Persis pukul 08.45 Wita, mesin kedua pesawat dinyalakan dan segera lepas landas
Tweet Militer @tweetmiliter
Pesawat membumbung dengan formasi sejajar (take spread) hingga ketinggian 10.000 kaki,
Tweet Militer @tweetmiliter
mengarah ke tenggara (225 derajat) menuju batas FIR (flight information region) Darwin
Tweet Militer @tweetmiliter
Saat mendekati FIR, Azhar mengontak Satuan Radar (Satrad) 251 yang mengoperasikan radar jenis ground control interception (GCI)
Tweet Militer @tweetmiliter
Saat Mayor Haposan melaporkan situasi di udara menurut pantauan radar, jam menunjukkan pukul 09.15. Masih dalam posisi sejajar,
Tweet Militer @tweetmiliter
kedua pesawat terbang menyusuri FIR menuju arah pulau Roti, sekitar 80 mil dari El Tari
Tweet Militer @tweetmiliter
Cepat sekali, mendadak Azhar dikagetkan oleh laporan Haposan
Tweet Militer @tweetmiliter
Satrad menangkap dua pesawat tidak dikenal melewati 10 mil dari batas FIR Darwin di ketinggian 8.000 kaki dengan kecepatan 160 knot
Tweet Militer @tweetmiliter
Begitu pelannya, Azhar dan rekannya menduga paling helikopter
Tweet Militer @tweetmiliter
Jarak antara Hawk dan ‘tamu tak diundang’ 97 mil, dengan heading 108 derajat dari Satrad
Tweet Militer @tweetmiliter
“Artinya mengarah ke lurus ke Satrad dari selatan,” jelas Kapten Azhar
Tweet Militer @tweetmiliter
Karena posisinya mencurigakan, Satrad memerintahkan Hawk mendekati target
Tweet Militer @tweetmiliter
Hawk naik ke 20.000 kaki dengan terus dipandu oleh radar karena dalam jarak tersebut, radar Hawk belum bisa menangkap posisi target
Tweet Militer @tweetmiliter
Radar melaporkan lagi, bahwa jarak mereka mengecil jadi 40 mil
Tweet Militer @tweetmiliter
Mungkinkah Hawk di-jamming? Karena makin mencurigakan, Hawk meminta Satrad untuk terus menuntun hingga mendekati sasaran
Tweet Militer @tweetmiliter
Setelah jarak menjadi sangat dekat, 10 mil, naluri tempur Azhar mulai bekerja
Tweet Militer @tweetmiliter
Dihidupkannya switch air combat manouver (ACM), agar radar rudal bekerja
Load Remaining (49)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.