"Meluruskan Pemahaman 'Wakil Rakyat' Mengenai Pembiayaan Rakyat Oleh Negara" by @JackVardan

Chirpified By @M4ngU5ilNew BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 Disclaimer: Read More
2
Dr.Sufmi Dasco Ahmad @Don_dasco

Negara tidak mungkin terus menerus membiayai rakyatnya, sekaya apapun sebuah negara, negara pasti tidak akan mampu. Rakyat harus bekerja mencari nafkah, tapi tetap berhati-hati, pakai masker ,sering cuci tangan dengan air sabun tetap jaga jarak dan jangan meremehkan virus ini.

26/05/2020 21:41:28 WIB
// jax @JackVardan

Gua mau kupas ini. Salah tafsirnya tentang negara membiayai rakyat oleh wakil rakyat yang digaji oleh rakyat. Jika masih menikmati ruangan AC dimana tagihan listriknya dibebankan dari anggaran negara yang notabene dari pajak rakyat harusnya minta maaf sama rakyat. twitter.com/Don_dasco/stat…

28/05/2020 21:17:25 WIB
// jax @JackVardan

Negara itu bukan korporasi. Diolah sekadar untung rugi secara korporasi. Hajat hidup orang banyak dan cabang produksi berupa sumber daya alam, jika pengelolaannya tepat maka jangankan membiayai kebutuhan pokok rakyat, menjamin bayi yang lahir dengan jaminan pendidikan pun bisa.

28/05/2020 21:22:34 WIB
// jax @JackVardan

Dalam masa genting dan keadaan darurat, jika rakyat tidak dijamin dan dibiayai oleh negara mau kemana rakyat meminta? Negara harus hadir dalam upaya menjaga atmosfir dan stabilitas nasional. Negara bisa selamanya membiayai rakyat; dengan apa? Sini gua bisikin.

28/05/2020 21:25:11 WIB
// jax @JackVardan

Bagaimana mau membiayai rakyat, segambreng UU yang diam-diam menguntungkan korporasi; berupa aturan kerja, jaminan pensiun, upah, dan terkait sumber daya alam serta eksplorasi; sudahkah cabang produksi itu ada imbal buat negara? Sehingga rakyat dijamin lewat regulasi.

28/05/2020 21:28:16 WIB
// jax @JackVardan

Jika mau berpikir ala pebisnis dan untung rugi dalam mengelola. Kebijakan-kebijakan dan regulasi tentang eksploitasi sumber daya alam itu bagaimana untuk negara? Dan dalam sebuah negara sang pembuatan kebijakan adalah kacung rakyat, pelayan rakyat, bukan antek korporasi

28/05/2020 21:30:39 WIB
// jax @JackVardan

Cara membiayai rakyat itu dengan menstabilkan harga kebutuhan pokok, membuka lapangan kerja, memegang penuh sumber daya alam dan mengaturnya untuk kebutuhan rakyat. Serta menyalurkan dana pajak sesuai porsi. Menertibkan pola model kepentingan di Badan Usaha Milik Negara.

28/05/2020 21:33:24 WIB
// jax @JackVardan

Apabila produktivitas rakyat dijaga, dikembangkan, ekonomi dan masyarakat menuju Saving Money; sekali lagi, karena angka produkvitas dan lapangan kerja serta meningkatnya sejumlah sektor ; pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan, maka begitulah negara membiayai rakyat.

28/05/2020 21:36:44 WIB
// jax @JackVardan

Kenapa akhirnya negara tidak bisa membiayai rakyatnya? Bukan tidak bisa! Tapi tidak mau karena sejumlah kepentingan para birokrat sekaligus korporat yang numpang hidup dengan merong-rong negara. Lihat Current Account Deficit, yang bahkan di era kalian menjabat; jadi terburuk.

28/05/2020 21:38:59 WIB
// jax @JackVardan

Kenapa negara tidak bisa membiayai rakyat? Karena para pejabatnya tidak sadar dan mengidentifikasi tentang kekuatan atau power negerinya. Berkaca dari Vietnam bahkan Myanmar; yang paham siapa jati diri mereka dari bentang alamnya.

28/05/2020 21:41:17 WIB
// jax @JackVardan

Negara dengan banyak selat, negara dengan bibir pantai terpanjang di dunia, bahkan negara yang tongkat ditancapkan jadi tanaman, panas bumi yang melimpah, mineral dan hasil bumi dengan tanah yang subur melimpah. Malah mengimpor Singkong dan Garam!

28/05/2020 21:43:17 WIB
// jax @JackVardan

Pasal tentang sumber daya alam hanya jadi pajangan. Satu Pasal itu saja jika dieksplor dan difokuskan maka keseimbangan ekonomi ini akan terbentuk. Dan negara auto membiayai rakyat bahkan bisa menjamin pendidikan bayi yang baru lahir. Lihat Brunei Darussalam.

28/05/2020 21:45:19 WIB
// jax @JackVardan

Salah kelola; bisa dilihat dari data yang bisa dibuka saat ini. Dimana Current Account Deficit bahkan terburuk sepanjang sejarah republik ini berdiri, deficit Migas, dan tergerusnya Cadev negara, jikapun Cadev meningkat itu karena utang, bahkan negara kecanduan Bond.

28/05/2020 21:48:08 WIB
// jax @JackVardan

Harusnya bisa membiayai rakyat, jika keseimbangan ekonomi terjadi. Mengapa Current Account deficit melebar? Karena ketololan pemangku kekuasaan yang membunuh sektor produksi, sektor distribusi (by bond) menggila, sementara pola konsumsi meningkat, dan akhirnya import

28/05/2020 21:50:43 WIB
// jax @JackVardan

Bukan negara tidak bisa membiayai rakyat. Tapi para pejabatnya tidak mampu membuat negara bisa membiayai rakyat. Bukan sekadar subsidi; tapi ruang lingkup lebih besar dengan memberi ruang produktif bagi rakyat.

28/05/2020 21:54:03 WIB
// jax @JackVardan

Bernegara itu harus menyiapkan skema terburuk apapun. Jika tidak ada kajian bahkan pembuatan kebijakan by pesanan. Maka lihat; saat badai datang, mereka yang diberi kuasa akan lepas tangan, bahkan cuci tangan dengan jargon jargon ciptaan seperti new normal.

28/05/2020 21:57:13 WIB
// jax @JackVardan

Bagaimana para pejabat berpikir agar rakyat "Saving Money", dan saving money ini akan terjadi jika negara hadir dalam sektor produksi. Duit negara adalah duit rakyat, jika sektor produksi saja dibunuh, negara tak punya duit, maka wajar, jika saat ini "debt and import oriented".

28/05/2020 22:02:52 WIB
// jax @JackVardan

Jika sektor produksi itu meningkat, pemasukan negara meningkat, dan upah meningkat, rakyat mampu dalam level "Saving Money", rakyat gak minta dibiayai lagi, buat menggaji kepala-kepala di parlemen 10 kali lipat juga rakyat ikhlas. Dah ah males, maaciw~

28/05/2020 22:06:03 WIB
// jax @JackVardan

Lo kelola negara yang harusnya bisa biayai rakyat tapi lo bikin gak bisa. Yang punya kebijakan elo, yang katanya orang pintar elo, terus angkat tangan? Mending pensiun, terus jadi mantri sunat, sisa kulit sunat lumayan bisa dimanfaatin untuk UMKM tas kulit bermotif burik :)

28/05/2020 22:13:09 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!