Created on App

#Teman yang Hilang Sejak 1985 di Belantara Kalimantan by@bujangbangket

Ceritanya nggantung padahak seruuuu
1
BujangBangket @bujangbangket

Umak cerita, dulu pas di SMP ada temannya yang hilang di hutan 3 malam. Kejadian sekitar 1985, di belantara Kalimantan. 🌳🌳SUARA DARI RIMBA🌳🌳 A thread @bacahorror #bacahorror #threadhorror pic.twitter.com/0M72sKU6lC

25/05/2020 18:07:18 WIB
Expand pic
BujangBangket @bujangbangket

Tanda-tandain dulu dah tuh ya, ini ceritanya selow. Retweet dan like dulu boleh. Yang sabar ya teman-teman. pic.twitter.com/eAc4Z4En7b

25/05/2020 18:09:46 WIB
Expand pic
BujangBangket @bujangbangket

Buat yang belum tau, "umak" itu panggilan saya ke ibu ya. Itu panggilan dalam bahasa melayu Kapuas Hulu. Jadi di Kapuas Hulu itu malah banyak yang bersuku melayu. Uniknya, melayu di Kapuas Hulu budayanya adalah hasil asimilasi antara melayu dan dayak.

25/05/2020 18:12:00 WIB
BujangBangket @bujangbangket

Melayu bahkan menjadi identitas "islam" di sana. Jadi kalau ada orang dayak yang memeluk islam, orang-orang dulu menyebutnya masuk melayu.

25/05/2020 18:12:59 WIB
BujangBangket @bujangbangket

Sudah itu saja trivia pembuka. Kita masuk ke ceritanya saja. Oke?

25/05/2020 18:15:19 WIB
BujangBangket @bujangbangket

1985, Usia umak waktu itu sekitar 16 tahun. Tapi karena zaman dulu emang anak-anak kebanyakan telat sekolah jadi Umak waktu itu masih SMP. Nah suatu hari kampung umak dikagetkan oleh 3 anak yang hilang. 3 anak itu adalah teman sekelas umak.

25/05/2020 18:18:36 WIB
BujangBangket @bujangbangket

Itu adalah suatu petang di akhir bulan Desember. Sudah musim penghujan. Air sungai deras. Tapi yang lebih penting dari itu, itu sudah memasuki musim Durian. Ada tradisi unik di sana, "ngelayah" alias menunggu durian yang jatuh.

25/05/2020 18:22:55 WIB
BujangBangket @bujangbangket

Timur, Sulaiman, dan Zubaidah sudah menunggu waktu itu. Ayah Zubaidah pernah berjanji akan mengajak mereka bertiga ngelayah bila sudah tiba musim durian. Tapi sedihnya, 3 bulan sebelumnya ayah Zubaidah meninggal karena tertimpa kayu yang ia tebang.

25/05/2020 18:28:43 WIB
BujangBangket @bujangbangket

Di sana, biasanya pohon-pohon durian ada di tengah hutan. Ada tempat-tempat yang bebas, artinya semuanya boleh ngelayah. Ada juga yang sudah diklaim atau hanya boleh diambil oleh pemiliknya.

25/05/2020 18:31:25 WIB
BujangBangket @bujangbangket

Ayah Zubaidah memiliki satu kebun durian di tengah hutan. Sayangnya, tak ada yang ngelayah tahun ini. Ayahnya sudah tiada. Sedangkan Zubaidah yang biasa dipanggil Zubai itu hanya tinggal bersama ibunya.

25/05/2020 18:32:37 WIB
BujangBangket @bujangbangket

Maka ketika musim durian tiba, Zubai memohon pada ibunya agar boleh pergi ngelayah bersama Timur dan Sulaiman atau yang biasa dipanggil Eman. Ibunya tentu keberatan mengingat Zubaidah adalah putri satu-satunya.

25/05/2020 18:34:04 WIB
BujangBangket @bujangbangket

Eman pernah ikut ayahnya, Pak Wa Bakar, ngelayah durian. Timur sudah sering keluar masuk hutan. Usia Timur juga sudah cukup tua, 19 tahun. Itu jadi senjata Zubai meminta izin pada ibunya.

25/05/2020 18:39:33 WIB
BujangBangket @bujangbangket

"Eman, Timur! Jaga Zubai. Awas kalau sampai Zubai kenapa-napa" kata Ibu Zubaidah kepada Eman dan Timur sore itu sebelum mereka berangkat. Sudah dibekalkan makanan dan berbagai keperluan. Juga obat nyamuk untuk menghalau nyamuk di hutan.

25/05/2020 18:41:46 WIB
BujangBangket @bujangbangket

Rencananya mereka hanya akan ngelayah semalam. Besok pagi mereka akan pulang membawa durian. Lalu besok sore mereka akan berangkat lagi. Kebun itu memang tidak terlalu jauh. Setengah jam naik perahu dilanjutkan dengan jalan kaki selama setengah jam.

25/05/2020 18:43:24 WIB
BujangBangket @bujangbangket

Untuk anak kampung seperti mereka, itu hal yang biasa. Di usia itu saja Umak sudah sering keluar masuk hutan untuk mencari Rotan. Hanya saja, Ibunya Zubaidah khawatir karena anaknya harus menginap di tengah hutan rimba.

25/05/2020 18:46:52 WIB
BujangBangket @bujangbangket

Menjelang pukul 5 mereka bertiga sudah dalam perjalanan menuju "pongkal", gubuk kecil di tengah kebun untuk menunggu durian jatuh. Perahu mereka tambatkan di tepi sungai.

25/05/2020 18:49:17 WIB
BujangBangket @bujangbangket

Langit memerah, setelah siang tadi turun hujan lebat. Mereka berjalan dengan posisi Timur di depan memegang parang. Jalanan itu sering dilalui manusia karena banyak kebun di sana. Walau begitu, Sesekali Timur harus menebas semak belukar yang menghalangi jalan.

25/05/2020 18:52:33 WIB
BujangBangket @bujangbangket

Di keheningan senja, Zubai dapat mendengar suara hutan. Ada suara burung-burung juga kelelawar yang keluar sarang. Tapi ia mendengar suara lain, suara perempuan sedang berbisik. "Pulang, pulang" bisik suara itu pelan.

25/05/2020 18:56:13 WIB
BujangBangket @bujangbangket

Zubai ingin bertanya pada Timur dan Eman. Tapi ia takut hanya akan membuat mereka merasa takut. Mereka sudah dekat.

25/05/2020 18:57:30 WIB
BujangBangket @bujangbangket

Zubai berusaha menahan rasa takutnya. Sementara suara itu seperti semakin dekat ke telinganya. Hingga ketika mereka melihat Pongkal di kejauhan, suara itu menghilang.

25/05/2020 18:58:56 WIB
BujangBangket @bujangbangket

Lanjut nanti lagi ya. Mau makan rendang dulu.

25/05/2020 18:59:50 WIB
BujangBangket @bujangbangket

Jadi "ngelayah durian" itu aturannya sederhana. Mereka akan bergadang di Pongkal, lalu saat mendengar suara durian jatuh mereka akan mencari sumber suara dan mengambil durian yang jatuh.

25/05/2020 20:28:59 WIB
BujangBangket @bujangbangket

Durian yang baru jatuh luar biasa enaknya. Apalagi ia tumbuh liar, daging buahnya harum dan nikmat. Zubai tak sabar mencicipi durian pertamanya malam itu. Rasa takut yang sejak tadi menghantuinya perlahan hilang.

25/05/2020 20:30:34 WIB
BujangBangket @bujangbangket

Pongkal milik Ayah Mira berada di tengah kebun. Tak ada dinding, hanya atap kayu dan lantai yang berjarak 1 meter dari tanah. Di tengahnya sebuah lentera tergantung. Sengaja ditinggal Ayah Zubai di situ. Zubai menyalakan lentera dengan korek yang ia bawa.

25/05/2020 20:34:09 WIB
BujangBangket @bujangbangket

"Kau istirahatlah. Aku dan Eman mau keliling dulu" kata Timur pada Zubai. "Untuk apa?" Tanga Zubai. "Barangkali ada durian yang jatuh kemarin atau tadi siang. Sekalian mengenali kebun ini" jawab timur.

25/05/2020 20:35:38 WIB
Load Remaining (64)

Comment

No comments yet. Write yours!