Created on App

Menganalisa Hasil Penemuan Positif Corona Jakarta dan Non-Jakarta, Ternyata Hasil Jakarta Tinggi Karena Kapasitas Testing Yang Juga Tinggi

0
Muhammad @RidhaIntifadha

Laporan WHO atas Indonesia per tanggal 29 Juli kemarin memuat beberapa info menarik Dokumen bisa diunduh dari link berikut: who.int/docs/default-s…

30/07/2020 10:19:41 WIB
Muhammad @RidhaIntifadha

Data pertama yang digarisbawahi adalah 57% kasus positif terjadi di Pulau Jawa. Peringkat pertama masih di Jawa Timur, lalu diikuti DKI Jakarta, selanjutnya berturut-turut adalah Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. pic.twitter.com/XWJbci1F2K

30/07/2020 10:23:37 WIB
Expand pic
Expand pic
Muhammad @RidhaIntifadha

Namun, data jumlah kasus positif itu ternyata tidak seiring dengan tingkat kematian per satu juta penduduk. Jakarta berada di peringkat pertana dalam kategori ini, diikuti Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Timur dan Maluku Utara. pic.twitter.com/25LXEhohrp

30/07/2020 10:29:05 WIB
Expand pic
Muhammad @RidhaIntifadha

Artinya pada provinsi tertentu, meskipun jumlah kasus positif itu tidak masuk 5 provinsi dengan kasus terbanyak, ternyata tingkat kematiannya cukup tinggi. Indikasinya: banyak kasus OTG yg belum diketahui sehingga tingkat kematian tdk mencerminkan fakta sebenarnya

30/07/2020 10:29:07 WIB
Muhammad @RidhaIntifadha

Data berikutnya yang saya soroti adalah pengetesan jumlah spesimen yang fluktuatif meskipun cenderung meningkat. Peningkatan testing (yang diikuti tracing seharusnya) inilah yang membuat temuan kasus baru juga meningkat tajam pada bulan Juli ini pic.twitter.com/uFjuXAMK02

30/07/2020 10:34:56 WIB
Expand pic
Muhammad @RidhaIntifadha

Data berikutnya terkait kriteria epidemiologi. Yang menarik: Banten menjadi satu-satunya provinsi di pulau Jawa ya g menunjukkan penurunan kasus sejak puncak tertingginya di 3 minggu lalu. pic.twitter.com/lnxufaB8fm

30/07/2020 10:40:58 WIB
Expand pic
Muhammad @RidhaIntifadha

Data epidemiologi berikutnya adalah positivity rate. Atau persentase dari jumlah kasus positif baru yang ditemukan dibandingkan jumlah testing Yang menarik: WHO tidak lagi membandingkan provinsi di Jawa. Namun hanya bandingkan Jakarta, Indonesia, dan Indonesia tanpa Jakarta pic.twitter.com/oG0QJPERmF

30/07/2020 10:44:09 WIB
Expand pic
Muhammad @RidhaIntifadha

Data grafik itu menunjukkan: Positivity rate Jakarta msh di sekitar 5% dg kapasitas testing lbh dr 4.000 org per satu juta penduduk per pekan Indonesia tanpa Jakarta kapasitas testing bahkan tdk mencapai 1.000 org per satu juta penduduk per pekan, positivity rate-nya sekitar 20%

30/07/2020 10:48:01 WIB
Muhammad @RidhaIntifadha

Artinya, temuan kasus Indonesia tanpa Jakarta itu bagaikan gunung es. Kapasitas testing-nya rendah namun temuan kasusnya tinggi. Jakarta kapasitas testing tinggi, namun jumlah temuan kasusnya cukup rendah (terkendali)

30/07/2020 10:56:48 WIB
Muhammad @RidhaIntifadha

Perbandingannya: Jakarta: dari 4000 tes kepada orang baru per 1 juta penduduk, ditemukan sekitar 200 kasus positif (5 persen) Indonesia selain Jakarta: dari 250 tes kepada orang baru per 1 juta penduduk, ditemukan sekitar 50 kasus baru (20 persen).

30/07/2020 10:56:49 WIB
Muhammad @RidhaIntifadha

Laporan WHO ini juga lagi-lagi membandingkan Jakarta dengan provinsi lain yaitu Yogyakarta, indikatornya: kapasitas bed Rumah Sakit khusus pasien COVID-19. Jakarta mempunyai 4.500 bed khusus COVID-19, namun sudah terisi 66,9 persen. pic.twitter.com/sUtbIKZXsX

30/07/2020 11:05:01 WIB
Expand pic
Muhammad @RidhaIntifadha

Yogyakarta tidak sampai 500 kapasitas bed untuk COVID-19 dan sudah terisi 51,1 persen. Terbayang kalau provinsi selain DKI Jakarta mengalami lonjakan kasus yang butuh perawatan intensif di Rumah Sakit, apakah sistem kesehatan dan medis mereka bertahan? Ketimpangan itu nyata :”)

30/07/2020 11:05:02 WIB
Muhammad @RidhaIntifadha

Dan laporan WHO ini juga menegaskan pelonjakan pasien yang dirawat di Rumah Sakit di Jakarta, selain wisma atlet. Pelonjakan ini terlihat sangat signifikan selama bulan Juli. Padahal sebelumnya ada tren penurunan. Mungkinkah bisa dikatakan PSBB Transisi Jakarta gagal? pic.twitter.com/hwVt4czi6j

30/07/2020 11:08:38 WIB
Expand pic
Muhammad @RidhaIntifadha

Walaupun dari data sebelumnya, kita melihat kapasitas RS Jakarta masih tersisa sekitar 34% dr maksimal 4.500 bed. Tren pelonjakan ini berbahaya Tenaga kesehatan dan medis akan semakin rentan krn SDM yg terbatas, apalagi jika tren lonjakan itu sudah melebihi jumlah bed RS

30/07/2020 11:12:14 WIB
Muhammad @RidhaIntifadha

Data berikutnya yang dipublikasikan adalah terkait kapasitas testing pada Laboratorium. Yang saya kritisi: jumlah testing masih fluktuatif. Saya kira karena ada hari libur, tapi kalau dilihat grafik batangnya sih tidak mencerminkan demikian pic.twitter.com/1zVtrdwCey

30/07/2020 11:28:54 WIB
Expand pic
Muhammad @RidhaIntifadha

Artinya pemerintah itu tidak konsisten dan tidak memaksimalkan kapasitas testing yang selama ini dipublikasikan dan disebut dalam media Dari 100% kapasitas testing, maka berapa yang sebenarnya betul-betul dites?

30/07/2020 11:28:54 WIB
Muhammad @RidhaIntifadha

Kapasitas testing disebut Presiden akan ditingkatkan, tadinya target 20.000 menjadi 30.000 per hari. Saran: maksimalkan saja yg sudah ada. Apalagi ketimpangan testing antara Jakarta dan Provinsi lainnya itu nyata sekali. Perbandingan itu mencapai 16:1

30/07/2020 11:28:55 WIB
Muhammad @RidhaIntifadha

Data terakhir yang menurut saya penting dalam laporan ini adalah tingkat kesembuhan Indonesia sudah mencapai 59,5 persen. Tingkat kesembuhan ini cenderung meningkat dari awal April yang kurang dari 10 persen Artinya? Sistem kesehatan sudah lebih siap dalam perjuangan ini pic.twitter.com/ZLqjogw8vk

30/07/2020 11:34:17 WIB
Expand pic
Muhammad @RidhaIntifadha

Demikian utas kali ini terkait laporan WHO atas pandemi COVID-19 d Indonesia per tanggal 29 Juli 2020 Akhirul kalam Wallahu A’lam

30/07/2020 11:36:25 WIB
Muhammad @RidhaIntifadha

Nice info. Kapasitas wisma atlet sekitar 3.000 orang. Artinya sudah memenuhi sekitar 53 persen dari kapasitas maksimalnya. Jika ditambah data WHO ini, maka mereka yg dirawat di bed RS (66% dr maks. 4500) dan wisma atlet (53% dr maks. 3000) itu sekitar 4570 pasien (60,93%) twitter.com/barokahaamiin/…

30/07/2020 13:14:00 WIB
Muhammad @RidhaIntifadha

Terima kasih infonya. Saya baru menyadari tadi menginterpretasikan data WHO secara parsial. Dari 4.500 kapasitas bed khusus COVID, ternyata 66 persen terisi itu dengan rincian - 44 persen ruang isolasi - 32 persen ruang ICU Ruang isolasi ini mungkin bukan semuanya di RS. twitter.com/nonameisname2/… pic.twitter.com/WzC0iEkAYy

30/07/2020 13:50:59 WIB
Expand pic
Muhammad @RidhaIntifadha

Hatur nuhun tambahan informasinya. Bagi saya pribadi, kecurigaan ini juga punya faktor utama yg signifikan berpengaruh yaitu integrasi data. Data COVID-19 agaknya terpisah2 antar pemangku kebijakan, baik itu pemerintah pusat, pemda, hingga swasta yg memiliki wewenang utk testing twitter.com/febrofirdaus/s…

30/07/2020 15:16:40 WIB
Zamorano @jamronic

@RidhaIntifadha Tks penjelasannya ..bagus nih di buatkan utas informasinya

30/07/2020 15:07:23 WIB
nonameisname @nonameisname2

@RidhaIntifadha Izin share bbrp tweet ny klo boleh kak 🙏🏻

30/07/2020 13:48:32 WIB
Load Remaining (6)

Comment

No comments yet. Write yours!