Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

Honda Tanggapi Tingginya Harga Motor Klasik Buatannya

Meski begitu, masih banyak juga masyarakat yang mempertahankan motor klasik atau sepeda motor lansiran era tahun 1980 hingga 1990-an
0
URL kabaroto Honda Tanggapi Tingginya Harga Motor Klasik Buatannya para kolektor memburu motor klasik hingga ke berbagai daerah demi mendapatk...

KabarOto.com - Saat ini produsen kendaraan roda dua sudah menyematkan teknologi canggih pada sepeda motornya. Bahkan, mesin dengan sistem karburator sudah ditinggalkan, beralih ke sistem injeksi.

Bentuknya pun semakin modern, dengan lampu LED yang bisa menerangi jalan saat malam hari. Belum lagi warna dan desainnya yang dibuat khusus untuk zaman millenial.

Meski begitu, masih banyak juga masyarakat yang mempertahankan motor klasik atau sepeda motor lansiran era tahun 1980 hingga 1990-an yang masih menggunakan sistem karubrator.

Bahkan, para kolektor memburu motor klasik hingga ke berbagai daerah demi mendapatkannya. Keadaan ini membuat motor klasik harganya mulai naik.

Contoh saja, Honda Astrea kini ada yang dijual sampai dengan harga Rp 15 jutaan. Honda Win yang dulu sempat dianggap sebagai motor culun, karena modelnya yang kaku, dan digunakan Pegawai Negeri Sipil, dengan kondisi mulus harganya mencapai Rp 10 jutaan.

Nah, tentunya para pemilik motor klasik menjadikan motor ini sebagai barang investasi. Yang jika terus dirawat, suatu saat harganya akan setinggi langit, menguntungkan tentunya. Namun bagi pencinta seni, motor-motor tersebut akan menjadi koleksi saja, justru mereka yang akan memburu.

Melihat trend tersebut, Thomas Wijaya, Direktur pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) angkat bicara tentang motor ini. Beberapa waktu lalu, dihadapan media, Thomas menuturkan, jika keadaan ini sebenarnya tergantung konsumen menilai motor Honda klasik.

"Kami bangga ya di satu sisi, ketika motor klasik kami dilihat konsumen ada kelebihan," terangnya.

Masalah harga yang terbilang mahal, Thomas menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat.

Dia memaparkan, motor-motor tersebut, tentunya tidak digunakan sebagai kendaraan harian, tapi lebih untuk mendukung hobi bahkan investasi.

Thomas juga menjelaskan, jika AHM tidak lagi membuat suku cadang untuk motor-motor tersebut. Konsumen motor klasik harus mencari cara mendapatkan suku cadang motor klasik di berbagai tempat.

Comment

No comments yet. Write yours!