Asal Muasal Lali Jiwo, Menguak Kebenaran Sejarah Hutan Lali Jiwo Di Gunung Arjuna yang Jauh Dari Kata Mistis

Thread by @balakarsa
1
patrick ethnic ☆ @balakarsa

-URBAN LEGEND & SEJARAH- Mereka seakan lupa soal arah kemana mereka akan pergi dan dari mana mereka datang sehingga akhirnya dikaitkan dengan asal muasal nama Lali Jiwo itu sendiri. Kebenaran Sejarah Hutan Lali Jiwo di Gunung Arjuno Yang Jauh Dari Kata Mistis. pic.twitter.com/3LW0mnue96

31/05/2020 21:40:45 WIB
Expand pic
patrick ethnic ☆ @balakarsa

Bagi yang sudah pernah mendaki gunung Arjuno pasti sudah tidak asing lagi dengan cerita mistis mengenai hutan yang bernama Lali Jiwo ini. "Lali Jiwo" secara harfiah dalam bahasa Indonesia berarti "lupa diri" atau "lupa jiwa".

31/05/2020 21:40:46 WIB
patrick ethnic ☆ @balakarsa

Sering kita dengar cerita bahwa jika kita melanggar pantangan-pantangan tertentu maka kita akan tersesat di Hutan Lali Jiwo.

31/05/2020 21:42:50 WIB
patrick ethnic ☆ @balakarsa

Hal ini tidak lepas dari banyaknya berita pendaki yang tersesat ketika memasuki kawasan hutan Lali Jiwo. Mereka seakan lupa soal arah kemana mereka akan pergi dan dari mana mereka datang sehingga akhirnya dikaitkan dengan asal muasal nama Lali Jiwo itu sendiri

31/05/2020 21:42:51 WIB
patrick ethnic ☆ @balakarsa

Hutan Lali Jiwo dominan ditumbuhi pohon pohon pinus dengan jarak antar vegetasi yang cukup lebar. Jarak antar pohon yang tidak rapat ini membuat jalur pendakian-

31/05/2020 21:44:35 WIB
patrick ethnic ☆ @balakarsa

-mudah luput dari penglihatan karena tersamarkan dengan jalur liar (jalur air, jalur hewan, dsb), sehingga untuk pendaki yang kurang konsentrasi akan mudah tersesat.

31/05/2020 21:44:37 WIB
patrick ethnic ☆ @balakarsa

Banyaknya cerita soal pendaki tersesat itu memicu munculnya sebuah mitos bahwa hutan tersebut dinamakan "Lali Jiwo" karena mampu membuat orang hilang kesadaran dan seakan di hipnotis oleh makhluk halus sehingga melupakan jiwanya sendiri. Benarkah demikian?

31/05/2020 21:44:40 WIB
patrick ethnic ☆ @balakarsa

Sayangnya, sejarah berkata lain. Menurut situs sejarah Belanda javapost.nl "Lali Djiwo" bukan dinamai oleh orang Jawa, melainkan oleh seorang Skotlandia yang bernama Duncan de Clonie MacLennan.

31/05/2020 21:46:51 WIB
patrick ethnic ☆ @balakarsa

Lalidjiwo awalnya merupakan nama sebuah pondok persinggahan. Letak pondokannya berada di tengah hutan, jauh terisolasi dari peradaban.

31/05/2020 21:46:52 WIB
patrick ethnic ☆ @balakarsa

Dia ingin menamai pondokannya itu dengan nama yang puitis, "Vergeet uw Zie"' dalam bahasa belanda, atau "Forgotten Soul" dalam bahasa inggris.

31/05/2020 21:53:15 WIB
patrick ethnic ☆ @balakarsa

Namun MacLennan ingin menggunakan bahasa lokal sehingga diterjemahkannya menjadi "Lali Djiwa", atau jiwa yang terlupakan (bukan diartikan sebagai "lupa diri"), karena lokasi pondokannya yang sangat terisolir dan seakan terlupakan.

31/05/2020 21:53:16 WIB
patrick ethnic ☆ @balakarsa

Perjalanan menuju pondok Lali Djiwa menggunakan kuda. pic.twitter.com/MSDwQIG8tz

31/05/2020 21:53:16 WIB
Expand pic
patrick ethnic ☆ @balakarsa

MacLennan merupakan seorang pekerja di perusahaan dagang Fraser Eaton di Surabaya. Ia membeli tanah yang cukup luas di lereng Gunung Arjuno, dan membuatnya menjadi sebuah perkebunan yang menanam berbagai komoditas.

31/05/2020 21:53:17 WIB
patrick ethnic ☆ @balakarsa

Awalnya, MacLennan hanya mengunjungi perkebunannya itu pada waktu liburan saja, terutama saat cuaca di Surabaya sedang panas-panasnya.

31/05/2020 21:53:18 WIB
patrick ethnic ☆ @balakarsa

Setelah keluar dari perusahaannya, ia kemudian menetap di tanah perkebunannya di Tretes bersama Anna Kovacic - istrinya yang seorang penari asal Austria.

31/05/2020 21:53:18 WIB
patrick ethnic ☆ @balakarsa

Selain sebagai pedagang dan tuan tanah, MacLennan juga merupakan pemburu andal. Setiap pekan ia masuk ke dalam hutan, mencari binatang buruan, dan membawa hasil buruan ke rumahnya di Tretes.

31/05/2020 21:53:19 WIB
patrick ethnic ☆ @balakarsa

Dikarenakan jarak tempat berburu ke Tretes cukup jauh, ditambah medan yang cukup sulit, MacLennan akhirnya memutuskan membangun pondok persinggahan di lereng Gunung Arjuno-

31/05/2020 21:53:20 WIB
patrick ethnic ☆ @balakarsa

-pada ketinggian 2500 meter, jauh dari Tretes, dan pondokan tersebut diberi nama Lali Djiwa, seperti yang sudah dijelaskan di atas.

31/05/2020 21:53:21 WIB
patrick ethnic ☆ @balakarsa

MacLennan kemudian membangun jalur pendakian dari Tretes ke pondok Lali Djiwa tersebut dan mempromosikan wisata berburu ke warga kulit putih yang berada di Surabaya. Hanya dalam beberapa bulan, Lali Djiwa menjadi destinasi populer di kalangan masyarakat kulit putih Jawa Timur.

31/05/2020 21:53:21 WIB
patrick ethnic ☆ @balakarsa

Wisatawan Belanda mendaki puncak Gunung Arjuno ditemani seorang pemandu lokal. pic.twitter.com/Y8CX0VlMbS

31/05/2020 21:53:22 WIB
Expand pic
patrick ethnic ☆ @balakarsa

Tahun 1903, Koninklijke Paketvaart Maatschappij - sebuah perusahaan biro perjalanan Belanda - menulis; "Kami menunggang kuda ke Lali Djiwa, sekitar empat jam jalan kaki dari Tretes. Dari sana kami berjalan kaki mendaki ke kawah Gunung Arjuno.-

31/05/2020 22:01:06 WIB
patrick ethnic ☆ @balakarsa

-Perjalanan kembali tidak butuh waktu lama, sehingga kami bisa mencapai hotel di Prigen sebelum gelap. Jika banyak waktu, datanglah dan menginap di Lali Djiwa sebelum sore dan nikmati indahnya matahari terbenam.-

31/05/2020 22:01:09 WIB
patrick ethnic ☆ @balakarsa

-pada dini hari jam tiga pagi, naiklah ke puncak gunung diterangi cahaya bulan dan obor untuk menikmati indahnya matahari terbit."

31/05/2020 22:01:10 WIB
Load Remaining (23)

Comment

No comments yet. Write yours!