Apa Sebenarnya Jabatan Profesor itu? Rame "Profesor" Hadi Pranoto Bilang Temukan Obat Antivirus Covid-19, Ini Penjelasan Profesor dalam Dunia Akademik, Thread By @tey_saja

Profesor itu bukan jabatan akademik
0
Terry Perdanawati @tey_saja

A Jogjakartan living in Minnesota, @jay_afrisando’s partner in rhyme, ugal-ugalan with @gatrawardaya, #WatikWirobrajan

terryperdanawati.com

Terry Perdanawati @tey_saja

Gara2 video yg ada “profesor” itu aku jd sadar klo msh bnyk yg belum tau klo profesor itu jabatan fungsional, bukan gelar akademik. Jd klo org bilang dia profesor berarti logikanya dia berafiliasi dgn kampus & bs dicari infonya di kampus tersebut. Gak ada profesor freelance. 😅

03/08/2020 13:05:15 WIB
Terry Perdanawati @tey_saja

Lebih jelasnya gini. Gelar akademik tuh misalnya: sarjana (S1), master (S2), dan doktor (S3). Dpt gelar itu ya caranya lulus kuliah S1/S2/S3 dpt ijazah. Gelar akademik ini melekat sampai kpn pun. Mau nganggur aja di rmh pun kalau dia lulusan S3 ya dia doktor. Ibaratnya gitu.

03/08/2020 13:07:09 WIB
Terry Perdanawati @tey_saja

Sedangkan profesor ini jabatan fungsional. Dia adlh dosen yg sudah memenuhi syarat utk diangkat sebagai guru besar (profesor). Jd ya kudu dosen. Buat sampai jd profesor, kudu melalui tingkatan strata akademik dgn salah satu syaratnya: penelitian & publikasi hasil penelitiannya.

03/08/2020 13:10:02 WIB
Terry Perdanawati @tey_saja

Kalau di luar negeri, profesor bisa aja full penelitian di kampus & gak ngajar. Tp ttp afiliasinya dgn kampus. Klo di Indonesia, ada tridarma pendidikan. Profesor jg kudu: ngajar, meneliti, pengabdian masyarakat. Plus mempersiapkan juniornya utk jd penggantinya kelak.

03/08/2020 13:14:10 WIB
Terry Perdanawati @tey_saja

Makanya penyebutannya sering kali gini: Prof X, Guru Besar Ilmu Blablabla, Universitas Apalahgitu. Karena memang afiliasinya ke kampus tersebut. Kampus itu yg mengajukan si calon profesor utk dilantik jd profesor/guru besar setelah memenuhi syarat.

03/08/2020 13:18:30 WIB
Terry Perdanawati @tey_saja

Dengan penyebutan lengkap seperti itu tadi, menjelaskan si profesor itu ahli di bidang apa. Krn ya gak mentang2 profesor jd pintar di segala bidang. Gak gitu cara mainnya. Profesor mikrobiologi ya jgn kamu tanyain bidang sastra, bisa jd gak tau sedikitpun. Misalnya gitu.

03/08/2020 13:30:37 WIB
Terry Perdanawati @tey_saja

Dengan penyebutan lengkap seperti itu tadi, jg bikin orang tau kredibilitas beliau. Contoh: Prof Dr Siti Chamamah Soeratno, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya UGM. Dah lah sana cuss browsing nama itu. Bakal muncul bnyk info ttg jejak akademik beliau.

03/08/2020 13:30:37 WIB
Terry Perdanawati @tey_saja

Krn memang profesor ya gitu, pasti punya karya (penelitian) yg terpublikasi. Udah gitu, mestinya ada beritanya jg pernah jd promotor penelitian seorang doktor. Lha apa lah gunanya punya profesor di kampus kalau gak membantu calon doktor utk penelitian? 💁

03/08/2020 13:30:39 WIB
Terry Perdanawati @tey_saja

Jd mestinya jejak akademiknya banyak. Baik jejak akademik (penelitian) atas nama sendiri maupun atas nama orang lain yg dipromotori beliau. Sehingga kalau ada yg ngaku profesor tp jejak akademiknya gak ketemu, sungguh lah wagu. 😅

03/08/2020 13:30:40 WIB
Terry Perdanawati @tey_saja

Lalu, jika seorang profesor mengundurkan diri, atau pensiun, maka sejatinya gelar profesor ini jg udah gak dipakai lagi. Namanya juga jabatan kan? Ya kayak presiden/menteri gitu. Kalau udah gak menjabat ya udah gak disebut presiden/menteri lagi. 😉

03/08/2020 13:30:40 WIB
Terry Perdanawati @tey_saja

Terus udahan gitu gak jadi profesor lagi? Ya iya... 😁 Tapi seperti yg udah ku bilang di awal, gelar akademik (S1/S2/S3) akan tetap melekat sampai kapan pun. Jd udah gak profesor ya tetap Doktor. Maka tetap akan disebut sebagai Doktor X.

03/08/2020 13:35:54 WIB
Terry Perdanawati @tey_saja

Tambahan yak! 😉 Ada juga profesor riset yg gelarnya ada tulisannya “Riset”. Contoh: Prof. (Riset). Dr. Sumarno, M.Sc. Afiliasinya ke Litbang Pertanian. Jd tetap berafiliasi ke lembaga riset. Enggak freelance. Kudu ada lembaganya. twitter.com/iirmaruf/statu… twitter.com/iirmaruf/statu…

03/08/2020 13:39:24 WIB
Terry Perdanawati @tey_saja

Jd gampangannya mah kalau mau tau seseorang beneran profesor apa bukan ya emang jalur pertamanya adalah cari penelitian yg terpublikasi di jurnal. Wajib bgt lah gak mungkin enggak. Wong ini syarat jhe. 😅 Jalur kedua, cari lembaga afiliasinya (kampus atau litbang & yg sejenis).

03/08/2020 13:43:33 WIB
Terry Perdanawati @tey_saja

Jd pernyataan “cari guru yg jelas sanad-nya” ini menurutku ga cuma berlaku buat guru ngaji. Tp guru apapun. Kudu jelas sanad keilmuannya. Lulusan mana, afiliasinya dgn lembaga mana, bidang keahliannya apa. Biar ga asal ada org “kelihatan pinter” aja terus langsung percaya. 😅

03/08/2020 13:51:37 WIB
Terry Perdanawati @tey_saja

Orang yg udah jelas pun cek dulu lah dia ahli bidang apa. Doktor & profesor di bidang X ya jago di bidang X, tp belum tentu paham bidang Y. Nggak semua org yg pinter di satu bidang adalah pinter di semua bidang. Iya. Kita semua jg. Jd hindari ngomong yg kita gak ngerti. 😁

03/08/2020 13:51:38 WIB
Terry Perdanawati @tey_saja

Nambahin lagi ya, klo di Amerika. Dosen sering disebut “professor” walo bkn professor. Mhswnya Pak Jay jg nyebut dia “Professor Afrisando”. 😝 Tp tetep aja Pak Jay gak boleh nyebut dirinya sendiri Prof. Afrisando lah. Paling pol gelarnya skrg “ABD”. twitter.com/snydez/status/… twitter.com/snydez/status/…

03/08/2020 14:23:31 WIB
Terry Perdanawati @tey_saja

ABD = All But Dissertation Alias otw menuju PhD, tinggal disertasinya aja yg belum. Yg punya gelar ABD ini udah boleh ngajar sampai mhsw S3. Tapi tdk akan diangkat jadi profesor sebelum urusan disertasi beres plus segala syarat lain termasuk penelitian/karya dll.

03/08/2020 14:28:44 WIB
Terry Perdanawati @tey_saja

Utk jd profesor penuh di Univ di Amerika itu ya sama kayak di Ind mesti melewati level2 lain dulu misalnya “Associate Professor” sebelum akhirnya jadi “Tenure Professor.” Jadi sama-sama prosesnya lama. Walau utk syarat dan detail levelingnya beda. Ya beda negara beda aturan.

03/08/2020 14:28:44 WIB
harry @redfolk

@tey_saja Anu....lipi dan bppt juga punya profesor, profesor riset.

03/08/2020 13:33:34 WIB
harry @redfolk

@tey_saja Oiya satu lagi mungkin, karena ini gelar kehormatan jabatan fungsional yang terkait dengan angka kredit jadi mungkin tidak melulu dengan makalah. Tapi, seharusnya sih produktif ya nulis, seharusnya.

03/08/2020 13:55:16 WIB
Terry Perdanawati @tey_saja

@redfolk Perhitungan angka kredit itu syarat utama pengajuan jd profesor/guru besar. Tp kalau dilihat syarat lain di pengajuan pengangkatan guru besar, ada syarat publikasi jurnal (klo jaman dulu bs aja buku terkait bidang akademik). Klo aturannya blm berubah sih gitu.

03/08/2020 14:00:16 WIB
harry @redfolk

@tey_saja Iya betul peneliti utama atau perekayasa utama memang harus punya publikasi jurnal untuk syarat pengajuannya, tapi sepertinya tidak setiap saat nulis, maksudnya saya ajeg nulis gitu.

03/08/2020 14:04:45 WIB
Terry Perdanawati @tey_saja

@redfolk Iya. Harapannya sih produktif nulis tapi secara administrasi jg gak ada syarat kudu produktif. Jd ya bisa aja enggak. Hehehe Tapi minimal kalau dicari jejak publikasi jurnalnya ketemu. Minimal bgt jurnal sblm dia diangkat jd profesor, krn itu syaratnya jd profesor itu tadi. 😁

03/08/2020 14:07:39 WIB
Load Remaining (84)

Comment

No comments yet. Write yours!