"[G-Story] Pengalaman Menyeramkan Saat Berkendara Ada 'Bapak' Di Kursi Belakang" by @BriiStory

Chirpified By @M4ngU5il BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 Disclaimer: Read More
awesomes storytelling horror
1
Brii @BriiStory
Hai, Untuk mengisi kegiatan #dirumahaja, gw mau cerita sedikit pengalaman yang masih agak anget, peristiwa yang terjadi di sekitar bulan Juni 2016. Pengalaman cukup seram bareng keponakan yang bernama Kiki. Kejadiannya di sekitaran kota Bandar Lampung. Yuk simak. *** pic.twitter.com/VS66TkOFLH
Expand pic
Brii @BriiStory
Sekali lagi Kiki melirik ke belakang, wajahnya kikuk penuh keheranan. Gak seperti sebelumnya, kali ini tanpa senyum di wajah, datar aja. "Ada apa ki?" Tanya gw penasaran. "Gak om." Jawabnya pendek, setelah itu dia langsung menghadap kembali ke depan, melihat ke jalan.
Brii @BriiStory
Gw yang duduk di belakang kemudi, mengendalikan mobil kepunyaan Kak Herman, kakak sepupu gw, ayah kandung Kiki. Hanya ada gw dan Kiki di mobil ini, kami berdua menyusuri jalan aspal membelah perkebunan karet menuju daerah kecil yang bernama Bergen, satu tempat di daerah Lampung.
Brii @BriiStory
Sudah nyaris jam dua belas malam, ketika gw terus berkonsentrasi penuh melihat depan. Jalan gelap tanpa penerangan sama sekali, cahaya hanya bersumber dari lampu mobil yang kami tumpangi ini. Hujan turun cukup deras menambah sempurna keadaan, jarak pandang jadi semakin pendek.
Brii @BriiStory
Jarang sekali ada kendaraan melintas dari arah berlawanan, juga sama sekali gak ada yang datang dari belakang, hanya hitam gelap yang terlihat ketika gw melirik kaca spion dalam.
Brii @BriiStory
Dari manakah kami? Gw dan Kiki dalam perjalanan pulang dari kota Bandar Lampung, siang tadi kami menghadiri prosesi pemakaman.
Brii @BriiStory
Pemakaman siapa? Subuh dini hari sebelumnya, kak Herman, kakak sepupu gw, ayahnya Kiki, meninggal dunia karena kecelakaan. Motornya bertabrakan dengan bis lintas Sumatera, almarhum meninggal di tempat kejadian dengan kondisi tubuh yang sangat mengenaskan.
Brii @BriiStory
Kak Herman meninggal di usia 41 tahun, meninggalkan istri dan dua orang anak, satu perempuan berumur 11 tahun, satu lagi anak laki-laki berumur hampir 7 tahun, Kiki namanya, anak pintar yang sedang duduk di sebelah gw. ***
Brii @BriiStory
Berita ini sangat mengagetkan, langsung menyebar ke seluruh keluarga besar, semua langsung terkejut dan bersedih. Setelah mendengar kabar duka, semuanya langsung bergegas menuju rumah duka, di Bergen, Propinsi Lampung.
Brii @BriiStory
Sama, gw juga, ketika paginya mendengar kabar itu, gw langsung berangkat. Tapi Karena berpikir gak akan keburu kalau harus ke rumah duka, gw memutuskan untuk langsung menuju pemakaman keluarga di kota Bandar Lampung, tempat almarhum akan dimakamkan.
Brii @BriiStory
Siang sekitar jam satu, gw sampai, tepat sebelum jenazah dikuburkan.
Brii @BriiStory
Nyaris seluruh keluarga besar hadir. Kiki dan Kikan kakaknya, terlihat berdiri paling depan tepat di sisi liang lahat, ibunya memeluk mereka dari belakang, dengan mata sembab masih berurai air mata. Kiki kelihatan tegar, gak ada airmata di wajahnya, namun gak ada senyum juga.
Brii @BriiStory
Tapi tetiba senyumnya mengembang setelah melihat gw yang berdiri berseberangan, lalu gw melambaikan tangan, tersenyum juga.
Brii @BriiStory
Prosesi pemakaman, seperti kita semua tahu, situasi dan hawanya sangat sedih dan gak mengenakkan, apa lagi kejadiannya tragis seperti ini. Hembusan angin sepoy di tengah hawa panas semakin menambah sesak suasana, aura sedih dan sedu sedan tangis menjadi satu.
Brii @BriiStory
Kami menunduk, kami bersedih, memaksa diri untuk ikhlas dan menerima semuanya. Kak Herman meninggal secara tragis, di usia yang masih terbilang muda.
Brii @BriiStory
Untaian doa yang keluar dari mulut atau senandung dalam hati, terus mengiringi sekat ruang ketika jenazah perlahan masuk ke liang lahat. Terus seperti itu sampai akhirnya pusara tertutup tanah merah, seluruhnya. Selamat jalan Kak Herman.. ***
Brii @BriiStory
"Om Brii kok baru dateng?" Hanya tinggal beberapa orang yang masih berada di sekitar makam setelah proses pemakaman selesai, ketika Kiki menegur gw.
Brii @BriiStory
"Waahh, om udah buru-buru loh padahal, tapi masih kurang awal ya. hehe." Jawab gw sambil tersenyum. Wajah sumringah Kiki sedikit melegakan hati, beda dengan Kikan yang masih saja terus diam bersedih berdiri di samping makam ayahnya.
Brii @BriiStory
"Gak apa-apa om, yang penting om brii sampe sini kan." Kembali Kiki tersenyum lebar. "Nanti aku pulang sama om Brii aja ya," "Iya Ki, nanti kita pulang bareng ya."
Brii @BriiStory
Percakapan terus berlangsung selama kami berjalan kaki dari makam sampai ke rumah Kak Iwan, kakak kandung dari Kak Herman.
Brii @BriiStory
Gw dan Kiki memang cukup akrab, walaupun tempat tinggal berjauhan. Tapi pertemuan kami dapat dikatakan sering, karena almarhum ayahnya punya pekerjaan rutin yang harus dilakukan di Jakarta. Kiki sering kali ikut ayahnya ke Jakarta, dan menginap di rumah gw. Begitulah.. ***
Brii @BriiStory
"Brii, kamu nanti sama Kiki pakai mobil Kak Herman aja ya, kakak pulang duluan bareng Kikan. Kiki belum mau pulang tuh, masih mau main sama kawannya katanya." Kak Warni bilang begitu. Beliau adalah istri dari Almarhum, Ibunya Kiki.
Brii @BriiStory
Kami kelurga besar berkumpul terlebih dahulu di rumah Kak Iwan, sebelum pulang ke rumah masing-masing. Di rumah inilah kiki bertemu dengan banyak saudara-saudara sebaya, riang gembira dia bermain, sejenak melupakan rasa sedih ditinggal ayah tercinta.
Brii @BriiStory
Kiki bilang, dia baru mau akan pulang selepas maghrib nanti, gw akan menuruti keinginannya. ***
Load Remaining (25)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.