Mengenal Strategi Investasi Low Hanging Fruit via @tigorsiagian

belajar bisnis yok @tumbenlucu
0
Tigor Siagian @tigorsiagian

Strategi Investasi Low Hanging Fruit Pernah dengar metafora “Low Hanging Fruit”? Seperti halnya buah yg tergantung rendah di pohon relatif mudah dipetik, tidak perlu tangga atau usaha tambahan. Jadi bermakna hal yg dapat dilakukan tanpa usaha extra. - sebuah utas 1/n

30/07/2020 10:23:07 WIB
Tigor Siagian @tigorsiagian

Banyak dari kita yg mengamini hubungan antara risiko dan return: harapan utk hasil yg lebih tinggi membutuhkan peningkatan risiko. Saking yakinnya hingga setiap keinginan utk meningkatkan hasil hampir otomatis memikirkan cara melalui usaha yg lebih berisiko. 2/n

30/07/2020 10:35:10 WIB
Tigor Siagian @tigorsiagian

Namun sebagaimana utas sebelumnya, memastikan tercapainya tujuan keuangan kadang dapat dilakukan melalui hal yg sederhana seperti meningkatkan pendapatan yg ditabung/disisihkan. Walau tentu saja relatif tidak “sexy” dan sulit dijadikan konten instastory. 3/n

30/07/2020 10:39:52 WIB
Tigor Siagian @tigorsiagian

Contoh lain untuk kontribusi memutus mata rantai penularan Covid-19 bisa dilakukan dgn cara sederhana: jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker. Atau seperti di awal pandemi, cukup di rumah aja sambil rebahan. Ga perlu strategi yg aneh2 seperti membeli kalung corona misalnya. 4/n pic.twitter.com/LCay6VEoeZ

30/07/2020 10:52:11 WIB
Expand pic
Tigor Siagian @tigorsiagian

Secara umum usaha untuk mencapai tujuan keuangan dapat digambarkan dalam hubungan seperti di gambar ini: manfaat merupakan produk dari jumlah uang yg disisihkan ditambah return dari penempatan uang tsb dan dikurangi biaya. That’s all. Sisanya hanya aksesoris. 5/n pic.twitter.com/SW87Lm3yA2

30/07/2020 12:23:23 WIB
Expand pic
Tigor Siagian @tigorsiagian

Dari hubungan tsb jelas untuk manfaat yg tetap dapat diperoleh dari peningkatan tabungan sebagaimana sudah dibahas sebelumnya, peningkatan return dan atau pengurangan biaya. Yg pasti tidak mungkin manfaat tetap, tapi di sisi kanan secara net (setelah biaya) menurun. 6/n

30/07/2020 12:29:09 WIB
Tigor Siagian @tigorsiagian

Salah satu faktor yg sering dilupakan dalam mengelola investasi adalah faktor biaya. Padahal sebagaimana dampak compounding pada return yg dielu-elukan sebagai miracle of compound interest, dampak compounding biaya merugikan sehingga dijuluki tyranny of compounding cost. 7/n

30/07/2020 14:40:26 WIB
Tigor Siagian @tigorsiagian

Salah satu fenomena yg menarik dari pemasaran produk & jasa keuangan, konsumen terkesan kurang memberi porsi yg besar pada biaya. Bukti anecdotal memberikan ilustrasi bagaimana konsumen lebih “ribet” tawar menawar, menimbang2 utk produk non keuangan dibandingkan keuangan. 8/n

30/07/2020 15:41:47 WIB
Tigor Siagian @tigorsiagian

Kita sering menghabiskan waktu jauh lebih ribet, menawar-nawar, menimbang-nimbang, cek toko sebelah dsb utk produk yg bahkan secara nominal relatif rendah terhadap jasa/produk keuangan yg nilainya mostly setara dgn “big ticket” items. 9/n

30/07/2020 15:46:13 WIB
Tigor Siagian @tigorsiagian

Singkatnya, sering lebih ribet beli tea set dibanding milih reksa dana. Paling tidak demikian temuan dari beberapa survei di negara maju. 10/n

30/07/2020 15:50:42 WIB
Tigor Siagian @tigorsiagian

Kalaupun ada konsep yg fokus ke “penghematan”, tapi kok sebenernya ga signifikan. Seperti istilah “latte factor” walaupun secara konsep okay (berhemat dari yg kecil) namun kalau distracting dari yg substansial malah seperti istilah inggris: penny-wise but pound-foolish. 11/n

30/07/2020 16:46:58 WIB
Tigor Siagian @tigorsiagian

Prakteknya, biaya substansial yg “tersembunyi” atau paling tidak butuh effort untuk menggal adalah management fee melalui manajer investasi (MI). Biaya ini “tersembunyi” dalam laporan NAB, dan sifatnya dalam struktur biaya mirip Iceberg: hanya terlihat puncaknya. 12/n pic.twitter.com/Eu9dtWNibY

30/07/2020 17:26:15 WIB
Expand pic
Tigor Siagian @tigorsiagian

Perilaku penny-wise saat memilih reksa dana biasanya “ribet” soal selling fee dan redemption fee, yg terkadang one shoot. Tapi perilaku pound-foolish ga peduli pada biaya yg compounding dan menjadi tiran yaitu management fee. 13/n

30/07/2020 17:28:59 WIB
Tigor Siagian @tigorsiagian

Faktor yg membuat banyak investor jg kemudian “ga peduli” karena praktek informasi ttg management fee di Indonesia tidak terlalu clear. Dalam artian di platform hanya mencantumkan apa yg dimuat di KIK: maximum. Berapa realisasinya harus menggali di lapkeu RD. 14/n

30/07/2020 17:32:41 WIB
Tigor Siagian @tigorsiagian

Faktor lain, tidak mudah melihat dampak dari expense (management fee, custodian fee dan biaya agen penjual) terhadap hasil pengelolaan terutama untuk horizon yg panjang. Karena sekali lagi ada efek compounding. Palingan hanya mengira-ngira: ok, return - fees = aktual 🧐. 15/n

30/07/2020 17:38:02 WIB
Tigor Siagian @tigorsiagian

Padahal dalam pengelolaan investasi terutama yg outsourced melalui MI, pengendalian biaya merupakan koentji. Dari ketiga faktor kontributor kinerja: return, risk dan cost, yg kedua pertama secara ex ante hanya estimasi/expected tapi biaya langsung berjalan layaknya argo. 16/n

30/07/2020 17:44:35 WIB
Tigor Siagian @tigorsiagian

Bukan hanya secara teoritis, bukti empiris pun demikian. Morning Star sebagai pembuat rating reksa dana menemukan apabila seorang investor tidak memiliki akses ke informasi rating RD, informasi ttg expense rasio dapat menjadi indikator yg akurat bagi kinerja RD ke depan. 17/n

30/07/2020 17:47:37 WIB
Tigor Siagian @tigorsiagian

Dgn menggunakan contoh investor dgn uang Rp 12 juta, horizon 20 thn dan return saham 12%. Sementara mgt fee 2%, custodian fee 0.15% dgn total 2.15% per tahun. Maka hasil dan dampak fee tsb terhadap return aktual, nilai investasi di akhir periode sebagaimana tabel berikut. 18/n pic.twitter.com/npzk9gShAo

30/07/2020 17:53:39 WIB
Expand pic
Tigor Siagian @tigorsiagian

Dari tabel tsb jelas, iceberg biaya mendragging return sebesar 2.4%! Namun apabila dihitung relatif terhadap hasil investasi di akhir periode, total biaya selama 20 tahun setara dengan ... 35.90%! Lumayan kan “bayaran “ untuk mengelola investasi? 19/n

30/07/2020 17:57:42 WIB
Tigor Siagian @tigorsiagian

Apabila seorang investor punya opsi dgn expense yg setengah RD tadi maka “extra return” dari hasil yg bisa diterima di akhir periode kira2 sebesar 24%! Demikian sekilas strategi investasi memanfaatkan opsi “low hanging fruit” semisal pengendalian biaya. Semoga bermanfaat. 20/n

30/07/2020 18:05:09 WIB
Tigor Siagian @tigorsiagian

Oiya lupa. Saya punya ide sejak lama. Siapa tau di sini ada pihak otoritas yg bisa mewujudkan. Bagaimana kalau dalam laporan bulanan RD yg diterima oleh investor WAJIB dicantumkan nominal total biaya untuk periode tsb dan sejak inception. 21/n

30/07/2020 18:13:07 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!