"Pertarungan Mantan Menkes Siti Fadilah Melawan WHO & AS" by @Awalerye

Chirpified By @M4ngU5il BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 Disclaimer: Read More
1
wal @awalerye
"NAMRU 2" -PERTARUNGAN ANTARA SITI FADHILAH SUPARI MELAWAN WHO DAN AS- (A THREAD) pic.twitter.com/VzDs9FpUfY
Expand pic
wal @awalerye
CATATAN KARENA GUA BARU PERTAMA KALI BIKIN THREAD, JADI MOHON MAAF KALAU AGAK BERANTAKAN. JIKA ADA INFORMASI YANG KURANG TEPAT, DIMOHON UNTUK MEMBERI TAHU DAN NANTI AKAN DIMUAT DALAM THREAD INI. TERIMA KASIH
wal @awalerye
orang mungkin banyak yg belum tau tentang istilah NAMRU2 dan apa hubungan dengan SITI FADHILAH SUPARI dan WHO. banyak orang yg ingin tau ceritanya serta gua juga pernah membaca dan mengikuti kasus ini, maka gua akan menceritakan ini dalam sebuah utas (thread) ini
wal @awalerye
NAMRU2 (NAVAL MEDICAL RESEARCH UNIT 2) atau (unit penelitian kesehatan Angkatan Laut 2) adalah sebuah lembaga penelitian kesehatan milik Angkatan Laut AS yg didirikan tahun 1944 di Universitas Rockefeller dan pada tahun 1945 dipindahkan ke Guam, salah satu pangkalan AL di Pasifik pic.twitter.com/9ZJyBsmaJx
Expand pic
Expand pic
wal @awalerye
awalnya NAMRU2 didirikan untuk meneliti masalah medis Angkatan Laut selama Perang Pasifik, pada tahun 1955 NAMRU2 didirikan kembali di Taiwan dlm rangka penelitian biomedis dan penyakit menular serta mempunyai fasilitas laboratorium diberbagai wilayah Asia Pasifik
wal @awalerye
NAMRU2 membangun cabang unit laboratoriumnya di Jakarta thn 1970 atas Undangan dari Departemen Kesehatan RI yaitu oleh Menkes G.A Siwabessy. dan pada tahun 1991 Unit Induk NAMRU2 dipindahkan ke Jakarta dan menjadi bagian Pusat Penelitian Kesehatan Angkatan Laut AS pada thn 1998 pic.twitter.com/xBetfScDHl
Expand pic
wal @awalerye
NAMRU2 menempati tempat yg skrg menjadi LITBANGKES Kementrian Kesehatan. Unit Induk NAMRU2 berada di Jakarta hingga thn 2010, saat dilarang beroperasi oleh Pemerintah Indonesia dan pindah ke Kamboja. WHO menunjuk NAMRU2 sebagai pusat kolaborasi penyakit baru untuk Asia Tenggara pic.twitter.com/nWgj3dwm8R
Expand pic
wal @awalerye
Sejak didirikan di Indonesia, NAMRU2 bukan tanpa masalah. sejak tahun 1998, NAMRU2 tidak pernah melaporkan hasil riset apapun kepada pemerintah Indonesia. padahal dalam perjanjiannya, NAMRU2 wajib melaporkan hasil riset tentang penelitian penyakit menular di Indonesia
wal @awalerye
Selain masalah tidak melaporkan hasil riset, ada sengketa kepentingan antara AS dan Indonesia perihal NAMRU2. berkali kali perundingan antara kedua belah pihak, namun pihak AS tetap pada kepentingannya sendiri. (gambar tabel klausul yg dibahas) pic.twitter.com/DBSYT9tqMO
Expand pic
wal @awalerye
Gelagat NAMRU2 makin gak beres ketika muncul wabah flu burung di Indonesia. SITI FADHILAH SUPARI yg waktu itu menjabat sebagai MenKes menutup NAMRU2 pada 2004 tetapi dibuka kembali atas desakan Presiden SBY. menurut menkes, NAMRU2 melakukan pengumpulan virus -lanjut
wal @awalerye
-flu burung tanpa seizin MenKes RI dan malah langsung mengirimkan sampel virus ke WHO melalui Divisi Jaringan Pegawas Influenza yang dikenal sebagai GISN (Global Influenza Surveilance Network). lebih parahnya lagi, GISN malah mengirim sampel virus kepada perusahan komersial. pic.twitter.com/VjzwR8dJ2i
Expand pic
wal @awalerye
gelagat aneh NAMRU2 dan WHO ini yg tercium oleh menkes SITI FADHILAH SUPARI saat itu. menurutnya, sistem yang ada tdk memperhatikan kebutuhan dan kepentingan negara berkembang serta berpendapat bahwa WHO telah melanggar peraturan-peraturannya sendiri di mana virus -lanjut
wal @awalerye
-dipindah tangankan menggunakan standar ganda, diterima dari negara yang terkena virus via GISN dan diserahkan pada perusahaan komersial untuk pengembangan vaksinnya. kemudian vaksin ini menjadi sangat mahal dan tdk tersedia di negara yang terkena dampak virus, sementara -lanjut
wal @awalerye
-di negara industri yang kaya sibuk menimbun vaksin untuk berjaga jaga saat wabah melanda. bahkan menurut siti, kemungkinan jg NAMRU2 mengirimkan sampel virus tersebut untuk dikembangkan menjadi senjata biologis saat dikirimkan ke Laboratorium Nasional Los Alamos, New Mexico, AS pic.twitter.com/aaqIEBDuzR
Expand pic
Expand pic
wal @awalerye
setelah berseteru denga NAMRU2, SITI FADHILAH SUPARI juga berseteru dengan WHO karena tidak adanya transparansi serta menuntut perpindahan sampel virus yg adil dan transparan, upaya ini banyak didukung oleh negara-negara lain yg tergabung di WHO.
wal @awalerye
Ada dua hal utama yang dipermasalahkan oleh Siti dalam Pertemuan Kesehatan Tingkat Dunia (WHA - World Health Assembly). (1) jalur distribusi pengiriman virus yang tidak transparan di mana ia mengusulkan standardisasi penamanaan dan perizinan dari negara yang memiliki virus-lanjut
wal @awalerye
kepada negara lain virus ini dikirimkan (2) indikator eskalasi peringatan pandemik oleh WHO yang ia nilai lemah, dan harus ditinjau ulang bersama. WHO juga hampir menetapkan "pandemi" terhadap penyebaran flu burung karena menurut WHO -lanjut
wal @awalerye
penularan virus flu burung ini sudah memasuki tahap penularan dari manusia ke manusia tetapi dibantah oleh SITI FADHILAH SUPARI bahwa virus flu burung masih berada pada tahap penyebaran melalui hewan ke manusia.
wal @awalerye
semenjak kasus flu burung serta negosiasi yg terhenti akibat pihak AS tetap menuntut kekebalan diplomatik untuk stafnya sementara dari pihak Indonesia menolak mengirimkan contoh virus berakibat pada permintaan penutupan Fasilitas NAMRU2 oleh pemerintah indonesia pada -lanjut
wal @awalerye
-tahun 2008. dan sejak 2010 Fasilitas NAMRU2 ditutup dan Fasilitasnya dipindahkan Ke Kamboja di Kompleks Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Kamboja. permintaan penutupan Fasilitas NAMRU2 oleh pemerintah indonesia ini juga dipelopori oleh SITI FADHILAH SUPARI. bahkan -lanjut
wal @awalerye
-sebelumnya, SITI FADHILAH SUPARI jg telah menolak mengirimkan contoh virus ke NAMRU2 dgn mengedepankan isu intelejen asing dan permintaan bahwa A.S. harus tunduk akan tuntutan Indonesia mengenai Perjanjian Transfer Material (virus) serta Ratifikasi -lanjut
wal @awalerye
tentang Anti Senjata Biologis. tetapi dibantah oleh AS dengan alasan isu NAMRU-2 dan Perjanjian Transfer Material (virus) atau dikenal dengan (Material Transfer Agreement) karena hal ini merupakan dua hal yang berbeda.
wal @awalerye
SITI FADHILAH SUPARI dalam bukunya "Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung" selain membuka kedok NAMRU2, ia juga membuka kedok World Health Organization (WHO) yang telah lebih dari 50 tahun mewajibkan virus sharing yang ternyata banyak -lanjut pic.twitter.com/cABu6p6ucf
Expand pic
wal @awalerye
-merugikan negara miskin dan berkembang dari asal virus tersebut. buku ini menuai protes dari petinggi WHO dan AS. dalam bukunya jg SITI FADHILAH menjamin bahwa Indonesia dpt memproduksi vaksin flu burung sendiri pd Mei 2008, bahkan industri vaksin Indonesia sdh setara dgn china
Load Remaining (10)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.