0
Sigit E Susilo @AgrPro
Selamat pagi.. saya coba membahas permasalahan bawang merah dan bawang putih. Komoditas yg jd primadona beberapa waktu lalu. Smga bermanfaat
Sigit E Susilo @AgrPro
1. Komoditas bawang merah dan putih sebenarnya mememiliki karateristik masalah yg berbeda, sehingga pendekatannya jg sedikit berbeda.
Sigit E Susilo @AgrPro
2. Bawang putih saat ini proporsi pemenuhan kebutuhan dari produksi sangat rendah, hanya sekitar 5%. Jd ketergantungan thd impor amat tinggi
Sigit E Susilo @AgrPro
3. Sementara Bawang Merah memiliki potensi produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional. Utk swasembada sangat mungkin
Sigit E Susilo @AgrPro
4. Dengan karateristik dan situasi yang demikian, tentunya jalan keluar permasalahan akan jauh berbeda antara bawang merah dan bawang putih
Sigit E Susilo @AgrPro
5. Bawang putih adalah tanaman subtropis, yg memerlukan agroklimat ideal dg ketinggian 700-1500 m dpl, kering, subur dan berpasir
Sigit E Susilo @AgrPro
6. Karenaanya, sentra produksi bawang putih tidak banyak. Sebut saja Lombok Timur (dulu), Bima, Karangayar, Pemalang, Bandung dan Solok
Sigit E Susilo @AgrPro
7. Yg perlu dicatat sentra2 produksi tersebut pada tahun 1996-1998 mampu menopang sampai 80% kebutuhan dalam negeri .
Sigit E Susilo @AgrPro
8. Luas area bawang putih saat itu sekitar 21,500 ha. Saat ini area bawang putih merosot tajam, hanya sekitar 2000 ha, tinggal 10%-nya.
Sigit E Susilo @AgrPro
9. Kebutuhan bawang putih saat ini sekitar 420 ribu ton, hanya mampu dipasok dalam negeri sekitar 20 ribu ton, perlu impor 400ribu ton/th
Sigit E Susilo @AgrPro
10. Kenapa luas lahan produksi menyusut dg sangat drastis? Bencana itu datang di th 1998 saat kita menandatangani perjanjian dg WTO
Sigit E Susilo @AgrPro
11. Dan saat yg bersamaan, perdgangan dengan China dibuka. Masuklah bawang putih impor dg harga yg sangat rendah
Sigit E Susilo @AgrPro
12. Harga bawang impor saat itu Rp 3500/kg sedang BEP petani sekitar Rp 5500/kg. Petani merugi, bawang putih tidak lagi menguntungkan
Sigit E Susilo @AgrPro
13. Akibatnya lahan di sentra produksi bawang putih menyusut tajam. Spt di kaki gunung Rinjani Lombok sdh tdk ada lagi petani bawang putih
Sigit E Susilo @AgrPro
14. Kisah tragis ini mirip di komoditas lain spt Kedelai. Parahnya, pemerintah melakukan pembiaran. Ketergantungan thd impor terjadilah
Sigit E Susilo @AgrPro
15. Sehingga saat terjadi keterlambatan pasokan spt beberapa waktu lalu, harga langsung melambung tidak terkendali Rakyat jd korban.
Sigit E Susilo @AgrPro
16. Situasi itu diperparah dengan kelakuan importer nakal dan sistem birokrasi kita yang rentan kong-kalikong.
Sigit E Susilo @AgrPro
17. Jadi bagaimana solusinya? Kita harus sadar bahwa swasembada bawang putih, apalagi dalam waktu dekat akan sangat teramat sulit
Sigit E Susilo @AgrPro
18. Kuncinya karena daya saing Bawang Putih lokal sangat rendah. Ini adalah tanaman sub-tropis yng coba ditanam di daerah tropis,
Sigit E Susilo @AgrPro
19. Perlu penelitian jangka panjang utk menemukan varietas dan teknologi budidaya agar produktivitas meningkat & daya saing setara dg impor
Sigit E Susilo @AgrPro
20. Dlm jangka pendek-menengah utk menstabilkan harga, perlu dihilangkan hambatan adminsitrasi impor bawang putih.
Sigit E Susilo @AgrPro
21. Kita harus realistis dalam memberlakukan pembatasan impor karena kita baru mampu menyedakan 5% kebutuhan nasional
Sigit E Susilo @AgrPro
22. Tapi pengaturan impor dan kebijakan lainnya tetap harus mampu memberikan intensif kepada petani agar mampu mengembangkan usahanya
Sigit E Susilo @AgrPro
23. Bagaimana dengan Bawang Merah? Harap dicatat, situasinya sangat berbeda,,, Bawang Merah memerlukan proteksi jauh lebih ketat
Sigit E Susilo @AgrPro
24. Kita mampu memproduksi sebagian besar kebutuhan dalam negeri karena kita memiliki potensi, bahkan untuk swasembada sekalipun
Load Remaining (12)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.