"[G-Story] Cerita Pengalamanku Waktu Kecil 'Berinteraksi' Dengan Mahluk Penghuni Waduk" by @BriiStory

Chirpified By @M4ngU5il BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 Disclaimer: Read More
storytelling horror awesomes
1
Brii @BriiStory
Malam ini, gw akan berkisah tentang #briikecil lagi. Kisah pengalaman seram yang gw alami ketika masih SD dulu. Cerita kali ini berhubungan dengan air, cukup menyeramkan. Yuk simak ya.. Ingat, jangan pernah baca sendirian, kadang “mereka” gak hanya sekadar hadir dalam cerita. pic.twitter.com/84q4q0ef8T
Expand pic
Brii @BriiStory
Dari kecil gw hobi banget berenang, berenang di mana aja, entah itu laut, sungai, danau, waduk, dan lain sebagainya. Kata bapak, umur tiga tahun gw udah bisa berenang, udah ngambang.
Brii @BriiStory
Makanya waktu sekolah dulu, paling senang kalau pelajaran olah raga ada jadwal praktek berenang, gw jadi bisa mempertontonkan skill mengambang di permukaan air tanpa menggerakkan badan sedikit pun, rebahan diam dan tenang di atas permukaan air, hehe. ***
Brii @BriiStory
Tapi sehobi-hobinya berenang, gw tetap punya keparnoan tersendiri terkait dengan air. Kalau sedang berenang, di mana aja, gw paling takut untuk membuka mata dan melihat pemandangan bawah air.
Brii @BriiStory
Makanya dulu walaupun sudah menggunakan kaca mata renang, gw lebih banyak memejamkan mata ketika wajah menghadap ke dasar kolam, gak berani melihat, sekalipun itu di kolam yang airnya jernih dan dasar kolam bersih, tetap aja gw takut untuk melihat.
Brii @BriiStory
Semua itu ada sebabnya, ada alasannya kenapa gw jadi sangat takut untuk melihat ke dasar kolam, atau danau, apa lagi laut. Ada sebabnya.. ***
Brii @BriiStory
Kejadian ini terjadi ketika gw masih SD, kalo gak salah ketika masih kelas empat.
Brii @BriiStory
Jadi, waktu kecil dulu, gak jauh di belakang rumah, terdapat danau yang cukup besar, kami penduduk kampung sekitar lebih banyak menyebutnya dengan nama waduk.
Brii @BriiStory
Waduk yang pada salah satu sudutnya ada bendungan, bendungan ini mengatur volume air yang akan mengairi sedikit sawah yang berada di bawahnya.
Brii @BriiStory
Sekitar 25 tahun yang lalu, waduk ini masih cukup bersih, masih banyak orang yang memancing atau menjala ikan. Keadaan lingkungan sekitarnya pun masih sangat sepi, rumah penduduk belum sebanyak dan sepadat seperti sekarang.
Brii @BriiStory
Masih sangat bagus kalau untuk sekadar wisata hemat dan gratis, tinggal bawa tikar dan makanan, duduk di pinggirnya, menikmati pemandangan.
Brii @BriiStory
Waduk ini salah satu taman bermain #briikecil dulu, walaupun orang tua selalu berpesan “Jangan main ke waduk yaaa, apa lagi berenang. Jangan ya Brii, bahaya, banyak setannya.” Tapi gw tetap badung dan sering nekat main ke sini, bahkan berenang.
Brii @BriiStory
~Bahaya dan banyak setannya? Maksudnya apa Brii? Oh iya, biasalah, kan emang banyak cerita yang mengatakan kalau waduk atau danau atau telaga atau apalah namanya pasti ada “penunggu”nya, ada setannya, iya kan?.
Brii @BriiStory
Sama juga dengan waduk ini, waktu gw kecil banyak cerita aneh dan seram yang beredar, banyak. Katanya, di waduk ini ada buaya putih jadi-jadian, yang kemunculannya selalu pada malam hari, mencari mangsa dengan memakan anak-anak kecil.
Brii @BriiStory
Ada juga yang bilang kalau ada setan berbentuk perempuan yang hobinya menarik anak kecil yang sedang berenang dari dalam air, menariknya terus sampai ke dasar waduk sampai akhirnya anak yang ditarik tenggelam dan meninggal dunia.
Brii @BriiStory
Ada juga yang bilang kalau waduk dihuni gendoruwo hitam tinggi besar, beberapa kali penampakannya muncul dan terlihat oleh penduduk pada malam hari. Gendoruwo terlihat berdiri ditengah-tengah waduk, tapi hanya kelihatan dari pinggang ke atas, pinggang ke bawahnya tertutup air.
Brii @BriiStory
Begitulah, masih banyak lagi cerita aneh dan seram yang beredar tentang waduk ini. Memang sih, beberapa kali ada kabar sedih tentang korban meninggal karena tenggelam, dan lebih banyaknya memang anak-anak, anak-anak yang sedang berenang lalu tenggelam.
Brii @BriiStory
Gw juga pernah melihat langsung jenazah yang baru saja meninggal tenggelam, bukan hanya satu jenazah tapi tiga.
Brii @BriiStory
Ayah, Ibu, dan anak tenggelam setelah perahu kecil yang mereka tumpangi untuk menuju kebun yang berada di seberang. Ternyata perahunya bocor ketika sudah berada di tengah.
Brii @BriiStory
Gw yang waktu itu sedang bermain sepeda langsung berhenti memperhatikan jenazah keluarga kecil itu terbaring di atas bebatuan di sisi waduk, setelah baru saja ditemukan tenggelam.
Brii @BriiStory
Saat itulah pertama kalinya gw melihat langsung jenazah yang baru saja meninggal, bayangan wajah dan keadaan tubuhnya yang sudah pucat membekas lama di dalam kepala, gw cukup trauma waktu itu.
Brii @BriiStory
Balik ke cerita-cerita seram yang beredar.
Brii @BriiStory
Buaya putih? Dari kecil sampai detik ini gw sama sekali belum pernah melihatnya. Gedoruwo? Sama, gw juga belum pernah melihatnya. Setan perempuan berambut panjang yang suka menarik anak kecil dari dalam air ketika sedang berenang? Hmmm.. ***
Brii @BriiStory
Pada suatu hari, sepulang sekolah, gw langsung menyiapkan alat pancing. Iya, gw bareng Ali dan Josep punya rencana untuk pergi memancing di waduk. Jarak waduk dari rumah sekitar 15 menit bersepeda, gak jauh emang.
Brii @BriiStory
“Mau mancing di mana nak?” Tanya Ibu dari balik meja mesin jahitnya, ketika melihat gw sibuk dengan alat pancing. “Mancing di sawah belakang Ma.” Jawab gw, berbohong.
Load Remaining (73)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.