0
@fgaban
00. Tentang "Sumber Anonim dalam Jurnalisme". #anonim
@fgaban
01. Kaidah dasar jurnalistik menuntut jurnalis bersikap transparan kepada pembaca dan narasumbernya. #anonim
@fgaban
02. Transparan kepada narasumber: jelas memperkenalkan diri sbg jurnalis, media tempatnya bekerja, & tujuan wawancara. #anonim
@fgaban
03. Transparan kepada pembaca: menyebut identitas narasumber secara jelas (nama, jabatan, posisinya dlm suatu masalah). #anonim
@fgaban
04. Transparansi berkaitan dg sikap rendah hati jurnalis, yakni memungkinkan orang lain atau media lain menguji beritanya. #anonim
@fgaban
05. Tanpa identitas jelas narasumber, orang/media lain takkan bisa mengujinya. Cuma si jurnalis yg tahu. Artinya tidak transparan. #anonim
@fgaban
06. Apakah sumber anonim tak bisa dipakai sama sekali? Bisa. Jurnalisme memberi ruang utk status anonim tapi dg kriteria ketat. #anonim
@fgaban
07. Perlu sadar, kala menyepakati status anonim, jurnalis mengambilalih tanggungjawab semua statement si sumber, juga kebohongannya. #anonim
@fgaban
08. Sumber anonim adalah sumber yg tak mau atau tak sanggup mempertanggungjawabkan kesahihan statement dan informasinya. #anonim
@fgaban
09. Karena tak harus bertanggungjawab, sumber anonim sangat mungkin mengarang cerita tanpa ada konsekuensinya. #anonim
@fgaban
10. Tak selalu sengaja berbohong. Tapi di balik status anonim, seseorang bisa merasa yakin atas sesuatu yg dia sendiri ragu. #anonim
@fgaban
11. Itu sebabnya, sumber anonim dinilai memiliki kredibilitas lebih rendah ketimbang sumber yg identitasnya jelas. #anonim
@fgaban
12. Media yg terlalu banyak mengumbar status anonim pada akhirnya akan menjatuhkan kredibilitasnya sendiri di depan publik. #anonim
@fgaban
13. Pada 1990-an, Hugh Culbertson, gurubesar jurnalisme Ohio University, menanyai 200 redaktur di AS ttg pemakaian sumber anonim. #anonim
@fgaban
14. Sekitar 81% responden Culbertson mengaku memakai sumber anonim meski mereka sendiri kurang percaya narasumbernya. #anonim
@fgaban
15. Kompetisi ketat media, kebutuhan akan eksklusivitas dan hemat ongkos liputan, menggoda jurnalis memakai sumber anonim. #anonim
@fgaban
16. Itulah jebakannya. Kesimpulan penting Culbertson: pemakaian sumber anonim yg diumbar justru merusak kredibilitas pers sendiri. #anonim
@fgaban
17. Tapi, bukan berarti sumber anonim tak boleh dipakai sama sekali. #anonim
@fgaban
18. Baik praktisi maupun akademisi jurnalisme menyatakan pentingnya memberi ruang pemakaian sumber anonim, tapi dg syarat ketat. #anonim
@fgaban
19. Sumber anonim sebaiknya dipakai hanya dalam liputan investigatif, bukan berita breaking-news sehari-hari. #anonim
@fgaban
20. Status anonim hanya diberikan untuk topik dan motif kepentingan publik, bukan vested interest narasumber ataupun jurnalis. #anonim
@fgaban
21. Motif selain kepentingan publik, spt eksklusivitas pemberitaan, tak bisa menjustifikasi status anonim. #anonim
@fgaban
22. Status anonim hanya diberikan kpd sumber yg punya informasi penting bg publik tapi berbahaya buatnya jika identitasnya dibuka. #anonim
@fgaban
23. Alasan lain spt sumber merasa malu (kurang percaya diri berbicara pd media) tak bisa menjadi justifikasi status anonim. #anonim
@fgaban
24. Status anonim juga hanya diberikan atas kesadaran penuh jurnalis dan narasumbernya. Termasuk sadar akan konsekuensinya. #anonim
Load Remaining (19)
Login and hide ads.