3
Ryu Hasan @ryuhasan
5 bahan obat (meski ada manfaatnya) yg sering disalah gunakan berturut2: tembakau, alkohol, marijuana, kokain, & opiat
Ryu Hasan @ryuhasan
Barangkali, kita perlu memberikan perhatian, pada angka2 yg menunjukkan ada jutaan org didunia sakit & menderita akibat kecanduan bahan obat
Ryu Hasan @ryuhasan
Kecanduan/ketergantungan terhadap bahan obat2an adalah masalah serius dibanyak negara, termasuk di Indonesia
Ryu Hasan @ryuhasan
Tdk tahu persisnya jumlah di Indonesia, kalo AS ada lebih dari 60 juta org mengalami kecanduan nikotin, alkohol atau keduanya, per tahunnya.
Ryu Hasan @ryuhasan
Di Amrik, 5,5 juta orangg mengalami kecanduan pada obat2an ilegal, 10 juta lainnya mengalami kecanduan pada obat2 resep dokter. Tiap tahun
Ryu Hasan @ryuhasan
Angka kecanduan obat sangat tinggi sehingga hampir pasti, bhw kita secara langsung atau tidak langsung mengalami akibat negatifnya
Ryu Hasan @ryuhasan
Pecandu obat adalah pemakai obat habitual.Tapi ya tidak semua pemakai obat habitual otomatis pecandu contoh: pemakai obat anti diabetes
Ryu Hasan @ryuhasan
Yg dimaksud sbg pecandu adalah pemakai obat habitual yg secara terus menerus, mengabaikan efek2 negatif kesehatan dan kehidupan sosialnya.
Ryu Hasan @ryuhasan
Nah 5 obat yg umum disalahgunakan dan menimbulkan kecanduan ya itu tadi: nikotin, alkohol, mariyuana(ganja), kokain, dan opiat.
Ryu Hasan @ryuhasan
Dlm batas2 tertentu nikotin, alkohol, maruyuana, kokain dan opiat bisa memberikan manfaat, masalahnya adalah "penyalahgunaan"
Ryu Hasan @ryuhasan
Pada saat seseorang menghisap sebatang rokok, pada dasarnya orang tersebut sudah melakukan penyalahgunaan nikotin. Mengapa demikian?
Ryu Hasan @ryuhasan
Ketika rokok dihisap, nikotin (bahan psikoaktif tembakau yg ada pd tembakau) dan sekitar 4.000 bahan kimia lain (tar), masuk ke paru2.
Ryu Hasan @ryuhasan
Setiap tahunnya, tembakau bertanggung jawab atas 3 juta kematian di seluruh dunia. ‘Tar’ berkontribusi 20% dr semua kematian di negara barat
Ryu Hasan @ryuhasan
Sekitar 50% dari perokok yang tidak mau berhenti akhirnya mati akibat penyakit yang berhubungan dgn rokok.
Ryu Hasan @ryuhasan
Tidak ada perbedaan pendapat dlm dunia kesehatan bahwa perokok berat adalah pecandu obat dalam arti yang sebenarnya.
Ryu Hasan @ryuhasan
Akibat toleransi yg cukup tinggi yg berkembang terhadap merokok, efek asap rokok pada perokok & non perokok bisa sangat berbeda.
Ryu Hasan @ryuhasan
Non perokok sering merasakan akibat kepulan asap rokok dg kombinasi antara mual, muntah, batuk2, berkeringat, pusing, flushing & diare.
Ryu Hasan @ryuhasan
Sebaliknya, si perokok akan merasakan relaks, lebih alert (waspada), dan kurang begitu lapar setelah menghisap sebatang rokok.
Ryu Hasan @ryuhasan
Saat ini, tidak ada bahan psikoaktif selain rokok, yg digunakan secara terus menerus, bahkan saat seseorang sedang jalan2.
Ryu Hasan @ryuhasan
"Craving" atau rasa kebutuhan yg sangat yg kompulsif, fitur utama penentu kecanduan, dg mudah kita dapati pada semua perokok habitual
Ryu Hasan @ryuhasan
“Craving” ini akan muncul pada pecandu rokok yg kehabisan rokoknya atau yang dipaksa oleh keadaan untuk tidak merokok selama beberapa jam.
Ryu Hasan @ryuhasan
Lebih jauh lagi, perokok yg berhenti merokok akan mengalami withdrawal effects: deperesi, cemas, resah, sembelit, insomnia,sulit konsentrasi
Ryu Hasan @ryuhasan
Sekitar 70% dari semua perokok, awalnya mrk coba2 dg rokok sebelum akhirnya jadi kecanduan, angka utk pecandu alkohol 10%, heroin 30%.
Ryu Hasan @ryuhasan
Hanya sekitar 20% dari semua pecandu yg berusaha berhenti merokok dan kemudian berhasil menghentikan kebiasaannya selama 2 tahun atau lebih.
Load Remaining (39)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.