Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

Efek Sampingnya Bikin Makjlebb, Marak Penggunaan Dexametashone Bisa Sembuhkan Corona Ini Sungguh Miris

Thread by @agungmrheza
1
Rheza @agungmrheza

Marak pemberitaan mengenai efektivitas dexamethasone dalam menurunkan angka kematian pasien COVID pada kondisi kritis. Timbul pertanyaan: - Apa itu dexamethasone? - Apa saja manfaat dan efek sampingnya? - Apakah aman? Saya bahas singkat di bidang kulit ya 👇 --- A THREAD --- pic.twitter.com/sxiJVinAqn

18/06/2020 12:18:00 WIB
Expand pic
Rheza @agungmrheza

Kortikosteroid (KS) adalah hormon yang dihasilkan dari sintesis kolesterol di kelenjar adrenal (di atas ginjal). KS dibagi menjadi: - glukokortikoid - mineralokortikoid, dan - steroid sex yang dalam perjalanannya memiliki banyak manfaat terapeutik.

18/06/2020 12:18:01 WIB
Rheza @agungmrheza

Swingle, dkk (1930) pertama kali menemukan manfaat terapeutik dari ekstrak kelenjar adrenal saat mengobati hewan yang (sakit) koma. Sehingga peneliti lain mulai melakukan penelitian serupa pada manusia. Hasilnya, ternyata ditemukan banyak senyawa steroid di kelenjar adrenal. pic.twitter.com/cA4H3k5Co9

18/06/2020 12:18:02 WIB
Expand pic
Rheza @agungmrheza

Hench, dkk (1948) berhasil mengobati wanita dengan radang sendi dan mampu berjalan kembali dengan menggunakan senyawa kortison, sehingga diketahui steroid memiliki sifat antiradang. Saat itu, senyawa yg ditemukan diberi nama sesuai abjad (Senyawa A, B, C, dst).

18/06/2020 12:18:03 WIB
Rheza @agungmrheza

Pada tahun 1950 Hench dkk dianugerahi Nobel di bidang Fisiologi dan Kedokteran untuk penemuannya yaitu hormon korteks adrenal dan isolasi dari kortison. Dalam perjalanannya semakin banyak senyawa steroid yang dapat dibuat secara sintetis berkat penemuan ini. pic.twitter.com/coSCWP0p6Q

18/06/2020 12:18:03 WIB
Expand pic
Rheza @agungmrheza

Hingga saat ini, KS dapat dijumpai dalam berbagai preparat: obat minum, suntik, oles, tetes mata, hirup, dll dengan indikasi, lokasi dan tujuannya masing-masing. pic.twitter.com/IMAAGOSvJV

18/06/2020 12:18:04 WIB
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Rheza @agungmrheza

Perhatian terhadap efek samping KS dimulai pada tahun 1973 saat Pace menyatakan "the topical corticosteroids brought many new problems with them, both local and systemic". Dilaporkan atrofi kulit, infeksi jamur, dan skabies pada pasiennya dengan pemakaian steroid jangka panjang.

18/06/2020 12:18:05 WIB
Rheza @agungmrheza

Secara umum, KS digunakan sebagai obat untuk antiradang dan penyakit autoimun. Biasanya untuk penyakit yang telah diketahui memiliki perjalanan kronik, akan diobati dengan KS jangka panjang pula (mis. asma, penyakit paru obstruktif kronik, dll). pic.twitter.com/4mZzi3dVer

18/06/2020 12:18:05 WIB
Expand pic
Rheza @agungmrheza

Di bidang kulit, steroid digunakan pada berbagai macam penyakit mulai dari penyakit ringan (mis. eksim) hingga penyakit berat dan mematikan (mis. eritroderma, pemfigus, Steven-Johnson syndrome) pic.twitter.com/tPyN24eD7T

18/06/2020 12:18:09 WIB
Expand pic
Rheza @agungmrheza

Semua steroid, termasuk glukokortikoid memiliki unsur dasar berupa 4 cincin kolesterol, 3 cincin hexane, dan 1 cincin pentane. Modifikasi dari gugus ini menghasilkan berbagai struktur lainnya dengan potensi (kekuatan) yg berbeda-beda. pic.twitter.com/zYpFFwyg6V

18/06/2020 12:18:09 WIB
Expand pic
Rheza @agungmrheza

Steroid oral atau suntik diindikasikan untuk kondisi radang berat atau kronik (mis. gagal napas, lupus) dan dalam dosis tinggi. Dosisnya diatur sesuai protokol sehingga mendapatkan efek menguntungkannya daripada merugikannya. (+): kondisi pasien membaik (-): muncul efek samping

18/06/2020 12:18:10 WIB
Rheza @agungmrheza

Di bidang kulit, preparat yg tersering digunakan adalah topikal (oles). Terdapat 7 kelas potensi kortikosteroid topikal (KST), dimana kelas 1 adalah superpoten dan kelas 7 adalah potensi lemah dengan indikasinya masing-masing. pic.twitter.com/wF7lEYh8VE

18/06/2020 12:18:11 WIB
Expand pic
Rheza @agungmrheza

Di bidang mata, penggolongan obat steroid berbeda lagi, namun dengan prinsip yang sama yaitu sesuai dengan potensinya. CMIIW ya bang dok @ferdiriva 😁 pic.twitter.com/Hn97sG60h3

18/06/2020 12:18:12 WIB
Expand pic
Rheza @agungmrheza

Pemakaian steroid tidak boleh sembarangan, mengingat banyaknya efek samping yg dapat muncul bila dipakai dalam jangka panjang, tidak tepat indikasi (mis. beli sendiri tanpa resep), dan tanpa pengawasan dokter. pic.twitter.com/82piHrEUDD

18/06/2020 12:18:12 WIB
Expand pic
Rheza @agungmrheza

Terdapat pula kontraindikasi pemberian steroid, misalnya: keratitis herpes, infeksi tuberkulosis aktif, dan infeksi jamur sistemik. Ada juga istilah kontraindikasi relatif, dimana pemberiannya harus menimbang risk & benefit nya.

18/06/2020 12:18:13 WIB
Rheza @agungmrheza

Pemakaian steroid jangka pendek umumnya aman, walaupun tetap dapat menimbulkan efek samping. Untuk efek samping pemakaian jangka panjang karena akan meningkatkan kadar steroid dalam darah di atas fisiologis, efeknya dapat lebih bahaya. pic.twitter.com/7GGnKGuM0W

18/06/2020 12:18:14 WIB
Expand pic
Rheza @agungmrheza

EFEK SAMPING PADA KULIT 1. Atrofi kulit & telangiektasis Biasanya muncul bersamaan. Atrofi berupa penipisan kulit sehingga pembuluh darah dapat terlihat lebih jelas. Telangiektasis berarti pembuluh darah semakin banyak dan berkelok-kelok. pic.twitter.com/B83fItE3Aq

18/06/2020 12:18:15 WIB
Expand pic
Rheza @agungmrheza

2. Striae Yaitu skar bergaris yang terbentuk karena kerusakan di lapisan dermis. Epidermis menipis, dan kolagen bertambah. Saat akut berwarna merah dan padat, kemudian mendatar dan lunak. pic.twitter.com/91UBMzHrik

18/06/2020 12:18:15 WIB
Expand pic
Expand pic
Rheza @agungmrheza

Beberapa waktu lalu sempat heboh pemberitaan penyalahgunaan steroid berkedok krim pemutih, niatnya ingin putih malah muncul striae. Tolong lebih kritis ya saat membeli, karena sulit untuk dikembalikan :( pic.twitter.com/JzDT0u3wfc

18/06/2020 12:18:16 WIB
Expand pic
Expand pic
Rheza @agungmrheza

3. Purpura Disebabkan berkurangnya glikosaminoglikans di dermis sehingga pembuluh darah ruptur dan terjadi kebocoran darah. Trauma ringan (terbentur, tergaruk) dapat menyebabkan kondisi ini. pic.twitter.com/rJtSSlvbsp

18/06/2020 12:18:17 WIB
Expand pic
Rheza @agungmrheza

4. Hipopigmentasi KST menghambat sintesis melanin (senyawa pemberi warna kulit) sehingga menurunkan jumlahnya. Akibatnya, warna kulit di area tsb tampak lebih putih di banding sekitarnya. Efek ini bersifat reversibel setelah penghentian obat beberapa minggu. pic.twitter.com/7KXbwKyG54

18/06/2020 12:18:18 WIB
Expand pic
Rheza @agungmrheza

Karena efek ini juga lah sering disangka "memutihkan kulit", padahal sebenarnya adalah efek merusak dari pemakaian "krim pemutih" abal-abal yang dijual bebas. Harap berhati-hati ya. Cantik tidak harus putih kan, semua warna kulit itu cantik asal sehat :) pic.twitter.com/Aiu48CEWVU

18/06/2020 12:18:18 WIB
Expand pic
Rheza @agungmrheza

5. Hipertrikosis Yaitu peningkatan rambut yg sebelumnya sudah ada menjadi lebih tebal, padat, dan panjang. Kondisi ini akan berangsur menghilang dalam waktu 2-3 tahun sejak obat dihentikan. pic.twitter.com/GY5STZ6s0s

18/06/2020 12:18:19 WIB
Expand pic
Rheza @agungmrheza

6. Erupsi akneiformis Sebuah reaksi radang folikel rambut yg ditandai dengan bintil (papul) dan bintil bernanah (pustul). Beda dengan jerawat yang ada komedonya ya. Dapat disebabkan obat lain selain steroid. pic.twitter.com/gF7ytoQQhV

18/06/2020 12:18:22 WIB
Expand pic
Rheza @agungmrheza

Efek samping lain yg sering terjadi: -Penyembuhan luka lebih lama -Infeksi lokal: bakteri, jamur, virus -Lain-lain lihat di tabel 👇 pic.twitter.com/gQ6e4QeSu3

18/06/2020 12:18:23 WIB
Expand pic
Load Remaining (7)

Comment

No comments yet. Write yours!