1
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Saya bukan org yg respect terhadap Irshad Manji, namun biar bagaimanapun kekerasan terhadap penyuaraan pemikiran tak bs diterima
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Konflik interpretif dalam sebuah tradisi tak akan bs dielakkan. Dan justru konflik tersebut bagus utk mempertajam khazanah keilmuan
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Khazanah Islam-pun berkembang justru karena keberadaan konflik2 interpretif antara para penganutnya
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Sepertinya kita harus kembali lg belajar memaknai konflik interpretif secara dewasa, sebagai pemicu dialektika keilmuan
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Jgn sampai kt justru menjadi gusar dan tak dpt memahami dinamika pemikiran sehingga hanya mencoba menyelesaikan masalah dgn kekerasan
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Semakin mereka yg kontra Manji melalukan kekerasan, mereka justru sesungguhnya mengangkat pencitraan Manji di muka dunia.
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Kalau tidak setuju, ya utarakan melalui jalur pemikiran juga. Tunjukkan kelemahan2 argumentatif seseorang. Bukan malah main hakim sendiri
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Biarkan publik yg kemudian menilai, argumentasi mana yg kuat dan lemah. Ini salah satu dinamika sentral dlm sejarah intelektual Islam
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Akhirnya saya memohon kepada Tuhan agar diberikan hidayah menjadi org yg dewasa dlm berpikir sehingga tak lg memerlukan persuasi represif
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Pertama-tama, saya ingin clear bahwa tindak kekerasan apapun, khususnya terhadap forum dialog dan pemikiran, harus sama2 kt kutuk
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Kita juga kesal dan menyesalkan tindakan aparat yang tidak tanggap terhadap permasalahan yg beberapa hari ini menggusarkan kita
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Having said that, saya juga sama sekali bukan simpatisan ataupun pembela Irshad Manji. Yg saya bela adalah haknya utk berbicara
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Mengapa saya tidak simpatik dengan proyek Irshad Manji? Pertama-tama wacananya yg untuk saya at least terkesan simplistis
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Manji menyuarakan perubahan dan pentingnya mempertahankan kebebasan dlm keberagamaan. Which is fine dan sah-sah saja
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Tetapi juga sebagai seseorang yg menamakan diri sebagai reformist, kita juga harus memiliki metodologi dan episteme yg jelas
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Itu, jika kita tetap ingin bergerak dan diakui dalam kerangka dan paradigma sebuah tradisi keberagamaan yang kita bicarakan
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Menekankan pentingnya ijtihad tentu bukan masalah. Tetapi jika ijtihad hanya menjadi catch-phrase anti tradisi, ini yg mengkhawatirkan
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Ijtihad adalah sebuah approach; sebuah elemen dlm metodologi pemikiran. Ijtihad harus dipahami dalam lingkup episteme-nya
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Jika kita menganggap ijtihad hanya sebagai free thinking, maka jgn salahkan jika penganut sebuah episteme meragukan keabsahannya
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Saya rasa ini pertama2 yg harus diperjelas. Bukan dlm masalah praksis, bukan pula metodologis, tetapi justru dalam fondasi epistemologis
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Jika itu sdh jelas, akan menjadi jelas dimana posisi akal, teks, interaksi antara subyek dgn teks, sehingga membuahkan kerangka interpretif
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Tetapi tanpa makna jika kemudian kita menggumbar pentingnya ijtihad, tanpa memetakan relasinya dalam sebuah episteme dan struktur pemikiran,
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Konsep liberty misalnya, memerlukan penjelasan panjang dan akar2nya dari dalam khazanah tradisi Islam itu sendiri
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Apakah kebebasan dan liberty yg dimaknai oleh Manji sama atau berbeda dgn konsep liberty dlm genealogi filsafat liberalisme?
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Apakah konsep tersebut sama atau berbeda dengan konsep kebebasan dalam tradisi Islam?
Load Remaining (69)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.