Cara Mengatasi Tambahan Biaya (surcharge) 3% Pada Transaksi Kartu Kredit

Baca juga: Seluk beluk kartu kredit http://chirpstory.com/li/59748 seluk beluk kartu kredit bagian 2 http://chirpstory.com/li/59992 sejarah kartu kredit http://dlvr.it/33vTYn Layanan Bank Penerbit kartu Kredit dan Permasalahannya bag:1 http://chirpstory.com/li/59793 Read More
1

Hari ini saya akan bahas soal SURCHARGE atau biaya tambahan pada kartu kredit sesuai permintaan teman2 yg DM

Seperti kita tahu jika kita belanja di toko kecil dikenakan biaya tambahan ini biasanya sebesar 2,5% s/d 3%

Alasan toko biasanya adalah karena di potong dari bank sebesar itu. Disini sering terjadi hal2 aneh yg membuat kita kesal.

Dalam perjanjian merchant/pedagang DILARANG mengenakan biaya tambahan tersebut . Pedagang harus memberlakukan kartu sama seperti uang tunai.

SURCHARGE ATAU BIAYA TAMBAHAN sebenarnya dilarang dalam perjanjian bank dan merchant (pedagang)

Dgn banyaknya merchant yg menambahkan biaya tsb menunjukan bahwa byk merchant yg abal2.

Karena bank dan merchant saling membutuhkan satu sama lain untuk menjalankan bisnis ini.

Disini dibthkan ketegasan bank.
Dalam bbrp kasus memang boleh dikenakan tambahan dalam barang2 seperti bahan bakar,pelumas,emas,9 kbthan pokok, & perbelanjaan grosir (dipusat grosir)
Diluar Alasan tsb dilarang. Apalagi jika u/bisnis jasa.

Biasanya merchant meminta tambahan ini dengan kesepakatan. Nah ini yg sering terjadi. LUCU dan ANEH jika kita membayar hotel,makan,tiket,sewa kendaraan dll diluar yg sy sebutkan diatas tetapi dikenakan surcharge 3% #fakta

Mereka sudah untung sudah besar. Masa gak mau rugi sedikit? Padahal dgn menerima kartu kredit merchant diuntungkan dengan meningkatnya omzet walau dipotong 3%. Bahkan ada yg 2%. (anggap aja biaya promosi/service pelanggan, gitu aja repot)

Pada dasarnya MERCHANT HARUS menanggung biaya yg di potong bank sebagai konsekunsi penerimaan kartu yang besarnya variatif 2-3%/trx

Biaya yg di pungut bank pada setiap merchant merupakan biaya base income bank dalam bisnis kartu kredit yg nilainya puluhan milyar per hari. #fakta

Bank pun menerima uang tersebut setelah dipotong oleh principal (visa,master,amex,bca card,jcb) misalnya kita trx 1jt bank membeli tagihan kita di bawah 1jt (970rb +/-)

Dengan tidak komitment merchant dalam menjalankan perjanjian ini. Dan pihak bank pun di rsa tll besar mengenakan fee ini. Ini yg menyebabkan nego tambahan biaya antara pedagang dan pemegang kartu terjadi. (bahkan ada bank yg tutup mata) :(

Dilain sisi juga pihak pricipal pemilik merek dan bank issuer juga harus bijak jangan membebankan tll besar kepada merchant.Kalian sudah untung sangat besar.

Padahal hal ini perlu ketegasan bank untuk menertibkan merchant yg nakal (tentunya bank yg bijak.)

Mereka merchant tidak sadar dengan adanya logo visa/master/amex/diners/jcb pada toko mereka berarti sudah online ke seluruh dunia.

Ini sy kasih trick supaya surcharge kita/tambahan biaya 3% yg dikenakan merchant bisa kembali hehehe

Bila kita berbelanja di toko yg mengenakan surcharge ini hal berikut perhatikan:

mintalah struk belanja anda (yg dari EDC) *buat nota jumlah belanjaan kita secara rinci total belanja plus tulisan angka surcharge contoh belanja 1jt plus 3% jadi 1.030.000,- (ingat tulisan surcharge nya harus jelas). Nota dan nama merchant harus sama.

Jika sudah. Bsknya maksima 7 hari dari tanggal transaksi kita komplain habis ke bank/card center.

Bilang sy dikenakan surcharge oleh toko ini dan saya minta itu di proses. Fax semua buktinya nota dan struk belanja kita dan buat laporan keberatan.

Bank yg baik akan memproses pengaduan ini dengan segera. Dan jika benar terbukti ada tambahan biaya maka bank akan mengembalikan uang tsb pada billing tagihan kita bulan berikutnya. Masalah ini kecil/mudah sekali buat bank. jika anda dikalahkan berarti bank tersebut bank/card center abal2.ini trick paling ampuh hehe sudah banyak yg sy sarankan spt ini 95% berhasil. 5% gagal karena trx mereka tmsk yg sy sebutkan diatas. ( tergantung bank nya juga).

Bagi bank yg tidak mengembalikannya walau sudah terbukti masukan saja ke media (surat pembaca) dan tutup kartunya. (alasan ini kadang bank menganggap kita bodoh. Bank akan menganggap darimana kita tahu soal ini “perjanjian merchant-bank”) hehehe

Dan yg pasti bank akan menegur keras si pemilik merchant. Bahkan dl pernah ada rm sampai menekan habis marketing yg main mata dgn merchant. Akhirnya mereka mencabut/menutup juga merchant tersebut.:)

Tapi ya sekali lagi soal surcharge ini harus ada niatan baik jg dari pihak, bank dgn tidak mengenakan fee tll besar. Pricipal jg harus turun tangan. Agar konsumen/pemegang kartu tidak di rugikan.

Apalagi di jaman chip seperti ini yg mana keuntungan card center meningkat besar sekali setiap bulan. Karena fraud/penipuan kartu kredit semakin kecil. Kecuali fraud/penipuan dgn cara ..xxx..(sensor).

Kepada semua pemegang kartu jangan kuatir soal surcharge. Debat dengan merchant jika anda dikenakan ini. jika tidak bisa debat dgn merchant dan memilih tidak tarik urat syaraf laporkan merchant ke bank dengan bukti yg otentik. Dijamin merchant tersebut ditegur atau dicabut mesin EDC nya.

Jika tidak selesai bearti card center/bank tsb tidak peduli dengan nasabahnya alias tengkulak yg Cuma mencari untung.

TUTUP SEGERA KARTU ANDA JIKA BANK TIDAK PEDULI KEPADA MASALAH ANDA daripada menjadi pikiran anda. Karena banyak hal lain yg lebih penting yang kita harus pikirkan.

Demikian kultwit saya semoga bermanfaat untuk semua. “indahnya berbagi’

Comment

No comments yet. Write yours!