Dari Bolak Balik Dipanggil KPK Sampai Pernah Mengancam Membunuh: Sekilas Profil dan Jejak Kasus Muhammad Nasir, Anggota DPR dari Partai Demokrat yang Usir Bos Inalum Saat Rapat

Muhammad Nasir, anggota Komisi VII DPR RI, terlibat debat panas dengan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND ID, Orias Petrus Moerdak saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa (30/6/2020).
0

Muhammad Nasir, anggota Komisi VII DPR RI, terlibat debat panas dengan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND ID, Orias Petrus Moerdak saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa (30/6/2020).

petir @SapuJag52832381

Buset dah... apakah macam begini isi org di @DPR_RI ? belajar etika tidak dia dulu sekolah pic.twitter.com/bu99B47lW1

01/07/2020 15:20:10 WIB
PUTRI CEBONG @LOVE_AG4EVER

Wow...arogan sekali anggota dewan ini...👇😩 Emang boleh yaa.. kalah debat main usir..? 👉Ini bukan contoh yg baik utk demokrasi kompas.tv/article/90535/…

01/07/2020 13:00:21 WIB
RH @RapindoH

@LOVE_AG4EVER Miris sih liat kualitas Wakil rakyat - anggota dewan yg terhormat model gini...Bangga dng sikap arogansinya tanpa sadar, dia sedang mempertontonkan kebodohannya di publik ... 🤦‍♂️

02/07/2020 06:07:26 WIB
Story Harganya Ratusan Juta: Jam Tangan Mewah yang Dipakai Muhammad Nasir, Angota DPR Dari Par.. Jam tangan mewah yang dipakai Muhammad Nasir saat mengusir dirut Inalum jadi sorotan netizen 446 pv

Profil Muhammad Nasir

Dikutip dari laman resmi DPR, Nasir merupakan politikus Partai Demokrat. Dia melenggang ke Senayan setelah sukses meraup cukup suara dari Dapil Riau II yang meliputi Kabupaten Kampar, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi dan Pelalawan.

Di DPR, Nasir duduk di Komisi VII yang membidangi sektor energi dan sumber daya mineral, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup.

Nasir merupakan merupakan kakak kandung dari Muhammad Nazarudin, Bendahara Partai Demokrat yang jadi terpidana kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang yang melibatkan perusahaannya, PT Anugerah Nusantara yang merupakan anak usaha dari Grup Permai.

Karier Nasir sebagai politikus terbilang sukses. Itu terlihat dari keterpilihannya sebagai anggota DPR sebanyak tiga kali.

Setelah duduk di kursi DPR periode 2009-2014, Nasir terpilih kembali menjadi Anggota DPR periode 2014-2019 setelah memperoleh 48.906 suara.

Nasir adalah seorang pengusaha dan aktif di asosiasi industri perkebunan dan peternakan. Pada periode 2009-2014, Nasir duduk di Komisi IX yang membidangi kesehatan, tenaga kerja dan kependudukan.

Pada masa kerja 2014-2019 Nasir bertugas di Komisi VII yang membidangi energi sumber daya energi dan lingkungan hidup. Dan kini, dia kembali membidangi Komisi VII di periode 2019-2024.

Nasir bergabung menjadi kader Demokrat di 2004 dan dipercaya untuk menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Provinsi Riau (2004-2009).

Di 2009 Nasir dipercaya untuk memimpin Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi DPP Partai Demokrat (2009-2012)

Pada laman DPR, Nasir sempat mengenyam pendidikan di SMA PKBM Pemnas Medan pada tahun 2007.

URL KOMPAS.tv Profil Muhammad Nasir, Anggota DPR dari Partai Demokrat yang Usir Bos Inalum Saat Rapat Muhammad Nasir, anggota Komisi VII DPR RI, terlibat perdebatan panas dengan Direktur Utama PT Inalum (Persero) atau MIND ID, Orias Petrus Moerdak saat RDP. 714
Bambang Herlandi @BambangHerlandi

@charlessiahaan Nasir merupakan merupakan kakak kandung dari Muhammad Nazarudin, Bendahara Partai Demokrat yang jadi terpidana kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang yang melibatkan perusahaannya, PT Anugerah Nusantara yang merupakan anak usaha dari Grup Permai.

01/07/2020 23:38:42 WIB
Bambang Herlandi @BambangHerlandi

@charlessiahaan Nasir bergabung menjadi kader Demokrat di 2004 dan dipercaya untuk menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Provinsi Riau (2004-2009).

01/07/2020 23:39:58 WIB
Story Dianggap Janggal, Tahun Kelulusan SMA Muhammad Nasir, Anggota DPR dari Partai Demokrat y.. Netizen menyoroti tahun kelulusan Muhammad Nasir, 816 pv

Jejak kasus Muhammad Nasir.

Kang Zlamd @zlametabidin

Oh ini toh wajah tampilan anggota DPR dari Partai Demokrat, sangat memalukan dan menjijikkan kelakuannya, sudah arogan mengusir Dirut BUMN. Mungkin koleksi mobil mewah dan jam tangan mewah lum cukup ya...? pic.twitter.com/OR5KmPcuuX

02/07/2020 11:13:24 WIB
Expand pic
Berty @Berty69968038

@LOVE_AG4EVER TERNYATA 👎udah pernah bolakbalik..diperiksa sbg Saksi d KPK...😊 Sekandung dgn Nazarudin s Koruptor dr PD...Dagelan 😊 pic.twitter.com/wLKxccn6Rr

01/07/2020 13:25:45 WIB
Expand pic

Kakak Nazaruddin, M Nasir pernah ancam bunuh Mindo Rosalina

Kakak kandung Nazaruddin, Muhammad Nasir, sempat mengancam akan membunuh Mindo Rosalina Manulang. Hal itu dilakukan agar Rosa tidak bersaksi dalam persidangan Nazaruddin.

Kesaksian itu dipaparkan Mantan Direktur Pemasaran PT Anugerah Nusantara Mindo Rosalina Manulang, dalam sidang lanjutan perkara korupsi pengadaan dan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya pada Kementerian Tenaga kerja dan Transmigrasi tahun anggaran 2008 dengan terdakwa Neneng Sri Wahyuni.

Menurut Rosa, dua sampai tiga bulan usai ditangkap KPK, Nasir mendatangi dia di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Nasir meminta Rosa tutup mulut dan tidak bersaksi dalam persidangan.

"Waktu itu Nasir mendatangi saya di Rutan Pondok Bambu. Saya waktu itu sudah disumpah pendeta dan akan memberikan keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan. Pak Nasir memaksa saya supaya akan mengatur kesaksian di KPK dan memaksa saya tidak bersaksi. Katanya kalau saya tidak mau, saya diancam bakal dihabisi. Saya minta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban dan tetap bersaksi," kata Rosa pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (4/12).

Menurut Rosa, dua saudara kandung Nazaruddin, Muhammad Nasir dan Nurhasyim, memang terlibat dalam operasional PT Anugerah Nusantara dan Grup Permai. Bahkan, istri Nazaruddin, Neneng Sri Wahyuni, sangat berperan dalam menentukan pencairan keuangan perusahaan.

"Kalau keduanya tidak ada (Nazaruddin dan Neneng), uang perusahaan tidak bisa cair," ujar Rosa.

Dalam surat dakwaan, Direktur Keuangan PT Anugerah Nusantara, Neneng Sri Wahyuni didakwa melakukan tindak pidana korupsi terkait pengadaan dan pemasangan PLTS di Kemenakertrans bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara-Perubahan 2008.

PT Anugerah Nusantara merupakan anak perusahaan Grup Permai milik pengusaha, mantan Bendahara Partai Demokrat, sekaligus terpidana kasus suap pembangunan Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin.

Menurut jaksa, Neneng bersama-sama dengan Muhammad Nazaruddin, Marisi Matondang, Mindo Rosalina Manulang, Arifin Ahmad, dan Timas Ginting telah melakukan tindak pidana korupsi, yakni melakukan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi sehingga merugikan keuangan negara sekitar Rp 2,72 miliar.

Neneng dianggap melakukan intervensi terhadap pejabat pembuat komitmen dalam Panitia Pengadaan dan Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Satuan Kerja Direktorat Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi bersumber dari APBN-P tahun 2008.

Neneng juga mengalihkan pekerjaan utama PT Alfindo Nuratama Perkasa sebagai pemenang lelang kepada PT Sundaya Indonesia dalam proses pelaksanaan pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan PLTS. Hal itu bertentangan dengan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa pemerintah.

Neneng dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.

URL merdeka.com Kakak Nazaruddin, M Nasir pernah ancam bunuh Mindo Rosalina | merdeka.com Menurut Rosa, 2 saudara kandung Nazaruddin, Muhammad Nasir dan Nurhasyim, memang terlibat dalam operasional Grup Permai. 1

Usut Suap Distribusi Pupuk, KPK Panggil Politikus Demokrat Muhammad Nasir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Nasir dalam penyidikan suap bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan PT Humpuss Transportasi dan penerimaan lain yang terkait jabatan. Nasir dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Indung (IND) dari pihak swasta.

"Penyidik hari ini memanggil Muhammad Nasir, anggota Komisi VII DPR RI sebagai saksi untuk tersangka IND terkait tindak pidana korupsi suap bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan PT Humpuss Transportasi dan penerimaan lain yang terkait jabatan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, dikutip dari Antaranews, Senin (1/7/2019).

URL https://nasional.okezone.com/ Usut Suap Distribusi Pupuk, KPK Panggil Politikus Demokrat Muhammad Nasir : Okezone Nasional Nasir dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Indung IND dari pihak swasta - Nasional - Okezone Nasional

Ruhut Indikasikan Anak Buah Nasir Pukul Fujio

Partai Demokrat (PD) sudah mengkonfirmasi pada anggota Komisi IX DPR dari PD, M Nasir, terkait penganiayaan yang dituduhkan mantan sopirnya, Fujio Nipponsori. Pelaku penganiayaan Fujio diindikasikan anak buah Nasir.

"Kita sudah tanyakan sama yang bersangkutan dan teman-teman di BK. Jadi yang benar bukan M Nasir pelakunya. Jadi macam-macamlah, simpang siur. Ada indikasi anak buahnya," ujar jubir DPP PD Ruhut Sitompul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (24/9/2010).

Menurut mantan pemain sinetron ini, anak buah ataupun staf Nasir berinisiatif mencari uang Rp 50 juta yang hilang. Nasir tidak memberikan perintah untuk mencarinya.

"Bukan atas perintah Pak Nasir. Tapi hilang Rp 50 juta kan heboh. Lumayan kan buat beli kerupuk," imbuh Ruhut yang mengenakan jas hitam ini.

Meski demikian, PD akan memproses jika fakta hukum membuktikan jika pelaku penganiayaan Fujio adalah Nasir. Hal ini sesuai dengan perintah Sekjen PD Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

URL detiknews Ruhut Indikasikan Anak Buah Nasir Pukul Fujio Partai Demokrat (PD) sudah mengkonfirmasi pada anggota Komisi IX DPR dari PD, M Nasir, terkait penganiayaan yang dituduhkan mantan sopirnya, Fujio Nipponsori. Pelaku penganiayaan Fujio diindikasikan anak buah Nasir.

Periksa M Nasir, KPK Gali Informasi Aliran Gratifikasi Bowo Sidik

Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menggali informasi terkait aliran dana gratifikasi ke anggota Komisi VI DPR RI, Bowo Sidik Pangarso (BSP) melalui pemeriksaan terhadap anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Nasir.

KPK memeriksa Nasir sebagai saksi untuk tersangka Bowo dalam penyidikan kasus dugaan suap antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dan PT Humpuss Transportasi.

Diduga, Bowo membantu PT Humpuss Transportasi mendapat perjanjian penggunaan kapal-kapalnya untuk distribusi pupuk dari PT Pupuk Indonesia Logistik. Febri menyampaikan, Nasir diperiksa hingga siang oleh penyidik KPK terkait dua perkara, yakni soal dugaan suap dan dugaan penerimaan gratifikasi.

Petugas KPK sebelumnya menggeledah ruang kerja Nasir di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada 4 Mei 2019.

URL KOMPAS.com Periksa M Nasir, KPK Gali Informasi Aliran Gratifikasi Bowo Sidik KPK memeriksa Nasir untuk tersangka Bowo dalam penyidikan kasus dugaan suap antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dan PT Humpuss Transportasi.
RH @RapindoH

@LOVE_AG4EVER Berkali2 diperiksa KPK - tp selalu lolos... ———— oto.detik.com/profil/d-50753… Usir Direktur Utama PT Inalum, berikut selera otomotif anggota DPR Muhammad Nasir.

02/07/2020 06:09:13 WIB
Load Remaining (3)

Comment

No comments yet. Write yours!