Benda Langit Tidak Se-spektakuler Gambar Foto-foto di Internet: Ternyata Sebagian Foto Ruang Angkasa Berwarna-warni yang Sering Kita Lihat Itu Warnanya "Palsu"

Thread: @akhibaka
0
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

Sebagian besar foto ruang angkasa yang berwarna-warni itu warnanya "palsu". Ya, semua foto ini warnanya "palsu". Mata kita gak akan melihat angkasa yang sewarna-warni ini. twitter.com/AldhiaWolf/sta… pic.twitter.com/lZbr1Pj7jt

29/06/2020 17:00:47 WIB
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

Contoh: "Pillars of Creation", Nebula Eagle. Kalau mata kita secanggih teleskop, kita akan melihat nebula ini berwarna merah seperti di kiri gambar. Bagian kanan gambar itu diwarnai secara digital dengan "warna palsu". pic.twitter.com/eBc1AAFdg4

29/06/2020 17:10:21 WIB
Expand pic
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

Kalau kalian pernah mengamati langit malam secara langsung melalui teleskop, kalian akan sadar bahwa benda langit tidak akan tampak se-spektakuler gambar di foto-foto di internet. Banyak yang ngarep melihat Saturnus di kiri, lalu kecewa melihat Saturnus kecil di kanan~ pic.twitter.com/E2AYlhPkrv

29/06/2020 18:27:58 WIB
Expand pic
Expand pic
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

Kalau untuk objek jauh seperti nebula, perbandingan antara ekspektasi-realita akan lebih jeblok lagi. Bayangkan kamu mengarahkan teleskop ke Nebula Orion (M42), berharap melihat nebula spektakuler seperti di kiri. Eh, yang terlihat seperti di sebelah kanan~ pic.twitter.com/2IBG9StS9x

29/06/2020 18:28:02 WIB
Expand pic
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

Yang hendak kusampaikan dari dua contoh di atas, adalah bahwa objek langit malam itu sejatinya redup sekali. Jauh terlalu redup untuk dapat dilihat dengan baik oleh mata. Ketika cahaya sangat redup, mata kita kesulitan membedakan warna dengan baik.

29/06/2020 18:39:01 WIB
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

Jadi, pernyataan bahwa warna foto-foto spektakuler di atas adalah "palsu" bermakna ganda. 1. Mata kita nggak cukup canggih untuk melihatnya, sebagaimana dijelaskan di atas. 2. Astronom "mewarnai" citra angkasa dengan cara khusus, dan gambaran dasarnya akan dijelaskan di bawah.

29/06/2020 18:50:41 WIB
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

Pelaku yang memotret sebagian besar "foto spektakuler" yang banyak beredar di internet itu adalah Teleskop Ruang Angkasa Hubble. Teleskop ini ditempatkan pada ketinggian sekitar 540 km di atas muka Bumi, bebas dari gangguan atmosfer. Makanya foto-foto Hubble sangat jernih 🔭 pic.twitter.com/P9GVjncgjU

29/06/2020 19:04:32 WIB
Expand pic
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

Nah, astronom pingin memastikan teleskop Hubble bisa menangkap citra yang sejernih mungkin. Citra kamera paling jernih ketika sensor kamera berfokus hanya pada jumlah cahaya yang diterima. Kalau tidak ada cahaya, warnanya hitam; kalau banyak cahaya, warnanya putih.

29/06/2020 19:15:12 WIB
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

Hal ini berarti, sejatinya teleskop Hubble nggak pernah memotret "warna". Citra yang dikirimken teleskop Hubble ke Bumi hanyalah citra hitam putih seperti pada gambar di bawah ini. Siapa yang mewarnainya? Ilmuwan di Bumi~~ pic.twitter.com/SB88bNzhTA

29/06/2020 19:15:14 WIB
Expand pic
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

Tapi, citra hitam-putih di atas bukan sembarang citra hitam-putih. Kamera Hubble dipasangi filter cahaya untuk berbagai jenis warna; mulai dari merah, hijau, biru, hingga cahaya ultraviolet atau inframerah. Jadi, misalnya kamera Hubble sedang dipasangi filter biru.....

29/06/2020 19:48:51 WIB
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

.....cahaya yang ditangkap sensor kamera Hubble hanyalah cahaya biru. Jika yang dipasang filter hijau, sensor kamera hanya akan menangkap cahaya hijau, dan seterusnya. Hasil jepretan ini masih hitam-putih ketika sampai ke Bumi, dan diberi warna yang sesuai oleh astronom. pic.twitter.com/WC7maGj0hs

29/06/2020 19:48:57 WIB
Expand pic
Expand pic
Expand pic
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

Hasil dari ketiga citra warna merah, biru, hijau (RGB) di atas adalah citra berikut ini. Beda dengan foto di awal, foto yang ini warnanya cukup mendekati warna "asli". pic.twitter.com/qWOIlogdkp

29/06/2020 19:48:59 WIB
Expand pic
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

Untuk satu objek, Hubble bisa menangkap lebih dari tiga citra. Contohnya: pada tahun 2001, teleskop Hubble diarahkan untuk menjepret galaksi NGC 1512 dalam tujuh filter cahaya, dari ultraviolet, biru, hijau, kuning, oranye, merah, hingga inframerah. Hasilnya adalah berikut ini. pic.twitter.com/p7ElSm1d6G

29/06/2020 20:05:22 WIB
Expand pic
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

Sampai di titik ini, kita mengupas pengamatan menggunakan filter warna, dikenal juga sebagai pita lebar alias broadband. Penggunaan filter warna RGB dipakai kalau mau meniru warna sejati (true colour) sebagaimana yang akan kita lihat dengan mata.

29/06/2020 20:37:27 WIB
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

Tapi, citra begitu bukanlah citra yang didambakan astronom. Astronom tuh justru kepo sama kamdungan unsur suatu nebula. Ada hidrogennya ga? Oksigennya? Molekul air? Karbon monoksida? Untuk keperluan ini, digunakan filter pita sempit alias narrowband filter.

29/06/2020 20:37:28 WIB
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

Prinsip dari filter ini adalah bahwa tiap unsur memancarkan cahaya dengan kombinasi warna yang sangat spesifik, seperti pada gambar di bawah. Jadi, kalau kita berfokus pada cahaya pada pita filter sempit ini aja, kita bisa tahu sebaran unsur terkait pada nebula. pic.twitter.com/z4OIF10ctU

29/06/2020 20:37:31 WIB
Expand pic
Expand pic
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

Nah, filter yang paling umum digunakan dalam mengamati nebula adalah filter belerang (S), hidrogen (H), dan oksigen (O). Ketiga filter ini hanya menangkap cahaya dengan warna tertentu, sebagaimana ditandai berikut ini. Belerang dan hidrogen berwarna merah, dan oksigen hijau. pic.twitter.com/nE7gwQCtTo

29/06/2020 20:55:00 WIB
Expand pic
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

Dengan menggunakan "Pillars of Creation" sebagai contoh, citra jepretan dari ketiga filter akan menjadi seperti pada gambar kiri. Ketika diwarnai dengan warnanya masing-masing yang sesuai, jadinya adalah seperti pada gambar kanan: merah, merah, dan cyan. pic.twitter.com/fqkaUSYxXz

29/06/2020 20:55:04 WIB
Expand pic
Expand pic
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

Hasil gabungannya begini. Kata sebagian kalian mungkin ini keren, tapi bagi astronom, gambar ini gak begitu bernilai, karena mereka jadi gak bisa membedakan mana belerang dan mana hidrogen. smh astronom pic.twitter.com/rV108XkEse

29/06/2020 20:55:07 WIB
Expand pic
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

Supaya mudah membedakan belerang dan hidrogen, astronom "mewarnai" citra hidrogen bukan dengan warna aslinya yaitu merah, melainkan hijau. Oksigen yang semula diwarnai cyan, terpaksa "digusur" ke warna biru. Hasil pengubahan warna ini adalah sebagai berikut. pic.twitter.com/3GJaY885XK

29/06/2020 20:55:13 WIB
Expand pic
Expand pic
Expand pic
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

Sistem ini juga diterapkan untuk pengambilan citra pada panjang gelombang di luar cahaya tampak. Misalnya kita hendak memotret Saturnus pada tiga filter di panjang gelombang inframerah. Ketiga citra monokrom dapat kita berikan warna RGB, sesuai dengan urutan kromatik filter. pic.twitter.com/QwOWNLKXSM

29/06/2020 22:46:47 WIB
Expand pic
Expand pic
𝖦𝖾𝗇𝗍𝖺𝗋𝗈 𝖪𝗈𝖽𝖺𝗆𝖺 @akhibaka

...dan menghasilkan citra inframerah Saturnus seperti pada gambar berikut. pic.twitter.com/fot0ZsRIrx

29/06/2020 22:46:49 WIB
Expand pic
Load Remaining (34)

Comment

No comments yet. Write yours!