Membangun Karakter bagi Anak-anak Kita | @kupinang

Apa yang dapat kita lakukan untuk membangun karakter anak-anak kita? Langkah apa yang dapa kita tempuh? Simak!
anak sekolah nilai perilaku pendidikan adab guru kebiasaan karakter akhlak
0
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
1. Jika karakter berbeda dengan perilaku, berbeda pula dengan kebiasaan dan bahkan tata-krama maupun temperamen,...
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
2. ... lalu apa yang dapat kita lakukan untuk membangun karakter anak-anak kita? Langkah apa yang dapat kita tempuh?
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
3. Apa yg perlu kita jalani u/ melakukan pndidikan karakter jk pmbiasaan tidak mmpengaruhi karakter anak kita, di rumah maupun sekolah?
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
4. Apa perbedaan antara karakter dan kebiasaan? Karakter itu serangkaian kualitas pribadi yang membedakannya dengan orang lain.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
5. Ia menuntut adanya penghayatan nilai, proses mengindentifikasikan diri dengan nilai-nilai yang diyakini >>
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
6. >> sehingga ia senantiasa berusaha agar bersesuaian dengan nilai yang diyakini dan pada akhirnya terjadi karakterisasi diri.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
7. Artinya, karaktr mrpkn proses brkelanjutn. Karaktr cnderung mnetap & sulit diubah, tp bukan berarti skali trbentuk tak mngkin berubah.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
8. Dari karakter itulah -baik atau buruk- lahir berbagai perilaku. Tp perilaku itu sndiri tidak dpt serta merta kita katakan sbg karakter.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
9. Nah, perilaku yg berulang setiap hari dapat mmbentuk kebiasaan, meskipun sbagian hanya mnjadi perilaku berulang (repeated behavior), >>
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
10. >> yakni manakala perulangan perilaku tsb terjadi semata krn takut thdp ancaman. Tidak muncul perilaku tsb jk ancamannya hilang.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
11. Ini perlu kita perhatikan agar kita tidak cepat-cepat merasa puas tatkala melihat perilaku anak-anak kita.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
12. Jangan sampai kita mengira anak-anak telah memiliki kebiasaan yang baik, padahal cuma perilaku berulang semata. Tidak lebih.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
13. Ada pelajaran di sini. Karakter itu tidak terlepas dari keyakinan dan penghayatan seseorang terhadap nilai-nilai yang dipeganginya.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
14. Adapn perilaku itu crminannya, tp perilaku sndiri bukan gambaran yg memastikn karaktr, kec jk ada serangkaian perilaku lain yg searah.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
15. Sederhananya begini. Orang baik akan mudah tersenyum, tetapi murah senyum belum tentu orang baik. Apalagi jika sekedar tersenyum.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
16. Bukankah para penipu berhasil mengelabuhi orang lain justru karena senyumnya yang memukau? Bukan karena raut muka yang menakutkan.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
17. Lalu darimana kita memulainya? Izinkan saya menengok apa yang ditulis oleh para ulama’ kita.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
18. Mengapa? Karena dalam perbincangan tentang karakter per se, saya sangat kesulitan menemukan sosok yang dapat menjadi model panutan.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
19. Padahal ketika kita berbincang tentang budaya karakter, role model (sosok panutan) merupakan salah satu pilar penting.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
20. Apakah kita akan mnjadikan Lawrence Kohlberg sbg sosok panutan? Pdhl kita tahu, Bapak Pendidikan Karakter ini justru matinya mngenaskan.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
21. Ia mati bunuh diri dengan cara menenggelamkan diri karena krisis karakter. Ini mirip dengan kematian Sigmund Freud.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
22. Meski “bukan” bunuh diri, tp Bapak Kesehatan Mental ini mati dg eutanasia (suntik mati) atas prmintaan sndiri akibat dpresi yg ia alami.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
23. Lalu istilah apa yg brsesuaian dg karaktr? Spanjang sy pahami, istilah trdekat dg karaktr adlh akhlaq ( أخلاق ), jamak dr khuluq (خلق ).
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
24. Khuluq adalah bentuk, sifat dan nilai-nilai yang berada pada wilayah batin.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
25. Ini menarik untuk kita cermati, sebab ketika kita memaksudkannya sebagai aspek lahiriyah, ia adlh khalq. Begitu Ibnu Manzhur menuturkan.
Load Remaining (29)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.