0
Tweet Militer @tweetmiliter
Kembali akan mengisahkan kisah heroik TNI pada masa darurat militer Aceh. Kali ini dari Korps Marinir.
Tweet Militer @tweetmiliter
Cerita ini berdasarkan pengalaman tempur Serka (Mar) Hidayat mempertahankan pos marinir dari serangan GAM
Tweet Militer @tweetmiliter
Pengalaman penugasan itu kini hanya mampu dikenangnya dari atas kursi roda. Bagian tubuhnya terluka terkena granat yang dimuntahkan GAM
Tweet Militer @tweetmiliter
16 Maret 2002 Serka Hidayat bersama rekan satu posnya hendak Sholat Jumat di masjid sekitar pos yang tidak jauh dari pemukiman pemduduk
Tweet Militer @tweetmiliter
Sesaat sebelum sholat, di dlm masjid serka Hidayat melihat kemunculan beberapa orang asing yang gelagatnya mencurigakan
Tweet Militer @tweetmiliter
Pengalaman militernya yang sudah 3x ikut tugas tempur di Aceh, menghasilkan kesimpulan bahwa mereka anggota GAM.Ia dan rekan2nya mjd waspada
Tweet Militer @tweetmiliter
Usai sholat ia kembali berjumpa bbrp org asing..naluri prajuritnya muncul "mereka GAM dan sesaat lagi pasti akan terjadi kontak"
Tweet Militer @tweetmiliter
Tiba di pos ia berpesan kpn rekan2nya agar waspada akan kemungkinan serangan GAM, namun peringatan dini ini tidak begitu diperhatikan
Tweet Militer @tweetmiliter
Sebagian besar rekannya menganggap kekhawatirannya itu biasa karena mereka sudah sering mengalami kontak tembak skala kecil maupun besar
Tweet Militer @tweetmiliter
Serka Hidayat berjalan menuju fieldbox.ia menjumpai 3 anggotanya kurang siaga dg duduk ngobrol membelakangi area depan yg seharusnya diawasi
Tweet Militer @tweetmiliter
Saat itu menjelang petang..Serka Hidayat belum beranjak dari fieldbox bersama 3 anggotanya. Ada sesuatu firasat yang memaksanya bertahan
Tweet Militer @tweetmiliter
Serka Hidayat meraih teropong dan matanya kemudian mengawasi arealpersawahan."Aman san?" Tanya pratu Dahris|"smntara iya"jawab serka Hidayat
Tweet Militer @tweetmiliter
Serka Hidayat kemudian menyerahkan teropong kepada Pratu Dahris. Tiba2 matanya melotot melihat perubahan pemandangan didepannya
Tweet Militer @tweetmiliter
Pematang sawah yang tadinya kosong muncul kepala2 manusia dan mencuat senjata2 laras panjang. "GAM!! Teriak Dahris. Kemudian "BLARR..!!!
Tweet Militer @tweetmiliter
Sebuah granat meledak didalam fieldbox.sebagian serpihan granat menancap di tubuh mereka. "Musuh!! balas tembakan"!! Teriak Serka Hidayat
Tweet Militer @tweetmiliter
Hidayat membalas tembakan diikuti 2 rekannya yg salah satunya membawa senapan mesin. Kontak tembak terjadi dan berlangsung sengit
Tweet Militer @tweetmiliter
Bbrp marinir yg sdg tdk brtugas berlarian ke pos utk mengambil senjata. bbrp merayap ke depan utk memberi bantuan tembakan.
Tweet Militer @tweetmiliter
Sebagian menghubungi Pos Komando Marinir untuk melaporkan penyerangan dan meminta bantuan. Kekuatan GAM ± 50 orang.
Tweet Militer @tweetmiliter
Di dlm fieldbox sersan Hidayat dan ketiga anggotanya tetap melakukan perlawanan sengit.Beberapa GAM tersungkur terkena tembakan mereka
Tweet Militer @tweetmiliter
Pertempuran semakin gencar.GAM berusaha merangsek maju, sedangkan Hidayat dan rekannya berusaha mati2an mempertahankan pos. Namun tiba2..
Tweet Militer @tweetmiliter
"Munisi habis!! Teriak penembak senapan mesin.| "Duancuk"!! Jangan berteriak! Damprat Hidayat "Pakai munisi SS-1"perintahnya kpd anggotanya
Tweet Militer @tweetmiliter
Selanjutnya ia kembali memuntahkan peluru dg kombinasi 1-1 atau 2-2 ke arah GAM. Kemudian ia merasakan sesuatu yg membuat pinggangnya sakit
Tweet Militer @tweetmiliter
Ledakan granat telah mengoyak sebagian pinggang dan kakinya.Namun ia pantang menyerah,sambil berteriak memacu semangat bertempur anggotanya
Tweet Militer @tweetmiliter
Semangat mereka luar biasa, namun dg badan yg terluka parah merekapun akhirnya terjungkal roboh didlm fieldbox sambil memeluk SS-1 masing2.
Load Remaining (6)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.