Ribut-Ribut Kalung Eucalyptus Dari Kementan, Benarkah Dipakai Sebagai Obat Covid-19?

Thread by @hariadhi84
0
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Ribut2 kalung Eucalyptus dari Kementan. Benarkah dipake sebagai obat C*VID19? - a thread - Kita ini sudah terlalu banyak ditakut2i sehingga sulit berpikir lurus dan mencari tahu faktanya. pic.twitter.com/04OBJMNSag

06/07/2020 19:42:08 WIB
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Biar ga bingung, di masyarakat, eucalyptus itu dikenal sbg minyak kayu putih. Iya, cairan hijau yang kalian pake kerokan, oles di hidung, atau di dada kalau lagi flu dan pilek Minyak kayu putih punya properti mirip mint, kalau dioles ke kulit bikin hangat. Merknya bisa apapun pic.twitter.com/2GRceSfzBo

06/07/2020 19:47:41 WIB
Expand pic
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Minyak kayu putih adalah salah satu jenis dari eucalyptus yang berkembang di Indonesia dari 700an jenis di dunia. Asalnya dari Australia. Tapi ngikut penyebaran manusia sehingga tumbuh juga di bbrp tempat, termasuk Indonesia. pic.twitter.com/IwpMBZN9ly

06/07/2020 19:50:59 WIB
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Karena tahan banting, eucalyptus bisa menguntungkan petani. Ditebang sekalipun, akan tumbuh lagi. Kelemahannya? Rakus air.

06/07/2020 19:55:54 WIB
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Selain batangnya yang bisa terus2an dipanen, minyak dari daun ecalyptus bisa diekstrak dan dijual cukup mahal. Ya itulah minyak kayu putih yang kita pakai sehari-hari..

06/07/2020 19:57:10 WIB
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Eucalytpus sudah lama dikenal sebagai herbal yang meringankan pilek dan flu. Bahkan uapnya bisa untuk pengencer dahak dan melapangkan pernapasan Kebetulan, C*VID 19 pun punya gejala2 seperti ini... Jadi memakai minyak kayu putih bukan sesuatu yang mesti diharamkan segitunya. pic.twitter.com/46B1aTaeMw

06/07/2020 20:00:43 WIB
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Dan kebetulan, minyak atsiri eucalyptus itu beracun. Buktinya hanya Koala dan Oposum yang sanggup makan.. Tapi dari semua hal beracun, pasti ada manfaat di baliknya.. pic.twitter.com/XZoXXDHou6

06/07/2020 20:03:28 WIB
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Kemudian manusia mencari manfaat racun ini. Yang ternyata bisa digunakan sebagai bahan pembersih dan disinfektan pic.twitter.com/P9T1Z3UIhj

06/07/2020 20:06:03 WIB
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Dan sejak 1948, eucalyptus sudah digunakan sebagai penolak serangga. pic.twitter.com/klYGaGGSqT

06/07/2020 20:07:18 WIB
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Ta ta tapi beracun kok kita disuruh pake buat lawan c*vid?! Negara mau membunuh kita! Rejim biadab!! Selow.. beracun kalau takarannya salah. Dalam dosis sangat ringan, permen rasa eucalyptus juga dimakan kok. pic.twitter.com/ZthOVRE1od

06/07/2020 20:09:16 WIB
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Jadi dasarnya sehari2 pun banyak produk minyak kayu putih ini di sekitar kita. Jgn mau ditakut2in seolah eucalyptus itu zat asing yg tiba2 dimasukkan negara u konspirasi meracuni generasi muda kita. Ya ga gitu Ferguso. Hampir tiap hari kita pake kok. Namanya minyak kayu putih

06/07/2020 20:11:35 WIB
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Nah kenapa tiba2 kementan mempromosikan minyak kayu putih? Ya karena rempah2 ini salah satu yang punya properti antiseptik Sudah diketahui sejak lama. Tapi ya itu, bangsa kita ini tipe yang maki2 dulu, baru baca...

06/07/2020 20:14:29 WIB
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Apakah sudah ada pembuktian bisa memusnahkan virus? Sudah.. sudah diuji oleh lab. Termasuk di antaranya, virus penyebab C*VID19 Jadi ini sama sekali beda dengan ala2 gelang power balance yang cuma andalkan sugesti dan testimoni orang terkenal. pic.twitter.com/iyt6fXcBg1

06/07/2020 20:19:29 WIB
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Jadi apa sebenarnya yang menjadi sumber keributan? Wawancara dengan ahli UGM yang dipotong2, seolah menentang eucalyptus.. Ya biasalah. Kita cuma baca headline tanpa mau teliti apa sebenarnya isi wawancara tersebut pic.twitter.com/3mOPyorcNQ

06/07/2020 20:21:58 WIB
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Guru besar UGM tersebut sebenarnya cuma mengingatkan, eucalyptus belum bisa diklaim sebagai obat C*VID19 Tapi sekaligus beliau ngomong, kalau buat dioles dan dihirup (sesuai dengan inovasi yang diperkenalkan kementan) ya boleh saja.. pic.twitter.com/FslBtiHrea

06/07/2020 20:25:25 WIB
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Alasannya apa? Walau sudah ada penelitian eucalyptus bisa membunuh virus, namun belum terlalu jelas berapa dosis yang aman kalau diminum sbg obat KALAU DIMINUM... Inovasinya Kementan adakah yang digunakan dengan diminum? Ga ada... Masa inhaler ditelan? 😂 pic.twitter.com/EsrnL2OOQ4

06/07/2020 20:27:28 WIB
Expand pic
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Ingat eucalyptus beracun kalau melebihi dosis aman. Tapi kalau dengan dosis rendah dan pemakaian luar, bisa berguna menghadapi batuk, bersin, dan sesak napas Ini bisa membantu menghadapi C*VID. Ahli UGM tersebut juga yang ngomong (tapi ditutup2in oleh SJW) pic.twitter.com/jbNtl5T0dy

06/07/2020 20:30:41 WIB
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Sebagai ahli dan akademisi, tentu jawaban beliau formal sesuai bidang keilmuannya dan tetap menganjurkan eucalyptus ini diteliti dulu penggunaannya kepada manusia.. SEBAGAI OBAT YANG DITELAN pic.twitter.com/W1mdzCSo9A

06/07/2020 20:33:11 WIB
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Di mana keributannya? Nah di sinilah bahayanya framing SJW. Pernyataan prof tsb dipotong oleh SJW bagian yang mengingatkan kepada pengujian kpd manusianya saja.. ..seolah sebelum ini ga pernah ada penelitian soal benefit eucalyptus SAMA SEKALI. pic.twitter.com/8xTJdXtPWk

06/07/2020 20:35:01 WIB
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Padahal profesor itu sendiri yang mengakui, secara lab, properti membunuh virus itu sudah dibuktikan. Pernyataan ini dipenggal dan dianggap seolah ga pernah ada.. pic.twitter.com/H6c2WapMPw

06/07/2020 20:36:16 WIB
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Ngerti kan emosi tiba2 yang ditimbulkan akibat pemotongan hasil wawancara di bagian ini saja? Inilah bahayanya kelakuan SJW yang bisa menghasut kemarahan masyarakat. pic.twitter.com/SEbNYXfhxB

06/07/2020 20:38:54 WIB
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Sekali lagi saya perlihatkan. Kalau komentar prof Suwijiyo Pramono ini diperlihatkan utuh, kira2 kemarahan masyarakat sama ga? pic.twitter.com/YXknOdnQ5j

06/07/2020 20:41:12 WIB
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Salahkah Kementan? Secara general ga ada yang salah dengan memperkenalkan minyak kayu putih sebagai produk petani. Memang itu tugas mereka. Yang perlu dikritisi adalah seolah dijadikan obat C*vid. Tapi bukan berarti penggunaan eucalyptusnya mesti dilarang.

06/07/2020 20:44:14 WIB
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Kementan sebenarnya bukan memperkenalkan obat. Namun herbal. Dan tak ada satupun yang pemanfaatannya dengan dimakan (oral) spt peringatan Prof Suwijiyo Produknya adalah kalung, inhaler, minyak esensial, balsem, dan diffuser. Ga ada obat makan atau suntik eucalyptus. pic.twitter.com/Ho1ivbV7Gh

06/07/2020 20:46:49 WIB
Expand pic
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84

Kenapa sudah tugasnya Kementan memperkenalkan minyak kayu putih? Karena rempah, jamu, dan herbal adalah yang menyelamatkan perekonomian kita saat wabah. Dan lagi, dinikmati langsung hasilnya oleh petani dan pedagang kecil. pic.twitter.com/vPrAI83bXC

06/07/2020 20:52:46 WIB
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Load Remaining (11)

Comment

No comments yet. Write yours!