Membongkar Skenario Jahat Dibalik Salah Berita "Presiden Jokowi Diperintahkan PTUN Minta Maaf Blokir Internet Papua"

Thread by: @kanyaapiutriii
0
K 🌎 T E K 🅰 @007koteka

-TEMPO.CO Catatan redaksi: Judul berita ini TELAH DIUBAH pada Rabu, 3 Juni 2020 pukul 18.17 WIB. Judul awal berita ini "PTUN Minta Jokowi Minta Maaf Terkait Pemblokiran Internet Papua" Mohon maaf atas kekeliruan ini Lagi KELAPARAN ? SEBAR Dulu MINTA MAAF Kemudian BINTANG 1👇 pic.twitter.com/uUYdu9HaYq

04/06/2020 07:21:46 WIB
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Tyas @TyasZain

Wow sekali! Banyak media – termasuk media besar bereputasi tinggi. bahkan kantor berita internasional Reuters -- pada 3 Juni siang memberitakan PTUN MEMERINTAHKAN JOKOWI MEMINTA MAAF SECARA TERBUKA Pada 3 Juni 2019, PTUN mengeluarkan keputusan atas atas gugatan terhadap .. pic.twitter.com/wvUlhzFOnE

05/06/2020 01:29:25 WIB
Expand pic
Tyas @TyasZain

kebijakan pemerintah memperlambat dan memutus hubungan internet di Papua di masa krisis Papua Agustus – September 2019. Gugatan tersebut diajukan sejumlah organisasi masyarakat sipil: AJI, SafeNet, LBH Pers, YLBHI, Kontras, ELSAM. Terlihat jelas judul serupa orkestrasi. pic.twitter.com/mHPyftQ39b

05/06/2020 01:31:11 WIB
Expand pic
Tyas @TyasZain

Padahal dalam amar keputusan PTUN, tidak tercatat adanya kewajiban bagi Pemerintah untuk meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Indonesia Sejumlah mediaonline yang tercatat menyiarkan berita yang tidak akurat tersebut adalah: Kompas, CNNIndonesia, VIVA news, tempo,

05/06/2020 01:32:31 WIB
Tyas @TyasZain

Merdeka, IdnTimes, Kata Data, Tribunnews, Warta Ekonomi, Warta kota, Antaranews, Radio Sonora, Waspada, Fajar, PojokSatu, Akurat, Alinea, Forum Keadilan, Suara Karya, Radar Bogor, Antaranews, Law-Justice dan beberapa media online lainnya. Kecuali kumparan.

05/06/2020 01:32:54 WIB
Tyas @TyasZain

Dalam dokumen ISI GUGATAN memang tertera gugatan agar pemerintah meminta maaf secara terbuka di 3 media cetak nasional, 6 stasiun televise dan 3 stasiun radio. Namun dalam amar keputusan PTUN, TIDAK TERCATAT bahwa gugatan tersebut DIKABULKAN.

05/06/2020 01:34:09 WIB
Tyas @TyasZain

3 Juni malam, sebagian besar media online sudah menghapus berita salah tersebut dari lamannya. Meski mesin pencari berita google masih menampilkan berita tersebut dlm judul aslinya, saat diklik linknya akan muncul 404 bahwa halaman berita tersebut sudah tidak bisa diakses.

05/06/2020 01:36:24 WIB
Tyas @TyasZain

Atau ada pula media yang sekadar mengubah isi berita sehingga dalam versi barunya tidak lagi termuat informasi tentang adanya kewajiban bagi Jokowi meminta maaf. Sampai 4 Juni pukul 08.00, media online Waspada, Fajar, PojokSatu, Akurat, Alinea, Forum Keadilan, Suara Karya, ..

05/06/2020 01:37:36 WIB
Tyas @TyasZain

Radar Bogor, bahkan kantor berita Antaranews, Law-Justice masih menyajikan berita bohong tersebut. Siapa pemasok berita tsb kpd wartawan? Jika terjd 'kebohongan' masif semacam ini, menggunakan amplifier media2 besar, siapa lakukan weaponized lies?

05/06/2020 01:39:58 WIB
Tyas @TyasZain

Apa tujuan aliansi jurnalis Indonesia menyebarkan kebohongan semacam ini? pic.twitter.com/MiJtDoFQAH

05/06/2020 01:43:38 WIB
Expand pic
kanyaaputrii @kanyaaputriii

cuman warga sipil yang menyuarakan kebenaran&keadilan lewat media sosial

kanyaaputrii @kanyaaputriii

Membongkar Skenario Jahat Dibalik Salah Berita Presiden Jokowi Diperintahkan PTUN Minta Maaf Blokir Internet Papua

04/06/2020 14:35:14 WIB
kanyaaputrii @kanyaaputriii

Sedang ramai di media sosial tentang media online besar di Indonesia yang *LAGI-LAGI SALAH MEMBERITAKAN PRESIDEN JOKOWI*.

04/06/2020 14:35:14 WIB
kanyaaputrii @kanyaaputriii

Bkn 1 media sj, melainkan serempak, 5 media online besar yg dijadikan rujukan utama masyarakat Indonesia di era digital mengakses informasi, yaitu kompas.com, cnnindonesia.com, tempo.co, kumparan.com, merdeka.com.

04/06/2020 14:35:15 WIB
kanyaaputrii @kanyaaputriii

Mereka secara hampir seragam menurunkan berita dengan judul “PTUN Perintahkan Presiden Jokowi dan Menkominfo Minta Maaf Karena Blokir Internet di Papua”.

04/06/2020 14:35:15 WIB
kanyaaputrii @kanyaaputriii

Sungguh penyesatan informasi karena dalam putusannya Hakim sama sekali tidak menyuruh presiden atau menkominfo meminta maaf. Wow!

04/06/2020 14:35:16 WIB
kanyaaputrii @kanyaaputriii

Memang, pada malam harinya hampir semua media besar tersebut meminta maaf dan mengoreksi semua pemberitaannya

04/06/2020 14:35:16 WIB
kanyaaputrii @kanyaaputriii

Tempo misalnya menulis di akhir berita terbarunya _Catatan redaksi: Judul berita ini telah diubah pada Rabu, 3 Juni 2020 pukul 18.17 WIB.

04/06/2020 14:35:18 WIB
kanyaaputrii @kanyaaputriii

Judul awal berita ini "PTUN Minta Jokowi Minta Maaf Terkait Pemblokiran Internet Papua".mohon maaf atas kekeliruan ini.

04/06/2020 14:35:19 WIB
kanyaaputrii @kanyaaputriii

Sementara kompas.com dan kumparan.com menerbitkan berita baru dengan judul penegasan bahwa PTUN tak perintahkan Jokowi minta maaf atas pemblokiran internet Papua.

04/06/2020 14:35:20 WIB
kanyaaputrii @kanyaaputriii

nasional.kompas.com/read/2020/06/0… . Sementara cnnindonesia.com tidak meminta maaf, hanya mengganti judul dan isi berita, sementara berita sesat sebelumnya sudah tidak bisa diakses.

04/06/2020 14:35:20 WIB
kanyaaputrii @kanyaaputriii

Yang mengherankan dari kejadian ini adalah terdapat pola, karena ini berulang, yaitu memberitakan dengan masif hal yang akan memunculkan pendapat atau persepsi buruk tentang presiden.

04/06/2020 14:35:21 WIB
kanyaaputrii @kanyaaputriii

Kita ingat belum lama ini pemberitaan detik.com yang memberitakan presiden membuka mall, padahal hanya meninjau persiapan new normal

04/06/2020 14:35:21 WIB
kanyaaputrii @kanyaaputriii

Detik.com pun akhirnya meminta maaf, namun seperti berita tentang PTUN berjam-jam di benak masyarakat sudah terlanjur tertanam, Presiden Jokowi salah membuka mall, dan juga salah memblokir internet di Papua dan harus minta maaf.

04/06/2020 14:35:22 WIB
kanyaaputrii @kanyaaputriii

Informasi keliru sudah terlanjur dipercaya masyarakat. Sayangnya, dalam ilmu psikologi, masyarakat akan sulit menerima informasi selanjutnya yang berupa revisi.

04/06/2020 14:35:22 WIB
Load Remaining (42)

Comment

No comments yet. Write yours!