Garis Poros Imajiner Yogyakarta by @JOGJAist

Kultwit tentang Garis Poros Imajiner Kota Yogyakarta yang membentang dari Parangkusumo -> Panggung Krapyak -> Keraton -> Tugu Jogja -> Merapi.
keraton panggung parangkusumo filosofi imajiner jogja krapyak yogyakarta
0
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Ada garis poros #GarisImajinerJogja dari Laut selatan -> Panggung Krapyak -> Kraton -> Tugu -> sampai ke Gunung Merapi.
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
#GarisImajinerJogja secara filosofis bermakna keselarasan/keseimbangan hubangan antara manusia dg Tuhan dan antara manusia dg sesamanya.
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
#GarisImajinerJogja menggambarkan bahwa kesemuanya unsur itu berada pada gambaran sumbu kelanggengan.
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Laut Selatan mempunyai makna tersendiri bagi masyarakat Yogyakarta, khususnya bagi kalangan kerabat Kraton. #GarisImajinerJogja
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Bagi jogja, laut selatan itu tempat bersemayamnya Ratu Kidul, penguasa laut Selatan. #GarisImajinerJogja
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Legenda mengenai Ratu Kidul berawal dari Panembahan Senopati (Raja Mataram Islam pertama). #GarisImajinerJogja
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Pada saat itu P Senopati sedang menghadapi ancaman peperangan dengan Kerajaan Pajang. #GarisImajinerJogja
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Panembahan Senopati menang. Mulai saat itu Pajang berangsur angsur menjadi wilayah kekuasaan Mataram. #GarisImajinerJogja
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Pada saat Panembahan Senopati nenepi di pinggir laut Parangkusumo, Ia di datangi seorang wanita cantik jelita. #GarisImajinerJogja
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Wanita cantik jelita itulah yang kemudian dikenal sebagai Kanjeng Ratu Kidul. #GarisImajinerJogja
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Kanjeng Ratu Kidul akan membantu peperangan melawan musuh2 P.Senopati asal ia bersedia "memperistri" Ratu Kidul. #GarisImajinerJogja
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Hal ini kemudian menjadi tradisi bagi setiap penguasa keraton untuk "memperistri" Kanjeng Ratu Kidul. #GarisImajinerJogja
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Segara kidul secara kosmologis(alam semesta), merupakan gambaran dinamika masyarakat yg bergerak seperti ombak laut. #GarisImajinerJogja
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Untuk menyelami dinamika masyarakat, seorang Raja harus harus berhubungan langsung dengan masyarakat. #GarisImajinerJogja
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Ini di lambangkan dgn perkawinan antara Raja & masyarakatnya yg di gambarkan sbg wanita cantik jelita, Nyi Roro Kidul. #GarisImajinerJogja
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Bagi kerabat Kraton, hari2 khusus yg berkaitan dg Sultan, tingalan dalem, jumenengan, selalu dilakukan labuhan. #GarisImajinerJogja
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Labuhan itu melarung seperangkat pakaian raja beserta segala sesaji ke Laut Selatan. #GarisImajinerJogja
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Secara mistis bagi sebagian masyarakat, Labuhan merupakan bentuk ngabekti terhadap Kerajaan Laut Selatan. #GarisImajinerJogja
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Secara simbolik, labuhan merupakan peringatan Raja untuk selalu memberi rakyatnya, dengan melarung sebagian "miliknya". #GarisImajinerJogja
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Lepas dari legenda ini, Laut Selatan bagi masyarakat #Jogja merupakan simbolisme kehidupan manusia. #GarisImajinerJogja
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Lautan sebagai suatu tempat yg amat luas adalah tempat manusia untuk ngangsu kawruh(mencari ilmu). #GarisImajinerJogja
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Laut Selatan bagi masyarakar #Jogja menggambarkan gelombang dan dinamika masyarakat yang penting untuk diselami. #GarisImajinerJogja
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Oleh karena itu, luas dan dalamnya ilmu pengetahuan sering di sebut dengan lautan ilmu. #GarisImajinerJogja
Mahasiswa Jogja @Jogjastudent
Kaitannya dg Keraton, seorang Raja sbg panutan harus memiliki hubungan & pemahaman mendalam terhadap laut (masyarakat). #GarisImajinerJogja
Load Remaining (50)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.