((Gw Dapat Bocoran Dari Client J*uska)) Membahas Jouska yang "Katanya" Mengaku Salah dan Mau Mengganti Rugi

Thread by @DetektifFiktif
1
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

Gue dah dpt bocoran dr klien2 yg udah mulai meeting dengan pihak Jouska. Dan ternyata memang harus gue bahas demi kebaikan para klien. Tapi sebelumnya, kalian sadar ga sih, aksi ganti rugi gini itu mengonfirmasi kalo yg dilakukan Jouska selama ini tuh salah?

05/08/2020 20:26:44 WIB
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

Nih, menurut KUHPerd pasal 1365 & 1366, pihak yg diharuskan mengganti rugi kepada pihak lain ya cm disebabkan 2 hal doang. 1. Perbuatan melanggar hukum (1365) 2. Kerugian karena kelalaian atau kesembronoannya (1366) Menurut kalian Jouska mau ganti rugi karena alasan yg mana? pic.twitter.com/V4lTTEnV9n

05/08/2020 20:26:50 WIB
Expand pic
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

Sorry gue belum bisa share chat mereka karena belum diijinkan utk dipublish. Jadi twit kali ini anggap aja jadikan edukasi dan pembelajaran bersama. Sapa tau kepake buat kasus lain. Kita kasih judul KERAHASIAAN NON DISCLOSURE AGGREMENT

05/08/2020 20:26:51 WIB
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

Masih dengan skenario 1, pihak Jouska menempuh jalan damai dengan cara langsung mengganti kerugian ke rekening klien yang melapor. Semoga semuanya melapor yah. Soalnya ada batas waktu cuy (dalam hati gue buat apa coba dikasih batas waktu). Hehehe... Tapiiiii... pic.twitter.com/qsbYqLcpZc

05/08/2020 20:26:55 WIB
Expand pic
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

Jouska menawarkan perjanjian kerahasiaan untuk para klien yang menuntut ganti rugi. Yang nantinya kita sebut NDA saja, Non-Disclosure Agreement. Inti dari isi NDA itu adalah para pihak tidak boleh memberitahukan, menyebar, dan melaporkan hal2 yg sudah disepakati. Jaga rahasia.

05/08/2020 20:26:55 WIB
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

Singkatnya itu klien yg melapor akan diganti rugi langsung ke rekening mereka tapi klien2 tsb harus tutup mulut dan tidak boleh melapor ke pihak penegak hukum. Menurut gue sih, TERIMA SAJA. Jangan takut kalau nanti akan dipanggil jadi saksi. NDA itu nantinya nggak berguna kok.

05/08/2020 20:26:56 WIB
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

Gue ceritain logikanya yah. Dalam sebuah perjanjian, ada 3 asas yang harus dipenuhi, yaitu: A. Asas Pacta Sunt Servanda B. Asas Freedom of Contract C. Asas Konsensual A. Asas Pacta Sunt Servanda Diambil dr Bahasa Latin, artinya "Janji itu mengikat/harus ditepati".

05/08/2020 20:26:56 WIB
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

Prinsip ini tertuang dalam KUHPerd pasal 1338 yang menyatakan persetujuan tidak dapat ditarik kembali SELAIN 1. Kesepakatan kedua belah PIHAK atau; 2. Karena alasan2 yang ditentukan oleh HUKUM Kalau secara hukum alasannya ga memadai, salah satu pihak bs menarik perjanjiannya kan pic.twitter.com/khsoSj453E

05/08/2020 20:27:00 WIB
Expand pic
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

B. Asas Freedom of Contract (Kebebasan Berkontrak) Asas ini menyatakan siapa aja tuh boleh bikin perjanjian/kontrak, asalkan memenuhi syarat2. Syarat2 yang membatasi kebebasan berkontrak ini tertuang dalam KUHPerd pasal 1320. Ada 4 syaratnya, yuk kita lihat langsung ke pasalnya

05/08/2020 20:27:01 WIB
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

Syarat2nya: 1. Ada kesepakatan antar pihak 2. Sudah memenuhi syarat kecakapan membuat perjanjian 3. Mengenai hal tertentu (objeknya) 4. Atas suatu sebab yang dihalalkan Hukum/UU Poin 1 dan/atau 2 tdk dipenuhi, "dapat dibatalkan" Poin 3 dan/atau 4 tdk dipenuhi, "batal demi hukum" pic.twitter.com/2o6FIStqot

05/08/2020 20:27:04 WIB
Expand pic
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

Yang dimaksud "dapat dibatalkan" itu adalah perjanjian yg tidak memenuhi syarat subjektif dan salah satu pihak bs minta pembatalan ke pengadilan Kalau "batal demi hukum" itu perjanjian tidak pernah ada dari awal. Jadi kalo ada pelanggaran hukum masuk yg pertama atau kedua?

05/08/2020 20:27:05 WIB
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

C. Asas Konsensual Suatu kontrak sah dan mengikat ketika tercapai kata sepakat dan memenuhi syarat2 lainnya. Kesepakatan itu bisa secara tertulis maupun lisan. Keduanya sah. Kecuali ada beberapa perjanjian yang harus dibuat tertulis, salah satunya perjanjian PERDAMAIAN.

05/08/2020 20:27:06 WIB
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

Nah, kenapa gue harus cerita panjang lebar seperti di atas? Ini karena ada beberapa yg ragu2 utk nerima tawaran dr Jouska. Ada yg mikir ini jebakan karena ga bisa buka mulut, ada yg mikir nanti dituntut balik, ada yg mikir kalo nanti jd saksi di meja hijau ga bs bersaksi, dll.

05/08/2020 20:27:06 WIB
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

Tenang guys, inti dari tawaran ini adalah kalian kuganti rugi, tapi diem2 aja. Ga usah nyebar2in apa yg terjadi. Gitu kan maksudnya. Beda cerita kalo dipanggil jd saksi. Baru bersaksilah sesuai kebenarannya. Jadi ya selama nggak ada yg nanya dr penegak hukum ya diem aja.

05/08/2020 20:27:07 WIB
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

Berdasarkan KUHPerd pasal 1335 & 1337, semisal ada yg dipanggil jd saksi pun perjanjian itu udah langsung gak punya kekuatan hukum. Jadi tenang aja lah. pic.twitter.com/USLLcYxff7

05/08/2020 20:27:10 WIB
Expand pic
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

Nah, cuma... Pada penyelenggaran perjanjiannya juga harus diperhatikan. Apakah sudah berada pada jalur yang benar atau belum. Yang saya dengar Jouska memakai 2 cara dalam menggelar acara perjanjiannya. 1. Offline dengan tatap muka 2. Online dengan aplikasi meeting online

05/08/2020 20:27:11 WIB
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

1. Utk tata cara pertama sih fine2 aja ya. Yg perlu dicatat itu ketika digelar perjanjian itu kalau bisa klien jg membawa pulang dokumen perjanjian yg sudah ditandatangani oleh Jouska (di atas materai kalo bisa). Supaya apa? Supaya bisa ngejar terus kalo kalian belum ditransfer2

05/08/2020 20:27:11 WIB
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

Biar ada alat bukti sah untuk nuntut perjanjian perdamaian tsb. Kalau Jouska nggak mau ngasih, minta saat itu juga do depan mata dana harus dah masuk rekening kalian. Ini penting, supaya tidak timbul masalah baru yg nantinya berbau manipulatif.

05/08/2020 20:27:12 WIB
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

2. Online meeting diselenggarakan bagi mereka yg blm bisa ke kantor Jouska langsung. Nah di sini klien akan diminta tanda tangan digital utk menyetujui NDA tadi. Ini boleh, ASALKAN pake privy.id

05/08/2020 20:27:12 WIB
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

Karena baru itu yang saya tau platform yang diakui pemerintah untuk tanda tangan secara sah dan legal. Seperti nomor 1, minta juga tanda tangan digital Jouska di dokumen yg akan klien simpan. Ga di atas materai gpp. Itu tetap sah kok. Tetap memenuhi syarat sahnya perjanjian.

05/08/2020 20:27:13 WIB
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

Tapi nanti kalau mau jadi alat bukti harus ada Pemateraian Kemudian (nazegeling). Jika Jouska ga mau pakai cara begitu, bilang aja gini, "Tolong pakai tata cara yg legal dong, masa kayak gitu ga tau?!

05/08/2020 20:27:14 WIB
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

Kalau nggak bikin pernyataan MoU singkat aja. "Kalau setelah meeting selesai hari itu belum ditransfer ganti ruginya, kutuntut pakai pasal penipuan yah" Hehehe... Ingat guys, kita berhadapan dengan orang yg akalnya banyak. Solusinya akal kita harus jauh lebih banyak.

05/08/2020 20:27:14 WIB
Detektif Fiktif @DetektifFiktif

Thread ini gue persembahkan buat para klien yang sekarang2 ini sedang menjalani proses perjanjian perdamaian dengan Jouska. Asas kebijaksanaan dan kehati-hatian tetap diperlukan meskipun klien butuh duitnya juga. Doa gue menyertai kalian yg sedang nuntut Jouska. Semoga adil.

05/08/2020 20:27:15 WIB
#LockDrun #FightCorona @indrapradana

@DetektifFiktif Bukan pesimis atau gmn, gw gak yakin si J ganti rugi semuanya..secara udh dilarang beroperasi, mau gantiin dr mana ?? Ini cm daya upaya terakhir aja, klo pas yg klaim bejibun, lgsg mundur teratur

05/08/2020 21:34:15 WIB
Raki | Syahraki Syahrir @Syahraki

@DetektifFiktif Pastinya. Dan saya yakin dia tidak bodoh untuk tau yang dia lakukan selama ini memang salah. Artinya, well planned and organized. Kalau nggak krisis ekonomi mungkin kasus ini malah ga keungkap.

05/08/2020 22:51:06 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!