1
agama.jinasi @Agamajinasi
Nietzsche, menulis sebuah ide bahwa tuhan sudah mati dengan sangat puitis dalam buku the gay science.
agama.jinasi @Agamajinasi
"God is dead. God remains dead. And we have killed him. Yet his shadows still looms. How shall we comfort ourselves."
agama.jinasi @Agamajinasi
"What was holiest and mightiest of all that the world has yet owned has bled to death under our knives..."
agama.jinasi @Agamajinasi
"Who will wipe this blood of us? What water is there for us to clean ourselves? What festivals of atonement"
agama.jinasi @Agamajinasi
"What sacred games shall we invent? Is not the greatness of his deed too great for for us?"
agama.jinasi @Agamajinasi
"Must we ourselves not become gods simply to appear worthy of it?"
agama.jinasi @Agamajinasi
Jika kita berbicara kita telah membunuhnya. Apakah ia pernah ada? Apakah mungkin kita membunuh tuhan?
agama.jinasi @Agamajinasi
Dalam buku those spoke zarathustra juga ada. Tapi, yang barusan saya tulis itu, dalam buku the gay science, section 125 @fahruroziahmad
agama.jinasi @Agamajinasi
Maka yang harus dijawab selanjutnya adalah, apakah keberadaan tuhan itu ada sebagai being? Ataukah hanya konsep belaka?
agama.jinasi @Agamajinasi
Faktanya, pada masyarakat yg berbeda beda, akan muncul tuhan dan dewa yg berbeda. Berbeda pula ideal dan surga.
agama.jinasi @Agamajinasi
Artinya, manusia menciptakan tuhan, sesuai dengan keinginan, tuntutan, ataupun pengalaman dalam hidupnya.
agama.jinasi @Agamajinasi
Konsep sederhana ini dihasilkan dari pergulatan panjang, hasil dialektika dengan dirinya dan lingkungannya.
agama.jinasi @Agamajinasi
Bukankah, bidadari bermata jeli yg dipingit itu hasil cerminan masyarakat org arab dan badhui? Surga idaman mereka?
agama.jinasi @Agamajinasi
Jadi, sudah sepantasnya, surga dan tuhannya pun diciptakan sesuai dengan kondisi masyarakat pada masanya.
agama.jinasi @Agamajinasi
Bukankah, kerajaan sorga dan kehidupan kekal adalah cerminan ketakutan manusia akan kematian dan sakit penyakit?
agama.jinasi @Agamajinasi
Untuk memahami kemunculan tuhan, kita harus memahami psikologi manusia secara pribadi ataupun kolektif.
agama.jinasi @Agamajinasi
Manusia memunculkan tuhan, secara tidak sadar. Semua harapan, ketakutan, impian, ia wujudkan dalam sosok tuhan.
agama.jinasi @Agamajinasi
Manusia menyangkali dirinya sendiri karena kehidupannya yg tidak ideal. Ia mengidamkan kebalikannya.
agama.jinasi @Agamajinasi
Maka daripada itu, ia wujudkan sebuah ideal. Sebuah roh maha, tak terbatas, imajinasinya sendiri. Konsepnya sendiri.
agama.jinasi @Agamajinasi
Ia bentuk tuhan, sesuai keinginannya, kengototannya, blueprintnya, idamannya sendiri lalu tunduk padanya.
agama.jinasi @Agamajinasi
Bukan tuhan yg membentuk manusia. Melainkan sebaliknya. Manusialah yg menciptakan tuhan sesuai ideal dan gambarannya.
agama.jinasi @Agamajinasi
Kan sering kita lihat. Manusia hanya merasa lebih superior, kalau sudah merasa dekat sama tuhan dan memegang kunci surga.
agama.jinasi @Agamajinasi
Dan apa jadinya jika ia lepaskan ideal ciptaannya itu? Kesengsaraannya akan menjadi nyata.
agama.jinasi @Agamajinasi
Ia tidak dapat menutupi inferioritasnya dengan tuhan ciptaannya sendiri, ataupun tokoh suci nabi nabinya sendiri.
Load Remaining (11)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.