"Mengungkap Keberadaan 'Harta Karun' Raja-Raja Nusantara Di AS & Swiss" by @Letter_For_God

Baca Juga: - "Misteri 'Rekening Rahasia' The HEF Milik Indonesia & AS Yang Diincar Dunia" ==> http://chirpstory.com/li/66777 - "Keberadaan 'Dana Revolusi' Soekarno Yang Tidak Dapat Dicairkan" ==> http://chirpstory.com/li/66781 http://twitpic.com/a5rufw
4
Pembela Keadilan @letter_for_God
1.Pada tahun 1906 terjadilah ikrar raja-raja nusantara yang di prakasai oleh Dr. Ernest François Eugène Douwes Dekker
Pembela Keadilan @letter_for_God
2.bersama Pangeran Ario Noto Dirodjo dari Keraton Pakualaman. Raden Mas Soewardi Soerjaningrat dan Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto
Pembela Keadilan @letter_for_God
3.dalam ikrar tersebut ditumbuhkannya rasa nasionalisme “tanah air (Indonesia) diatas segala-galanya”.
Pembela Keadilan @letter_for_God
4.Pada saat itu seluruh raja-raja nusantara menyumbangkan sebagian asset mereka untuk membantu perjuangan. (Dana Perjuangan).
Pembela Keadilan @letter_for_God
5.Sebagian dana itu dipakai untuk biaya perjuangan dan sebagian lagi disimpan di luar negeri.
Pembela Keadilan @letter_for_God
6.Dana perjuangan lebih dikenal dengan Dana Revolusi / Dana Amanah mulai dihimpun lagi pada masa setelah kemerdekaan,
Pembela Keadilan @letter_for_God
7.dana revolusi yang dihimpun berdasar perpu no.19 tahun 1960. Isinya antara lain, mewajibkan semua perusahaan negara menyetorkan 5% profit
Pembela Keadilan @letter_for_God
8. 5% dari keuntungannya pada pemerintah bagi Dana Revolusi.
Pembela Keadilan @letter_for_God
9.Yang disebut perusahaan negara itu, termasuk pula berbagai perusahaan Belanda yang baru dinasionalisasikan, seperti perkebunan2 besar.
Pembela Keadilan @letter_for_God
10.Konon berjumlah ratusan juta dolar tersimpan di luar negeri.
Pembela Keadilan @letter_for_God
11.Salah satu sumber Dana Revolusi terbesar adalah adanya "Perjanjian The Green Hilton Memorial Agreement Geneva"
Pembela Keadilan @letter_for_God
12.dibuat&di ttd pd 21 Nov 63 di hotel Hilton Geneva oleh Presiden AS John F Kennedy &Pres RI Ir Soekarno dgn saksi dr Swiss William Vouker
Pembela Keadilan @letter_for_God
13.hehe msh ingat kan knp JFK & Bung Karno deket waktu itu tanya aja marrilyn monroe klo msh hidup :D
Pembela Keadilan @letter_for_God
14.Perjanjian ini menyusul MoU diantara RI dan AS tiga tahun sebelumnya.
Pembela Keadilan @letter_for_God
15.Point penting perjanjian itu; Pemerintahan AS (selaku pihak I) mengakui 50 persen keberadaan emas murni batangan milik RI,
Pembela Keadilan @letter_for_God
16.yaitu sebanyak 57.150 ton dalam kemasan 17 paket emas dan pemerintah RI (selaku pihak II) menerima batangan emas itu dalam bentuk biaya
Pembela Keadilan @letter_for_God
17.sewa penggunaan kolateral dolar yang diperuntukkan pembangunan keuangan AS! Nah!
Pembela Keadilan @letter_for_God
18.Dalam point penting lain pada dokumen perjanjian itu, tercantum klausul yang memuat perincian;
Pembela Keadilan @letter_for_God
19.atas penggunaan kolateral tersebut pemerintah AS harus membayar fee 2,5 persen setiap tahunnya sebagai biaya sewa kepada Indonesia,
Pembela Keadilan @letter_for_God
20.mulai berlaku jatuh tempo sejak 21 November 1965 (dua tahun setelah perjanjian).
Pembela Keadilan @letter_for_God
21.Account khusus akan dibuat untuk menampung asset pencairan fee tersebut.
Pembela Keadilan @letter_for_God
22.Maksudnya, walau point dalam perjanjian tersebut tanpa mencantumkan klausul pengembalian harta,
Pembela Keadilan @letter_for_God
23.namun ada butir pengakuan status koloteral tersebut yang bersifat sewa (leasing).
Load Remaining (39)

Comment

Login and hide ads.