0
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
1. Allah Ta’ala memanggil kita untuk berizikir mengingat-Nya. Sesungguhnya dengan mengingat Allah, hati akan tenang.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
2. Kita tidak merasa risau oleh dunia yang sesak, dan tidak merasa berat oleh masalah-masalah yang barangkali menghadang setiap saat.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
3. Hati merasa tenang, jiwa menjadi hidup dan dada menemukan kelapangannya, sehingga pikiran kita jernih.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
4. Kita merasa ringan terhadap dunia karena hati kita mengingati-Nya.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
5. Waktu berjalan & masa bertukar. Ayat suci tidak berubah isi, tp kita sempitkan zikir sebatas wirid panjang & hitungan yang memusingkan.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
6. Jalan untuk mengingat Allah seakan demikian sulitnya, padahal Allah sendiri tidak menetapkan aturan-aturan yang menyulitkan seperti itu.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
7. Selain shalat yang sudah ditentukan tata-caranya, berzikir bisa dilakukan kapan saja & tidak harus berbentuk wirid rumit di atas sajadah.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
8. Allah Ta’ala justru mengingatkan kita agar senantiasa mengingat-Nya (zikir) dalam keadaan duduk, berdiri, berbaring maupun berjalan.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
9. Allah serukan kita untuk mengingati-Nya dimana pun, dalam keadaan apa pun & ketika sedang melakukan berbagai pekerjaan; apa pun jenisnya.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
10. Mengingat Allah bermakna menyadari bahwa sesungguhnya Allah itu dekat, lebih dekat daripada urat leher kita.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
11. Maka kemana pun engkau menghadapkan wajahmu, di situlah engkau temukan wajah Allah.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
12. Mengingat Allah berarti menyadari bahwa Ia dengar suara-suara kita yang lirih dan tak sanggup kita ucapkan. Ia awasi kita.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
13. Bukankah Allah telah berkata, “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan bagimu.” Maka apakah yg merisaukanmu, jika Ia dekat denganmu?
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
14. Apakah yg membuatmu lemah jika Ia snantiasa mnguati orang-orang yg datang kpd-Nya? Sungguh, tiada daya & upaya kecuali semata krn Allah.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
15. Tapi…. Sebagian kita menyempitkan maknanya. Zikir hanya sebatas mengucapkan lafaz-lafaz wirid dengan hitungan rumit. Tak cukup jari ini.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
16. Zikir menjadi hanya sebatas metode untuk meraih ketenangan sesaat, demi menepis kepenatan jiwa kita yang keruh.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
17. Seakan-akan kita sedang berjalan menuju Allah, tetapi sesungguhnya kita bersibuk dengan diri sendiri; menuju diri sendiri.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
18. Kita merasa mengingat kebesaran-Nya, padahal kita sedang asyik dengan kebesaran kita sendiri.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
19. Pada gilirannya, bukan ketenangan yang kita dapatkan, melainkan keasyikan-keasyikan sesaat atau bahkan justru semakin suntuknya pikiran.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
20. Kita tenggelam dalam tangis saat bersama-sama membacakannya bersama orang lain. Kita tersedu-sedu begitu syahdu.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
21. Tp setelah di rumah, kita kembali rasakan sempitnya dada, keruhnya hati & lemahnya jiwa. Sebab, kita tak sungguh-sungguh mengingati-Nya.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
22. Atau, jangan-jangan kita berwirid hanya untuk mendapat katarsis demi melepas beban jiwa yang letih….? Wallahu a’lam bishawab.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.