Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

Perbedaan Pneumonia Biasa dan Pneumonia Akibat COVID-19

Salah satunya adalah pneumonia atau infeksi yang menyebabkan peradangan pada paru-paru. Namun, ada perbedaan pneumonia biasa dan pneumonia akibat COVID-19
0
URL Side.id Perbedaan Pneumonia Biasa dan Pneumonia Akibat COVID-19 Berdasarkan penelitian, COVID-19 menyerang saluran pernapasan. Ada perbedaan pneumonia biasa dan pneumonia akibat COVID-19 yang harus kamu ketahui.

Side.id - Berdasarkan penelitian, COVID-19 menyerang saluran pernapasan manusia dan dapat menyebabkan berbagai dampak buruk. Salah satunya adalah pneumonia atau infeksi yang menyebabkan peradangan pada paru-paru. Namun, ada perbedaan pneumonia biasa dan pneumonia akibat COVID-19 yang harus kamu ketahui.

Pneumonia atau paru-paru basah merupakan kondisi peradangan pada kantong udara di salah satu atau kedua paru. Infeksi tersebut menyebabkan kantong paru meradang atau dipenuhi oleh cairan, sehingga saluran pernapasan terganggu.

Umumnya, pneumonia biasa berawal dari Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di bagian hidung dan tenggorokan, kemudian terjadi peradangan yang menyebar hingga ke saluran pernapasan bawah, yaitu paru-paru.

ISPA juga bisa diakibatkan oleh beberapa virus, seperti rhinovirus, influenza virus, dan coronavirus jenis lain. Pneumonia akibat COVID-19 merupakan jenis virus baru yang dapat berkembang dengan cepat, penularannya pun terjadi melalui kontak erat dan paparan droplets dari orang yang terinfeksi.

Ciri-ciri pneumonia akibat COVID-19 disertai dengan gejala umum seperti demam, flu, batuk, pilek, sakit kepala, diare, dan sesak napas. Sementara untuk pneumonia biasa, tidak disertai gejala diare dan sesak napas, selain itu penyebaran virusnya pun tidak cepat dan umumnya sembuh dengan sendirinya pada tahap ISPA.

Seperti yang diketahui, COVID-19 dapat menyebar dengan cepat di dalam tubuh. Sebab, kemampuan paru dalam menerima dan menyebarkan oksigen pun menurun. Hingga saat ini, belum ada vaksin yang dapat mengobati atau melumpuhkan virus tersebut.

Dilansir dari berbagai sumber, pneumonia biasa memiliki tiga vaksin yang bisa digunakan sebagai langkah pencegahan, di antaranya adalah Vaksin PSCV13, vaksin PPSV23, dan vaksin Hib. Kamu juga bisa melakukan berbagai tindakan pencegahan pneumonia, seperti melakukan vaksinasi, menjaga kebersihan tangan, terapkan etika batuk dan bersin, hindari merokok, dan menjaga daya tahan tubuh.

Demi menjaga metabolisme tubuh, kamu bisa menerapkan pola hidup teratur dengan mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi, rutin berolahraga, istirahat yang cukup hingga minum air putih minimal 8 gelas sehari. Kamu juga bisa mengonsumsi vitamin C dan vitamin B kompleks.

Comment

No comments yet. Write yours!