Inilah Isu Besar yang Membuat FH UGM Viral dan Jadi Perhatian Intelijen Negara

FH UGM hendak melakukan diskusi yang mengandung kontroversi
0
Rivanlee @rivanlee

Hormat untuk sikap Dekan FH UGM dalam merespon pembatalan diskusi. Kampus perlu merdeka dari rasa takut terhadap kritik, terhadap pengetahuan dan kebenaran. pic.twitter.com/zMweJkb3on

30/05/2020 02:05:17 WIB
Expand pic
Expand pic
kumparan @kumparan

Diskusi 'Pemecatan Presiden' yang diinisiasi oleh Komunitas Hukum Tata Negara FH UGM batal digelar karena adanya serangkaian aksi teror. #kumparanNews kumparan.com/kumparannews/k…

30/05/2020 04:41:02 WIB

Sejumlah orang yang terlibat dalam diskusi 'Pemecatan Presiden' yang diinisiasi mahasiswa Constitutional Law Society (CLS) atau Komunitas Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) mendapatkan serangkaian aksi teror. Termasuk di antaranya teror pembunuhan.

Diskusi yang rencananya digelar secara online pada Jumat (29/5) kemarin itu akhirnya dibatalkan. Sebelumnya, diskusi itu mengangkat tajuk 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan'.
Namun, judul tersebut menuai polemik sehingga panitia menggantinya menjadi 'Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan'.
Dekan Fakultas Hukum UGM, Sigit Riyanto, menjelaskan setelah polemik tersebut, sejumlah orang yang terlibat dalam diskusi mendapatkan teror sejak Kamis (28/5) malam.
"Tanggal 28 Mei 2020 malam, teror dan ancaman mulai berdatangan kepada nama-nama yang tercantum di dalam poster kegiatan: pembicara, moderator, serta narahubung," kata Sigit dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Sabtu (30/5) dini hari.
"Berbagai terror dan ancaman dialami oleh pembicara, moderator, narahubung, serta kemudian kepada ketua komunitas 'Constitutional Law Society' (CLS) mulai dari pengiriman pemesanan ojek online ke kediaman, teks ancaman pembunuhan, telepon, hingga adanya beberapa orang yang mendatangi kediaman mereka," lanjut Sigit.

Sigit menjelaskan, sederet teror ini hingga Jumat kemarin. Teror bukan lagi menyasar keluarga dari nama-nama yang terlibat diskusi. Termasuk di antaranya pesan teks kepada orang tua dua mahasiswa pelaksana kegiatan.

Setidaknya, ada dua nomor telepon yang memberikan ancaman pembunuhan. Mereka mengatasnamakan salah satu organisasi masyarakat dalam teks yang dikirimkamnya.
Pesan bernada ancaman tersebut di antaranya "Saya akan bunuh keluarga bapak semuanya kalo gabisa bilangin anaknya". Lalu pesan lainnya juga bernada ancaman yang hampir mirip yaitu "Tolong serahin diri aja. Saya akan bunuh satu keluarga *****".
"Selain mendapat teror, nomor telepon serta akun media-sosial perorangan dan kelompok 'Constitutional Law Society' (CLS) diretas pada tanggal 29 Mei 2020. Peretas juga menyalahgunakan akun media-sosial yang diretas untuk menyatakan pembatalan kegiatan diskusi, sekaligus mengeluarkan (kick out) semua peserta diskusi yang telah masuk ke dalam grup diskusi. Selain itu, akun instagram 'Constitutional Law Society' (CLS) sudah tidak dapat diakses lagi," jelas Sigit.

sumber: kumparan.com

Golputers @Tony_Harto

@kumparan Gaya Orde Baru.. Seharusnya @jokowi n partai pendukungnya intropeksi, @PUKAT_UGM n @UGMYogyakarta adlah Loyalis Sejati Jkw waktu Pilpres tp kini mulai memposisikan New Line krn kinerja Jelek Pemerintah #indonesiaterserah #kumparanNews kumparan.com/kumparannews/k…

30/05/2020 04:47:42 WIB
Eko Sudarno @ekosdarno

@kumparan Coba laporken biar diusut siapa sebenarnya yang mengancam.

30/05/2020 05:06:12 WIB
puliadong @puliadong

@kumparan Yang katanya partai demokrasi ternyata cuma sampul saja

30/05/2020 05:11:47 WIB
F3L1C1A @F3L1C1A__

@kumparan kelakuan sama kek reporter detik brengsek yg ngaku2 diancam. mainannya begitu. bikin fitnah dan provokasi, begitu byk protes, ngakunya diancam diteror. brengsek. kalian yg teroris! negara sedang wabah malah bikin yg enggak2. bantu kaga, ngerecokin iya. bngsd.

30/05/2020 05:17:38 WIB
Radit @pemikiransampah

@kumparan Cebong gitu amat, dikit dikit ngancem dikit dikit lapor

30/05/2020 05:24:33 WIB
TukangBangunan @Jaewongsingsong

@kumparan Kadrun vs. Nitizen saling teror, ehh..kadrun yg terkaing²...seperti maling motor disiram bensin. Padahal cuma disiram komentar 😁

30/05/2020 05:27:29 WIB
wilsonpurba @wilsonpurba_

@kumparan Untuk menghindari fitnah dan saling tuduh supaya yg merasa di teror melaporkan siapa yang meneror dengan demikian jelas permasalahan nya.

30/05/2020 06:05:58 WIB
Asalatiga @5915f1eb08f04bd

@kumparan Yang neror lagi syaraf......! Belum dikasih obat mencret!

30/05/2020 06:19:37 WIB
aditYaaa @YaaaAdit

@kumparan "Saya tidak tau apa apa" vs "Urus mereka jgn kotori nama saya"

30/05/2020 06:34:12 WIB
ahno @wahisme

@kumparan Udah lama tdk lihat Bpk. Sigit 🙏🏼

30/05/2020 06:36:58 WIB
John Sujimoto @sujimoto6

@kumparan @makLambeTurah Tidak punya empati, ketika semua sedang berpikir ttg pandemi yg menyangkut jiwa raga bangsa, bikin diskusi dgn materi seperti itu, ya pantas saja... Pinter gur minteri liyan.. Kapan kapokmu.. @Dennysiregar7 @WagimanDeep212 hehe

30/05/2020 06:46:43 WIB
Temanmu @Berbag1Cerit4

@kumparan @makLambeTurah Tar yang bikin kabar di teror di tangkap, trus ada yg ngabarin dia di tekan, gitu aja terus ampe rocky gerung pergi umroh

30/05/2020 06:49:35 WIB
Load Remaining (197)

Comment

No comments yet. Write yours!