#Memetwit Dibalik Dinding Rumah Sakit, Cerita Pengalaman Penghuni RS yang Berada Antara Hidup dan Mati

Thread by @BriiStory
viralnow awesomes Memetwit
0
Brii @BriiStory
Rumah sakit, salah satu tempat “suci” yang di dalamnya banyak mengalir untaian doa tulus, entah itu dari orang sedang sakit atau sehat. Di rumah sakit juga, banyak cerita yang sepertinya terjadi di antara dua sisi alam, hidup dan mati. Hmmmm, hidup atau mati? *** pic.twitter.com/k02nhm5W6i
Expand pic
Brii @BriiStory
Banyak dari para insan tulus yang membaktikan hidupnya sebagai pekerja di rumah sakit, memiliki beberapa pengalaman janggal, aneh, sampai menyeramkan, yang mereka alami selama bekerja.
Brii @BriiStory
Tentu saja, kejadian-kejadian seram itu sama sekali gak menyurutkan niat mulia mereka sebagai petugas kesehatan. Malam ini, beberapa teman pekerja rumah sakit akan menceritakan pengalaman seramnya, hanya di sini, di Briistory. ***
Brii @BriiStory
Aku Vira, sampai sekarang masih bekerja sebagai perawat di salah satu rumah sakit besar di Jakarta Pusat. Sejak kecil memang sudah bercita-cita ingin menjadi perawat, menurutku perawat adalah salah satu profesi mulia, banyak membantu orang.
Brii @BriiStory
Singkatnya, pada tahun 2010 aku diterima sebagai perawat, di rumah sakit besar yang sudah tergolong tua, letaknya di Jakarta Pusat. Iya, rumah sakit ini sangat besar, memiliki beberapa gedung luas dan tinggi.
Brii @BriiStory
Awal-awal bekerja, kehidupan berjalan normal. Tentu saja, sebelum benar-benar diperbolehkan untuk terjun langsung menangani pasien, aku sudah melewati tahap pelatihan dan pengenalan, padahal sebelumnya sudah mengecap pendidikan kesehatan dan keperawatan selama beberapa tahun.
Brii @BriiStory
Semua prosesnya aku lalui dengan gembira, semua tahapannya aku lewati dengan penilaian cukup bagus. Sampai akhirnya aku benar-benar dapat diperbolehkan untuk terjun langsung menangani pasien.
Brii @BriiStory
Awal-awal bekerja juga, aku lebih banyak kebagian shift sore dan malam, jarang sekali dapat shift pagi. Tapi gak apa, tetap saja semuanya aku jalani dengan gembira.
Brii @BriiStory
Aku gak bisa memungkiri, sebagai pekerja rumah sakit, aku dan teman-teman sering mengalami hal aneh dan menyeramkan. Banyak kejadian yang sangat gak masuk logika, kejadian yang sering kali membuat kami sejenak menahan napas kemudian menarik napas panjang setelahnya.
Brii @BriiStory
Takut? Iya, tentu saja aku takut dengan kejadian-kejadian itu, sampai detik ini. Salah satu kejadiannya akan aku ceritakan berikut ini, peristiwa yang terjadi ketika aku baru beberapa minggu diterjunkan untuk membantu dokter UGD menangani pasien. Awal tahun 2010.
Brii @BriiStory
Malam itu, sekitar jam satu lewat tengah malam, Bu Rani, kepala perawat, menyuruhku untuk segera ke ruang gawat darurat. “Vira, kamu bantu doter Doni di UGD ya, ada pasien korban kecelakaan,” Begitu kata Bu Rani. Aku langsung bergegas ke UGD.
Brii @BriiStory
Benar saja, di dalam ruangan, di salah satu tempat tidur terbaring seorang pasien dalam kondisi gak sadarkan diri. Dokter Doni sudah berdiri disamping pasien, sibuk melakukan tindakan.
Brii @BriiStory
Sasampainya di samping tempat tidur, aku langsung menyapa Dokter Doni dan menanyakan apa saja yang harus aku lakukan.
Brii @BriiStory
Kodisi pasien kritis, berjenis kelamin perempuan usia sekitar 30 tahun. Organ-organ vital penunjang hidup nyaris rusak seluruhnya, tapi walaupun begitu aku dan Dokter Doni berusaha terus melakukan tindakan medis yang dibutuhkan.
Brii @BriiStory
Dokter Doni dibantu oleh aku dan Ira, rekan perawat sejawat.
Brii @BriiStory
Di dalam ruangan yang sekelilingnya ditutup tirai putih, kami terus bekerja.
Brii @BriiStory
Tapi, setelah beberapa menit bekerja, aku baru sadar kalau ada satu orang lagi di dalam ruangan, dia berdiri di samping tempat tidur bagian bawah, dekat kaki pasien.
Brii @BriiStory
Seorang perempuan, berkaos hitam dan bercelana panjang biru muda, berdiri diam seperti terus memperhatikan pasien yang masih terbaring dengan kondisi semakin kritis.
Brii @BriiStory
Sambil membersihkan luka dan darah di tubuh pasien, sesekali aku melirik ke arah perempuan itu, yang terus saja berdiri diam memperhatikan, wajahnya pucat tanpa ekspresi, seperti orang sangat kelelahan.
Brii @BriiStory
Anehnya, Dokter Doni dan Ira seperti gak menyadari akan kehadiran perempuan itu. “Ah mungkin bereka terlalu serius bekerja sampai gak memperhatikan ada orang lain.” Begitu pikirku dalam hati.
Brii @BriiStory
Aku juga berpikir kalau perempuan itu mungkin adalah keluarga dari pasien, tapi kenapa ada di ruangan ini? Seharusnya gak boleh ada orang selain dokter dan perawat. Ah sudahlah, aku terus mengerjakan tugasku saja.
Brii @BriiStory
Sampai akhirnya, setelah sudah banyak tindakan medis yang telah dilakukan, sekitar jam setengah dua pasien gak tertolong lagi, kemudian dinyatakan meninggal.
Brii @BriiStory
Walaupun begitu, aku dan Ira masih terus membersihkan tubuhnya dari darah yang menempel, termasuk bagian wajah.
Brii @BriiStory
Nah, ketika aku membersihkan wajah jenazah ini, ada hal aneh yang terjadi. Ketika perlahan mulai bersih dari noda darah, wajah pasien perlahan semakin jelas terlihat.
Brii @BriiStory
Aku kaget, sedikit terhenyak, ketika sadar kalau ternyata wajah pasien sangat mirip dengan perempuan yang berdiri sejak tadi di samping tempat tidur. Reflek aku menoleh ke arah perempuan itu, dia masih ada di tempatnya, di dekat kaki pasien.
Load Remaining (72)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.