Ini Cerita Dari Ibu Saya, yang Didengar Dari Tetua.. #Memetwit Kepala Hantu Kuyang yang Lepas Dari Badannya, Terbang dan Menghisap Darah

Thread by @bujangbangket
kuju Memetwit viralnow palasik kuyang awesomes
1
Bujang Bangket @bujangbangket
Biasa disebut Kuyang atau Palasik. Di Thailand ia disebut Krasoe. Namun di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, ia disebut Hantu Tuju. Ini cerita yang diceritakan ibu saya, didengarnya dulu dari para tetua. ⭕️⭕️LEGENDA HANTU TUJU⭕️⭕️ A Thread @bacahorror #bacahorror pic.twitter.com/7i42agBDsT
Expand pic
Bujang Bangket @bujangbangket
Ibu saya mendengar cerita ini dari nenek. Saya tidak berani mengklaim cerita ini nyata karena tidak bisa dikomfirmasi ke pelaku cerita.
Bujang Bangket @bujangbangket
Sebelumnya saya akan menceritakan soal Hantu Tuju ini dahulu. Seperti yang saya ceritakan di atas, Hantu Tuju umumnya orang kenal sebagai Kuyang. Kepala Hantu Tuju lepas dari badannya, terbang dan menghisap darah. Biasanya darah yang dihisap adalah darah wanita hamil.
Bujang Bangket @bujangbangket
Ibu saya pernah berjumpa hantu ini. Waktu dia pulang mengaji. Jadi kan rumah di kampung jaraknya jauh-jauh. Ibu dan teman2 pulang bersama. Tapi ya akhirnya mencar juga.
Bujang Bangket @bujangbangket
Nah, saat melewati daerah yang sepi. Saat itulah ibu melihat ada sesuatu bercahaya di atas pohon. Pas diliat, kaget dong ada kepala terbang. Terus dari lehernya kayak netes darah tapi bercahaya seperti api.
Bujang Bangket @bujangbangket
Ibu saya yang waktu itu masih SD langsung kabur tunggang langgang pulang ke rumah. Nenek saya heran, terus ibu saya cerita.
Bujang Bangket @bujangbangket
Terus beberapa waktu kemudian nenek ceritain cerita ini. Saya tulis nanti ya, kelar taraweh biar lebih leluasa.
Bujang Bangket @bujangbangket
Jadi setting cerita ini diperkirakan sekitar tahun 1940an. Karena menurut kisah, saat itu sedang terjadi huru-hara masuknya Jepang ke Indonesia. Masa pendudukan jepang adalah masa yang sulit karena berbagai bahan makanan dikumpulkan untuk persiapan perang.
Bujang Bangket @bujangbangket
Di masa perang itu, masyarakat hidup susah. Beras jadinya langka. Untung di Kapuas Hulu banyak sungai, jadi masyarakat masih bisa hidup dengan konsumsi ikan juga hasil dari hutan.
Bujang Bangket @bujangbangket
Jadi ceritanya, di tengah belantara kalimantan barat, di salah satu kampung yang sekarang masuk wilayah kapuas hulu, tinggal sepasang suami istri bernama Upang dan Imas. Usia mereka masih mudah, masih di bawah 30an.
Bujang Bangket @bujangbangket
Karena ekonomi yang sulit, Imas setiap hari membantu suaminya. Setiap pagi sementara suaminya pergi mencari ikan dengan perahu, Imas masuk ke hutan mencari bahan makanan seperti daun paku atau pakis.
Bujang Bangket @bujangbangket
Begitulah keseharian sepasang suami istri muda itu. Hidupnya damai-damai saja. Sampai suatu ketika dari dukun beranak di kampungnya, Imas tahu dia hamil.
Bujang Bangket @bujangbangket
Hari itu Imas pulang ke rumah dengan perasaan senang. Dipakainya baju paling bagus, walaupun sebenarnya ia tak punya baju bagus. Tapi dipilihnya yang paling bersih, yang paling wangi. Dimasaknya masakan enak. Ia siap memberi kabar baik pada Upang, suaminya.
Bujang Bangket @bujangbangket
Senja menjelang. Imas duduk di depan rumah menangi Upang. Sampai malam datang, Upang tak juga muncul. Imas khawatir, tak biasanya Upang pulang terlambat.
Bujang Bangket @bujangbangket
Waktu beranjak semakin malam. Imas sungguh khwatir. Imas menyalakan obor, ia berjalan melalui jalan kampung yang becek. "Mau kemana kau Imas malam-malam begini?" Tanya salah satu tetangga. "Mau mencari Bang Upang, tak biasanya dia ndak pulang" kata Imas.
Bujang Bangket @bujangbangket
Imas berjalan menuju tepi sungai. Ia akan menunggu Upang di sana. Jalannya cepat, pikirannya berkecamuk.
Bujang Bangket @bujangbangket
Apakah Upang berjumpa serdadu jepang lalu ditangkap dan dikirim sebagai pekerja paksa?. Membayangkan kemungkinan itu Imas merasa ngeri. Ia usid pikiran itu jauh-jauh.
Bujang Bangket @bujangbangket
Sesampai di tepi sungai Imas cukup lega karena Perahu Upang terikat pada salah satu dahan kayu. Tandanya Upang sudah di kampung. Tapi di mana? Imas tak berjumpa sepanjang jalan. Apakah sudah di rumah?. Imas kembali buru-buru melangkah pulang.
Bujang Bangket @bujangbangket
Udara malam itu terasa begitu dingin. Suara jangkrik bersahut-sahutan dengan suara kodok. Imas berjalan dengan cepat. Tapi angin malam yang kencang meniup obor yang Imas bawa. Imas menghentikan langkahnya.
Bujang Bangket @bujangbangket
Imas berjalan pelan, ia tak dapat melihat jalan. Rumah di kala itu jaraknya berjauhan, jadi cahaya lampu minyak dari dalam rumah penduduk tak dapat membantunya. Imas berjalan pelan, memastikan ia tak tersandung akar pohon atau terpleset becekan.
Bujang Bangket @bujangbangket
Saat melewati sebuah rumah, ia melihat lampu di rumah itu mati. Namun di bawah kolong rumah tampak cahaya berkilauan. Oh ya, rumah di kampung itu tinggi-tinggi. Tipikal rumah panggung melayu.
Bujang Bangket @bujangbangket
Terdorong keinginan hendak meminta api, Imas mendekati sumber cahaya tersebut.
Bujang Bangket @bujangbangket
"Mak, imas mau minta api mak" kata Imas dari kejauhan. Iya mendekat sosok itu. Sosok itu menoleh, dan alangkah kagetnya Imas. Sebuah pemandangan mengerikan terpampang di depannya.
Bujang Bangket @bujangbangket
Sosok itu adalah Hantu Tuju. Imas dapat menyaksikan jelas kepala itu hanya tersambung dengan organ-organ yang menggantung di lehernya yang seperti terpenggal. Organ-organ itu seperti berapi, tapi darah yang menetes ke tanah tak membakar apapun. Hilang. Lesap begitu saja.
Bujang Bangket @bujangbangket
Imas mengenal wajah itu, Imas tahu rumah siapa itu. Imas terdiam, tubuhnya kaku. Kepala itu mendekat, mata itu menatap mata Imas dalam. "Jangan kau ceritakan pada siapapun, jangan!" Bisik Hantu Tuju itu. Wajahnya mengancam. Imas dapat merasakan udara dingin menusuk-nusuk dadanya.
Load Remaining (60)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.