1
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 1. Ini tanggapan saya atas tuips akun @PartaiSocmed. Judulnya: Melonjaknya harga bawang dan daging sapi salah siapa.
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 2. @PartaiSocmed menyebut akar masalah tingginya harga bawang dan daging karena tak diterapkan ‘hukum pasar bebas’.
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 3. Menurutnya kebijakan Mentan Suswono mengecilkan kuota impor sebagai sebuah kesalahan. Melawan hukum pasar bebas.
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 4. Tidak lupa pula ia menyebut gerakan ‘membeli produk Indonesia’ anti impor, utopis.
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 5. Pendeknya, ia menyebut ‘gerakan membeli produk indonesia’ hanya untuk kepentingan individu/kelompok tertentu.
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 6. Oleh karena itu, ia mengkampanyekan agar segera saja dibuka kran impor khususnya komoditi petanian sebesar-besarnya.
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 7. @PartaiSocmed berargumen pasar bebas timbulkan persaingan hingga petani dipaksa efisien dan konsumen terlindungi.
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 8. Menurutnya, saat ini petani/peternak tak efisien sehingga ketika harga komoditi murah, petani/peternak menjadi rugi
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 9. Jika kita tak kritis, kita akan menganggap hukum pasar bebas memang betul lahirkan keadilan sosial.
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 10. Benarkah begitu? Tentu saja tidak. Mari kita kuliti satu persatu pikiran ngawurnya @PartaiSocmed ini.
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 11. Jika kran impor dibuka sebebasnya, sesuai hukum pasar, komoditi seperti bawang misalnya akan membanjiri pasar.
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 12. Sesuai hukum ekonomi, tingginya penawaran dibanding permintaan membuat harga turun. Contohnya tahun 2012 silam.
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 13. Tahun 2012 silam harga bawang merah Rp3000 per kilogram. Padahal biaya produksi Rp5000 perkilogram. Petani rugi.
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 14. Kerugian hampir 50 persen dari biaya total produksi itu sangat besar. Membuat modal bertaman musim depan habis.
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 15. Dampaknya seperti saat ini. Petani tak punya lagi modal. Produksi bawang dalam negeri akhirnya turun drastis.
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamw 16. Asumsi @PartaiSocmed, kerugian petani karena biaya produksi tinggi dan tak efisien. Sisi mana yang mau diefisienkan?
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 17. @PartaiSocmed menyebut soal pupuk. Bukankah harga diatur pemerintah dgn harga eceran tertinggi (HET). Ini subsidi.
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 18. Saya pernah meneliti cabai di sebuah desa di Lembang. Mulai produksi sampai penjualannya di Pasar Induk Kramat Jati
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 19. Petani cabai di sana menghitung biaya produksi mereka mulai bibit, pupuk sampai pestisida, kecuali tenaga kerja.
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 20. Jasa tenaga kerja tidak dimasukkan dalam biaya karena pengerjaan dilakukan sendiri oleh petani dan keluarganya.
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 21. Setelah panen, hasil penjualan saat dikurangi biaya sama dgn total upah tenaga kerja petani dan keluarganya.
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 22. Ini berarti petani sebenarnya tak pernah untung. Kecuali upah mereka bekerja di lahan mereka sendiri.
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 23. Resiko kerugian lebih banyak dipikul petani ketimbang pedagang. Sebaliknya, keuntungan banyak dinikmati pedagang.
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 24. Mungkin betul bila dibandingkan petani luar negeri penggunaan pupuk dan pestisida petani kita mungkin tidak efisien
dangtuangku @dangtuangku
@chirpstory @imamwm1 25. Namun ingat luasan rata-rata lahan petani kita hanya 0,3 hektar. Sedangkan asing rata-rata diatas tiga hektar.
Load Remaining (55)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.