Mengenal Operasi WOYLA 1981, Operasi Pasukan Elite Pertama Di Indonesia yang Memberantas Pembajakan Pesawat Oleh Teroris

Thread by @mwv_mystic
0
mwv.mystic @mwv_mystic

OPERASI WOYLA 1981 Operasi Pertama Pasukan Elite Indonesia Menghadapi Pembajakan Pesawat oleh Teroris a historical thread pic.twitter.com/hFPsjgdKbJ

01/08/2020 16:14:24 WIB
Expand pic
mwv.mystic @mwv_mystic

Aksi terorisme terjadi silih berganti di negeri ini. Namun mwvers tau apa kejadian yang disebut sebut sebagai kasus pertama terorisme berlabelkan jihad di Indonesia?

01/08/2020 16:17:37 WIB
mwv.mystic @mwv_mystic

Mari melihat kembali ke tahun 1981. Dimana kejadian pembajakan pesawat pertama kali terjadi menimpa maskapai Garuda penerbangan 206 dengan tujuan dari Pelabuhan Udara Sipil Talangbetutu, Palembang ke Bandara Polonia Medan, tepatnya tanggal 28 Maret 1981.

01/08/2020 16:17:37 WIB
mwv.mystic @mwv_mystic

Pembajakan bermula saat pesawat Garuda DC-9 Woyla yang dikemudikan Kapten Herman Rante baru saja terbang dari Pelud Sipil Talang Betutu, Palembang seusai transit untuk menuju Bandara Polonia, Medan. pic.twitter.com/MPQYwxlhhY

01/08/2020 16:17:41 WIB
Expand pic
mwv.mystic @mwv_mystic

Setelah lepas landas, dua penumpang bangkit dari tempat duduk mereka, satu menuju ke kokpit dan menodongkan senjata. Satu lagi berdiri di gang di tengah2 antara tempat duduk penumpang pesawat.

01/08/2020 16:21:04 WIB
mwv.mystic @mwv_mystic

Pada pukul 10.10 pesawat tersebut sudah dikuasai oleh lima pembajak, semuanya bersenjata api. Pembajak di kokpit memerintahkan pilot untuk terbang ke Kolombo, Sri Lanka, tetapi pilot berkata bahwa pesawat tersebut tidak memiliki cukup bahan bakar pesawat untuk pergi kesana.

01/08/2020 16:21:04 WIB
mwv.mystic @mwv_mystic

Akhirnya pesawat dialihkan ke Penang, Malaysia, untuk pengisian bahan bakar sebelum kemudian terbang lagi ke Thailand atas paksaan teroris. Saat itu pemerintah Malaysia dan Thailand mengizinkan pesawat tersebut mendarat di wilayahnya.

01/08/2020 16:21:05 WIB
mwv.mystic @mwv_mystic

DC-9 Woyla meninggalkan Malaysia setelah mengisi bahan bakar, menuju ke Bandara Don Mueang, Thailand. Seorang penumpang wanita lanjut usia diperbolehkan turun di Malaysia oleh para teroris.

01/08/2020 16:21:05 WIB
mwv.mystic @mwv_mystic

Para teroris kemudian membacakan tuntutan mereka, yaitu agar anggota Komando Jihad yang ditahan di Indonesia segera dibebaskan, yakni para pendukung Imran bin Muhammad Zein yg sebelumnya ditahan karena penyerangan Cicendo. 📷 Imran bin Muhammad Zein pic.twitter.com/u7cjCkCnEA

01/08/2020 16:21:06 WIB
Expand pic
mwv.mystic @mwv_mystic

Selain itu mereka meminta uang sejumlah US$ 1,5 juta. Mereka juga meminta pesawat untuk pembebasan tahanan dan untuk terbang ke tujuan yang dirahasiakan. Mereka mengancam telah memasang bom di pesawat Woyla dan tidak segan untuk meledakkan diri bersama pesawat tersebut.

01/08/2020 16:23:40 WIB
mwv.mystic @mwv_mystic

Secara sembunyi-sembunyi, Herman Rante sang pilot Garuda, sempat mengirim sinyal kepada pesawat terdekat. Beruntung, sinyal itu ditangkap oleh Kapten A. Sapari, pesawat Garuda F -28 yang baru terbang dari Pekan Baru.

01/08/2020 16:23:41 WIB
mwv.mystic @mwv_mystic

Dan ketika kedua pilot itu berhubungan, Sapari mendengar suara Herman yang gugup. Herman berbicara, “Being hijacked . . . being hijacked . . .,” (“Dibajak…dibajak”-red) dilansir Tempo, 4-11 April 1981.

01/08/2020 16:23:41 WIB
mwv.mystic @mwv_mystic

Dari kontak itu, berita pembajakan Garuda 206 “Woyla” tersebat hingga Jakarta. Namun saat itu hampir seluruh petinggi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) sedang mengikut Rapimnas tahunan di Ambon, kecuali Pangkopkamtib, Laksamana Soedomo. pic.twitter.com/YySOCFTDF0

01/08/2020 16:23:43 WIB
Expand pic
mwv.mystic @mwv_mystic

Mendengar berita tersebut, Soedomo langsung menghubungi Menteri Pertahanan Jendral M. Jusuf dan meminta Asisten Intelijen Hankam merangkap Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS), Letnan Jenderal Benny Moerdani untuk kembali ke Jakarta. pic.twitter.com/hMpSbeHAhg

01/08/2020 16:27:21 WIB
Expand pic
Expand pic
mwv.mystic @mwv_mystic

Sesampainya di Jalan Cendana, Jakarta, Benny Murdani bersama Soedomo melapor kepada Presiden Soeharto. Benny memohon izin untuk melaksanakan opsi militer. Julius Pour dalam Benny Murdani: Profil Prajurit Negarawan, mengutip percakapan antara Benny Murdani dan Soeharto kala itu.

01/08/2020 16:28:37 WIB
mwv.mystic @mwv_mystic

“Kamu sudah perkirakan, kemungkinan berhasilnya,” tanya Soeharto “Fifty-fifty, Pak,” jawab Benny “Laksanaken,” Presiden Soeharto merestui. pic.twitter.com/lnEHuRvVAN

01/08/2020 16:28:38 WIB
Expand pic
mwv.mystic @mwv_mystic

Benny Murdani segera menunjuk Letnan Kolonel Sintong Panjaitan menjadi komandan operasi. Sintong merupakan komandan Grup IV/Sandiyudha, Kopassandha (cikal bakal pasukan elit yg sekarang kita kenal dengan Kopassus). pic.twitter.com/VteaMPNzou

01/08/2020 16:29:59 WIB
Expand pic
mwv.mystic @mwv_mystic

Sementara itu, pesawat yang tadinya menuju Medan, dialihkan rutenya menuju Thailand. Di Bandara Don Muang, Bangkok, 42 penumpang yang disandera mendapat intimidasi. Pendingin ruangan dalam pesawat dimatikan. Akibatnya, banyak penumpang kepanasan dan menjadi lemas.

01/08/2020 16:30:00 WIB
mwv.mystic @mwv_mystic

Tiap perlawanan atau gerakan mencurigakan dari sandera pria tak jarang dibalas tempelengan dari pembajak, seraya mengancam akan meledakan pesawat dengan granat.

01/08/2020 16:30:00 WIB
mwv.mystic @mwv_mystic

Menurut Kompas, 3 April 1981, selain pistol dan senjata tajam, pembajak juga membawa alat peledak berupa dua stick dinamit, sebuah TNT ukuran 5x5x7, sebuah granat, dan satu detonator.

01/08/2020 16:30:01 WIB
mwv.mystic @mwv_mystic

Di Bangkok, Kepala Badan Kordinasi Intelijen Negara (BAKIN), Jenderal Yoga Sugomo menjadi perwakilan Indonesia sebagai negosiator. Yoga hendak mengulur waktu sembari Benny Murdani dan Sintong mempersiapkan pasukannya. pic.twitter.com/BNkMjGxFK2

01/08/2020 16:30:02 WIB
Expand pic
mwv.mystic @mwv_mystic

Kepada Yoga, pemimpin pembajak mengajukan tuntutannya: Pembajak meminta agar rekan-rekannya yang tertangkap dalam Peristiwa Cicendo dibebaskan. Peristiwa yang dimaksud adalah penyerangan pos polisi di Cicendo, Bandung yang dilakukan pemuda-pemuda kelompok Jamaah Imran,

01/08/2020 16:32:24 WIB
mwv.mystic @mwv_mystic

sebuah perkumpulan Islam radikal pada 11 Maret 1981. Selain itu, mereka meminta uang tebusan sebesar 1,5 juta dolar, serta sebuah pesawat untuk menerbangkan para pembajak dan rekannya yang telah dibebaskan ke suatu tujuan yang belum diketahui (diperkirakan Libya).

01/08/2020 16:32:24 WIB
mwv.mystic @mwv_mystic

Setelah Yoga berunding dan berjanji tuntutan pembajak akan terpenuhi pada keesokan pagi, pasukan Sintong bergerak membebaskan pesawat, pada pukul 02.00 dini hari, 31 Maret 1981.

01/08/2020 16:32:25 WIB
mwv.mystic @mwv_mystic

Sebelumnya sempat terjadi perdebatan pasukan mana yang akan melakukan operasi: ABRI atau Tentara Kerajaan Thailand. Namun setelah diadakan simulasi pembebasan, ternyata pasukan Sintong jauh lebih cepat daripada tentara Thailand.

01/08/2020 16:32:25 WIB
Load Remaining (25)

Comment

No comments yet. Write yours!