Kejawen Bukan Aliran Kebatinan, Banyak yang Masih Salah Sangka Tentang Apa Itu Artinya Menjadi Penganut Kejawen

Thread by @AremaNita__
viralnow General knowledge awesomes kejawen
1
༺ ꦤꦶꦠ ༻ @AremaNita__
KEJAWEN BUKAN ALIRAN KEBATINAN Agama pendatang selalu membuat opini, bahwa Kejawen itu adalah Aliran Kebatinan. Hal ini dilakukan oleh agama pendatang, agar para penganut Kejawen yang masih muda dan tidak tahu apa-apa merasa malu mengatakan bahwa dirinya adalah Seorang Kejawen. pic.twitter.com/GTRcfaQ4rC
Expand pic
༺ ꦤꦶꦠ ༻ @AremaNita__
Sebab jika Kejawen itu benar-benar Ilmu Kebatinan, pernyataan diri sebagai Seorang Kejawen merupakan pernyataan yang setara dengan saya adalah dukun.
༺ ꦤꦶꦠ ༻ @AremaNita__
Dengan opini tersebut, agama pendatang berhasil membuat orang-orang Jawa yang dikenal sangat mempunyai sifat merendah tersebut enggan menyatakan dirinya sebagai Seorang Kejawen.
༺ ꦤꦶꦠ ༻ @AremaNita__
Kejawen adalah sebutan bagi penganut Agami Jawi, seperti orang Kristen disebut sebagai Kristiani atau Nasrani, sedang orang Islam disebut sebagai Muslim, dan lain sebagainya.
༺ ꦤꦶꦠ ༻ @AremaNita__
Seorang Kejawen adalah orang yang mempunyai niat dari dalam dirinya, untuk melakukan apa-apa yang tidak menyakiti pihak lain (orang lain, alam, mahluk halus, sesepuh, dsb), karena dalam falsafah Agami Jawi adalah berbudi luhur, yang artinya memiliki pikiran dan prilaku yang luhur
༺ ꦤꦶꦠ ༻ @AremaNita__
Kebanyakan agama yang ada, sadar atau tidak mereka selalu diajak kepada struktur dari pemahaman agama itu sendiri. Bagi sebagian agama, justru ada kursus-kursus atau sekolah (di luar sekolah formal) yang memberi pengajaran atau pendalaman. Tentunya tidak gratis.
༺ ꦤꦶꦠ ༻ @AremaNita__
Bagi Seorang Kejawen, mereka hanya disarankan untuk memperdalam Olah Roso yang akan dengan mudah dapat dipelajarinya melalui puasa mutih Senen – Kamis. Setelah seorang Kejawen dapat merasakan manfaat Olah Roso, ia pasti sudah dapat naik lagi ke tahap selanjutnya.
༺ ꦤꦶꦠ ༻ @AremaNita__
Bagi beberapa agama menyarankan atau bahkan diharuskan jika mampu, untuk melakukan napak tilas secara fisik, yakni dengan diiming-imingi hadiah (penghapusan dosa) bagi yang melakukan hal tersebut.
༺ ꦤꦶꦠ ༻ @AremaNita__
Dengan logika ini (penghapusan dosa), dapat dikatakan justru mendiskriditkan Tuhan Yang Maha Esa, yang seolah-olah memiliki pola berbisnis terhadap mahluk ciptaanNya sendiri.
༺ ꦤꦶꦠ ༻ @AremaNita__
Kasihan ya yang nggak mampu, karena seolah Tuhan Yang Maha Esa membedakan orang kaya dan orang miskin. Semakin miskin seseorang di dunia, mereka pun tidak mendapatkan kesempatan untuk masuk surga. Karena tidak memiliki biaya yang besar untuk napak tilas tersebut.
༺ ꦤꦶꦠ ༻ @AremaNita__
Bagi seorang Kejawen hal itu tidak perlu dikhawatirkan. Karena seorang Kejawen yang telah benar melakoni puasa mutih dan Olah Roso pasrah dan ikhlas, mereka pasti sudah dapat napak tilas secara nonragawi. Tidak seperti agama lain yang harus melakukan napak tilas secara fisik.
༺ ꦤꦶꦠ ༻ @AremaNita__
Dalam Kejawen maka peribahasa “Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian” adalah sangat cocok. Peribahasa di atas menggambarkan, bedanya Agami Jawi dengan agama-agama pendatang lainnya.
༺ ꦤꦶꦠ ༻ @AremaNita__
Di dalam Kejawen, maka Tuhan Yang Maha Esa tidak pernah menghukum ciptaannya sendiri. Hal ini dikarenakan, bahwa semua agama di dunia meyakini bahwa Tuhan Yang Maha Esa bisa membuat apa saja, dan sempurna. Begitu juga yang diyakini oleh seorang Kejawen.
༺ ꦤꦶꦠ ༻ @AremaNita__
Jadi intinya, buat apa Tuhan Yang Maha Esa harus menghukum mahluk ciptaanNya sendiri? Karena Tuhan Yang Maha Esa sesungguhnya dapat membuat manusia sempurna. Memangnya Tuhan Yang Maha Esa, seperti orang Belanda yang menggagas madurodam.
༺ ꦤꦶꦠ ༻ @AremaNita__
Selain itu, kita sama-sama yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa tahu apa saja yang akan terjadi, atau akan menimpa dunia. Tetapi mengapa ada malapetaka? Malapetaka itu ada karena pola interaksi kita tidak harmonis dengan pihak lain (orang lain, alam, mahluk halus, sesepuh, dsb).
༺ ꦤꦶꦠ ༻ @AremaNita__
Bagi kebanyakan orang, Kejawen hanya dianggap sebagai kebudayaan, sehingga pada akhirnya pun pengurusan Kejawen dimasukan kepada Departemen Kebudayaan. Hal ini memang merupakan pembusukan yang terstruktur terhadap Agami Jawi itu sendiri.
༺ ꦤꦶꦠ ༻ @AremaNita__
Agama Jawi merupakan agama yang bertumpu pada Olah Roso, atau dengan kata lain, bertumpu pada pengolahan bathin.
༺ ꦤꦶꦠ ༻ @AremaNita__
Banyak pembodohan yang dilakukan oleh agama-agama pendatang, karena mereka sangat berkepentingan bagi perluasan agama mereka sendiri, yang pada akhirnya mereka pun memiliki kepentingan bagi perluasan secara ekonomi.
༺ ꦤꦶꦠ ༻ @AremaNita__
Istilah batin dan Kebatinan adalah dua hal yang sangat berbeda. Tetapi dengan kepintaran agama pendatang memelintir itu semua, membuat nasib Kejawen seperti sekarang ini. Olah batin itu memiliki ruang yang luas, ada yang untuk mengenali diri sendiri yakni Olah Roso.
༺ ꦤꦶꦠ ༻ @AremaNita__
Olah Batin bukanlah Kebatinan, seperti yang sering dikatakan oleh orang-orang dari agama import. twitter.com/AremaNita__/st… #NusantaraBukanKhilafah #BangkitBudayaNusantara Rahayu 🙏
๑۩۞​ 🄳🄰🅄🄽 🅂🄸🅁🄸🄷 ۩۞๑ @daunsirih5
@AremaNita__ Jika Memang Tidak Tertarik Menjadi Bangsamu Sendiri, Jangan Hina Mereka (Kejawen) Yang Telah Berhasil Menemukan Kedaulatan Bangsanya Sendiri. Bukankah demikian mbak 😂
GAGOH @gagoh10
@AremaNita__ Agama Kejawen harus menjadi ujung tombak eksistensi agama2 nusantara.
Diaz__71🇲🇨 @deas_fp
@AremaNita__ Bbrpa thn lalu ketika sy bertugas di Sumatera Utara, sy prnh mengikuti satu perkumpulan yg namanya PAKARTI ( Paguyuban Kaweruh Roso Sejati) Dari situlah sy bnyk belajar ttg bagaimana mmperlakukan sesama, alam & jg Tuhan Sang Pencipta dlm kehidupan. Tntng arti sesungguhnya Ikhlas
Diaz__71🇲🇨 @deas_fp
@AremaNita__ Ada keteduhan saat kita berdikusi sambil ngopi & makan gorengan, seraya teratawa.. tak ada klaim akan kebenaran satu sama lain, yg ada hnya lakukan yg benar, & kebenaran Tuhanlah yg membenarakan, bkn sesama.. Sy jd teringat teman2 disana, kami berkumpul dari berbagai agama & suku
Pujangga Tua @PujanggaTua2
@AremaNita__ @salahsambungya Sebuah Kutipan: Segudang ilmu tentang ketuhanan, tanpa kemanusiaan adalah sia-sia.
Load Remaining (1)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.